ILLUSTRASI
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DINNO
Ayah
Siapa yang tidak terkagum-kagum akan ketampanannya?
Pria yang berusia matang yang masih mampu memperlihatkan kharisma nya.
Ayah itu sedikit memiliki darah Belanda, menjadikannya begitu sempurna.
Dan kini, dia sedang berdiri telanjang bulat di hadapanku, memamerkan apa yang dia punya.
Bibirnya merah gelap, pupil matanya coklat.
Tubuhnya begitu tegap, dengan balutan otot yang memikat.
Semua yang ada pada ayah itu tidak tercela, membuatku begitu mengiba dihadapannya.
Senyumannya begitu manis, menghipnotis siapa saja yang melihatnya.
Barisan gigi putih tersusun rapi bak perhiasan mewah, ditambah dengan dua buah lesung di pipinya menambah wah.
Pupil mataku nampak menyala kagum melihat ayah dari posisi ini.
Ku amati dengan seksama dari ujung rambut, wajah, dan dada. Fokus pada dua tonjolan kecoklatan yang menggoda iman.
Aku mendekat, berlutut di depan selangkangannya.
Telapak tangan kananku menyapu area perutnya, mengelus lembut.
Sedangkan bola mataku terus-terusan menatap ke kontol yang besar nan berurat itu.
Ujung kontol itu sedikit lebih pucat, dengan buah zakar yang tak kalah menarik.
Bulu jembut ayah begitu lebat, dan berbau sangat jantan. Aku suka.
Aku mendekatkan wajahku, menempelkan bibirku pada buah zakar yang lunak itu.
Sedikit menggesek-gesekan wajahku pada kontol yang sudah tegang maksimal itu.
Kedua mataku terpejam, menikmati setiap tarikan nafas yang membawa serta aroma khas yang memanjakan hidung.
Tanganku yang satunya naik perlahan ke arah kontol, dan mengocoknya perlahan.
Sensasinya begitu hebat, saat kulitku merasakan urat-urat nya yang begitu jantan.
Cukup lama aku bertahan di posisi ini, pelan-pelan kami benar-benar turn on.
Batang kontol ayah aku kocok pelan-pelan, sambil menikmati setiap sensasinya.
"Aaahh…."
Ayah mendesah tipis, sembari mendongak memejamkan wajah indahnya.
Aku juga semakin berani, menyapu lembut ujung kontol ayah, sambil terus aku kocok.
Nikmat sekali, ini adalah kali pertama aku merasakan hal seperti ini.
Bibir ayah mendesis lembut, memperdengarkan kepadaku sura godaan yang halus.
