Ini bukanlah awal yang sempurna, tapi di sinilah semuanya dimulai. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?
×Happy Reading×
Kamar itu berantakan, dipenuhi tumpukan novel dari berbagai genre yang tersebar di lantai dan di atas tempat tidur. Di tengah lautan buku itu, seorang gadis duduk bersila, menatap lembaran terakhir dari novel yang baru saja ia tamatkan.
Kirana. Ia mencintai buku, bukan buku pelajaran, melainkan novel fiksi. Sudah tak terhitung jumlah novel yang ia baca, terlihat dari kamarnya yang penuh dengan novel.
Menutup novel di tangannya, Kirana tersenyum puas. Ending yang ia harapkan akhirnya terjadi.
"Akhirnya protagonisnya bahagia... tapi kasihan juga antagonisnya. " gumamnya pelan.
Ia menghela napas saat menyadari betapa berantakannya kamar itu. Dengan enggan, ia mulai menyusun buku-buku itu kembali ke rak. Satu per satu, ia mengatur novel-novel kesayangannya hingga sebuah ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya.
Tok... tok... tok.
"Kirana, boleh ibu masuk?"
Suara lembut seorang wanita terdengar dari balik pintu.
Tanpa menjawab, Kirana melangkah mendekat, tangannya meraih gagang pintu dan membukanya perlahan.
"Kenapa?" tanyanya datar.
Seorang wanita berusia sekitar tiga puluhan berdiri di depan pintu, tersenyum hangat sambil membawa nampan berisi segelas susu.
"Ini ibu bawakan susu untukmu. Diminum, ya," ucapnya lembut.
Tanpa berkata apa-apa, Kirana mengambil gelas itu dari tangan ibunya, lalu menutup pintu dengan sedikit kasar. Ia meletakkan susu itu di atas nakas di samping tempat tidur, kemudian kembali merapikan bukunya.
Beberapa menit berlalu. Setelah menyelesaikan tugasnya, Kirana merasa haus. Matanya melirik gelas susu di atas nakas. Ragu-ragu, ia berdiri di depan meja kecil itu, menatap isinya.
"Minum sajalah, haus banget..."
Akhirnya, tanpa pikir panjang, ia mengangkat gelas itu dan meneguk habis isinya.
Namun, sesaat setelah susu itu melewati tenggorokannya, rasa nyeri luar biasa menyerang kepalanya. Pandangannya berputar, tubuhnya kehilangan keseimbangan, dan ia jatuh ke lantai dengan gelas masih di tangannya.
Sakit.
Kepalanya terasa seperti hendak meledak. Mulutnya ingin berteriak, tapi hanya air mata yang mengalir.
Dalam kesadarannya yang mulai memudar, ia menatap pigura foto di samping tempat tidur—sebuah gambar yang menyimpan kenangan tentang seseorang yang kini hanya bisa ia panggil dalam hati.
"Maafkan Kirana, Bunda..."
Gelap.
Suara tawa menggema di antara kegelapan yang perlahan menelannya.
"Apakah dia ingin menguasai semua harta Ayah...? Dengan membunuhku...?"
Dan dalam bisikan terakhirnya, dunia yang ia kenal menghilang.
..........
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadows of the Main Story
Short StorySeorang gadis manis mendapati dirinya terjebak di dalam dunia novel yang asing. Sebelumnya, ia sangat gemar membaca berbagai jenis novel, tetapi tak pernah terbayangkan bahwa suatu hari ia akan menjadi bagian dari cerita itu sendiri. Semua bermul...
