"Riku, Riku, kau memangnya mau ke mana? bukankah kau tidak punya rumah?", tanya dewi Aelina sambil mengitari Riku yang sedang duduk santai.
Riku merasa jengah karena sedari tadi Alastasia dan Aelina mengganggunya terus menerus. Padahal itu keinginannya sendiri untuk pergi dari tempat itu. Tapi agaknya, dia menyesal sekarang.
Siapa coba yang sudah meninggalkan bersama dengan dua dewi ceroboh ini? nasibnya sial sekali.
"Kalian bisa diam? berisik tau!", kesal Riku dengan sedikit bentakan. Akhirnya kedua dewi yang sedari tadi ribut, kini diam akibat teguran dari Riku.
Bruukk..
Riku mengalihkan pandangannya seketika, dia melihat seorang laki-laki yang jatuh dan menjatuhkan keranjang buahnya. Lelaki itu tampak kesusahan, bergegaslah Riku untuk menolongnya. Dia berdiri kembali kemudian mulai mendekat.
"Kau tidak apa?", tanya Riku memastikan.
Dia berjongkok di depan lelaki itu meski agaknya masih ada rasa perih di area bawahnya. Tapi tak apa.
"Ya, aku tak apa. Tadi cuma kesandung batu pas lagi jalan", jawab pria tersebut kembali memunguti buah-buahan miliknya yang jatuh.
"Lain kali hati-hati".
"Riku, kurasa aku tau cara mengatasi masalahmu", ucap Aelina yang hanya dapat didengar oleh Riku seorang.
Belum sempat Riku menjawab, pandangan sekitarnya seketika berkunang-kunang, hingga pada akhirnya dia jatuh pingsan tepat dihadapan pria yang baru saja dia temui, meninggalkan pria itu dalam keadaan bingung dan panik.
...................
"Unghh..", Riku terbangun dari pingsannya setelah 4 jam tidak sadarkan diri.
Dia menatap sekelilingnya, nampak bingung dengan suasana ruangan yang tidak pernah dia temui sebelumnya. Ruangan itu tampak seperti kamar, tapi dengan dinding-dinding kayu yang menutupinya dan berbagai pajangan di dinding yang menutupi kekosongan di sana.
Mencoba untuk mengingat-ingat kembali, dia ingat jika dewi Aelina lah yang sudah membuatnya jatuh tak sadarkan diri, dan dia juga baru ingat jika dia pingsan tepat di depan seseorang yang baru dia temui.
Mungkin sekarang dia berada di tempat orang itu. Tanpa pikir panjang kembali, dia berniat untuk pergi ke luar, mengecek keadaan. Namun sebelum dia dapat turun dari atas kasur, pintu ruangan itu terbuka, memperlihatkan satu orang yang sangat-sangat dia kenal dan rindukan.
Gadis yang baru saja sampai tersebut, terkejut melihat Riku yang sudah bangun. Dia bergegas mendekat. Mendekat, dan jatuh ke dalam pelukan hangat kakaknya.
"Kak.. hiks kak", panggil sang gadis menangis tersedu-sedu dalam pelukannya.
"Riza? i.. ini beneran kamu?", tanya Riku masih tidak percaya bahwa yang berada di hadapannya ini adalah adik yang sangat dia rindukan selama ini.
"Iya kak, ini Riza. Riza kangen kakak", balas Riza semakin mempererat pelukannya, tak berniat untuk melepaskan pelukan tersebut.
"Syukurlah, syukurlah jika Riza baik-baik saja. Kakak khawatir, sangat hawatir saat kita berpisah, syukurlah", ujar Riku dengan air mata yang menetes dan pelukan yang erat dengan adiknya.
Dia sangat, sangat merindukan adiknya. Biarkan kedua kakak beradik itu untuk menyelesaikan rasa rindu mereka saat ini. Meninggalkan seorang pria yang berdiri di depan pintu dengan nampan makanan yang dibawanya, jangan lupakan senyum kecil yang terpatri di wajahnya.
................
Riku menatap dinding-dinding langit yang terbuat dari kayu itu. Di sampingnya ada sang adik dan di samping lainnya ada pria pemilik rumah. Rumah itu hanya mempunyai satu kamar tidur.
Biasanya si pemilik rumah akan tidur di luar, namun Riku memaksanya untuk ikut tidur bersama mereka. Meskipun begitu, dia tetap tidak bisa tidur saat ini.
Pikirannya melayang ke beberapa hal. Jika dipikirkan kembali, bagaimana nasib anggota guild-nya ya? dan, bagaimana nasib beberapa orang pria itu? Riku merasa bersalah karena pergi begitu saja.
Omong-omong, sudah satu minggu dia tinggal di sana. Masalah mengapa sang adik bisa berada di sini pun sudah dijawab sejak dia bertanya satu minggu lalu. Adiknya, Riza mengalami kecelakaan dan diberikan kesempatan untuk bangkit kembali di dunia yang ada dirinya, tentu saja Riza menerimanya.
Saat sampai di dunia ini, Riza langsung diserang oleh monster sihir dan membuatnya terluka amat parah, untung saja ada Vezel, pria yang menolong Riku waktu itu.
Setelah beberapa saat melamun, akhirnya Riku memutuskan untuk memejamkan matanya. Tidak berselang lama, Riku akhirnya tertidur pulas menyusul Riza dan Vezel ke alam mimpi.
................
Vezel melangkah dalam hutan yang gelap dan hanya cahaya lentera yang dia bawa saja yang dapat menerangi jalannya.
Nampak, tubuh dan wajah seorang pria, kini berubah seutuhnya menjadi seorang wanita yang cantik dengan rambut putih bergelombang nya. Dia menatap dingin ke arah kakaknya yang baru saja sampai.
"Maaf aku terlambat. Dan Mary, bagaimana keadaan Riku?", tanya pria yang tidak lain adalah kakaknya.
"Dia baik. Kondisi kandungannya juga baik", jawab Vezel atau Mary jujur.
"Jadi dia benar-benar hamil ya", gumam sang kakak yang masih bisa terdengar jelas oleh Mary.
"Aku tidak ingin terlibat dengan semua urusanmu, Breinde. Cepatlah kumpulkan mereka dan bawa Riku bersamamu, kau tak ingin jika anak itu lahir tanpa identitas yang jelas. Bahkan, Riku saja belum tau jika dia saat ini sedang mengandung, kau lebih baik cepat, Breinde Osaloa", ujar Mary.
Ya, inilah sosok Vezel (Mary) yang sesungguhnya, nama aslinya adalah Mary Osaloa, adik dari pangeran Breinde Osaloa. Dia terpaksa membantu kakaknya yang bodoh itu dengan imbalan tak akan mengganggunya lagi setelah ini. Jadi dia membantu kakaknya, dengan cara berpura-pura menjadi Vezel, meski orang aslinya sudah dia lenyapkan tanpa sisa.
"Segeralah pulang, aku tidak ingin Riku curiga padamu. Meski baru seminggu kalian bertemu", ujar Breinde tak ingin ambil resiko.
"Baiklah, cepat lakukan pekerjaan mu, dan jangan ganggu aku lagi", pamit Mary karena setelahnya dia berjalan pergi meninggalkan Breinde, tak lupa mengubah tampilan nya kembali menjadi sosok Vezel.
Dalam hutan yang gelap itu, manik ungu cerah bersinar terang. Nampak elegan, namun saat ditatap lebih teliti, ada keangkuhan dan rasa dingin yang dapat menembus tulang lawan.
...........
To be continued
KAMU SEDANG MEMBACA
Trapped in Love
RandomSeorang pemuda yang mati karena kecerobohan salah seorang dewi. Membuatnya kini dikirimkan ke dunia yang berbeda untuk hidup di sana, dengan kekuatan yang dianugerahi dewi tersebut. Banyak perempuan cantik yang ditemuinya dan menjadi temannya. Namun...
