- Winter

807 105 15
                                        

Dering alarm yang ada dalam ponsel terus berbunyi, namun sang pemilik tampak masih berada di alam mimpi. Memasuki winter membuat sebagian orang termasuk Sienna tak sedikitnya malas untuk beraktivitas keluar, terlebih ini adalah kali pertamanya Sienna tinggal sendiri di negara empat musim yang jelas ia masih butuh penyesuaian.

Kring..Kring..Kring..

Dengan mata yang masih terpejam, Sienna meraih ponsel yang ada disamping tempat tidur, kemudian tanpa sadar ia menekan tombol yang ada dalam ponsel membuat nada alarm tersebut kini berhenti berbunyi.

"Hoaam," tak lama kemudian Sienna terbangun, matanya terbelalak kaget saat mengetahui waktu sudah meunjukan pukul 8.30, dimana ia hanya memiliki waktu 30 menit lagi untuk siap-siap dan pergi ke kampus.

"Astaga, aku kesiangan," Sienna setengah melompat dari kasur, waktu yang tersisa sedikit membuat Sienna terpaksa tak sempat mandi, sehingga ia hanya bisa menggosok gigi, membasuh wajah, memakai make up tipis.

"Aduuh, sisa 15 menit lagi buat jalan kaki," Sienna meraih long coat padding untuk melapisi tubuhnya, karena cuaca diluar sangat dingin, hingga mencapai 2 derajat celcius.

Dengan langkah terburu-buru ia keluar dari Apartment lalu berjalan kaki menuju kampusnya, sepanjang jalan mulutnya berkomat-kamit memanjatkan doa, berharap pembelajaran belum di mulai, sehingga nantinya ia tak tertinggal banyak materi.

Beberapa langkah lagi sudah hampir sampai, Sienna memilih berlari. Matanya yang minus tinggi dan lupa mengenakan kacamata membuat penglihatannya kabur, sehingga detik berikutnya ia tak sengaja menabrak orang lain yang berada tepat di pintu ruangan.

Bruuughh! "Eh, sorry," ucap Sienna, seseorang tersebut langsung berbalik badan.

"Sienna, what's wrong with you?" tanya Nicolas, ia terkejut melihat teman barunya itu datang dengan terburu-buru, beruntung postur tubuhnya lebih besar sehingga Nicolas tak sampai terjatuh.

"I was late," dengan napas yang masih terengah-engah Sienna menjelaskan bahwa dirinya terlambat, sehingga datang terburu-buru, sedangkan Nicolas hanya menggelengkan kepala, ia yakin pasti Sienna tidak membaca grup yang berisi pengumuman, bahwa ada perubahan jadwal kelas menjadi jam10.

"Astaga, tau gitu mandi dulu," monolog Sienna dalam hati, setelah itu ia beranjak dan duduk di kursi sebelah Jane teman perempuannya. Jane yang mendengar cerita tentang Sienna kesiangan hanya bisa tertawa sekaligus kasihan.

Sienna dan seluruh mahasiswa yang berada di kelas kini tengah serius mendengarkan materi yang sedang dipaparkan, namun didalam proses pembelajaran Sienna tidak bisa fokus karena penglihatannya yang kurang jelas akibat kacamatanya tertinggal, serta perutnya terasa keroncongan karena tak sempat sarapan sedikit pun, Nicolas yang duduk di belakang tak jauh dari posisi Sienna sadar akan perubahannya saat ini.

Secarik kertas bertuliskan "Are you okay?" di terima Sienna, ia pun menoleh ke arah Nicolas dan membalasnya dengan anggukan.

"Bisa aja si bule, pake kertas lagi kayak main surat-suratan zaman bocil," kata Sienna dalam hati, bibirnya tersenyum saat mendapat perlakuan yang menurutnya lucu dari teman laki-lakinya yang baru saja dikenal beberapa hari ini.

Mata kuliah selesai sampai jam satu siang,  selanjutnya mahasiwa mengerjakan tugas mandiri secara bebas, Sienna yang sudah semakin tak bisa menahan lapar hendak beranjak keluar kelas bersama Jane, namun baru saja berjalan Nicolas menghadang mereka dan meminta untuk join, dengan senang hati Sienna pun mengiyakan, kemudian pada akhirnya mereka bertiga pergi mencari tempat untuk makan siang bersama.

Mengetahui salah satu temannya beragama muslim, Nicolas pun mencari restaurant halal supaya Sienna masih bisa makan dengan aman.

"Restaurant Le Confientiel is halal, don't worry," ucap Nicolas pada Sienna.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 19, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

L'Amour Da Ma Vie Where stories live. Discover now