- Nice to know you

634 101 18
                                        

Setelah dinyatakan resmi menjadi mahasiswa S2 dan mengharuskannya menetap kurang lebih dua tahun di negara orang, mulai dari sekarang Sienna akan belajar hidup mandiri. Tak ada lagi yang menyiapkannya sarapan, membantu membereskan pekerjaan rumah, dan banyak hal seperti kebiasaannya saat masih tinggal bersama kedua orang tuanya.

Pagi-pagi sekali Sienna sudah terbangun, ia mencoba tetap produktif walau kedepannya mungkin akan di sibukkan dengan banyak kegiatan di kampus. Sienna menggelar matras dan melakukan yoga sebelum memulai aktivitas pada pagi hari ini.

"Masih ada waktu 2 jam lagi buat ke kampus," ucapnya, gerakan demi gerakan ia lakukan untuk meregangkan otot-ototnya. Sienna berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan menerapkan gaya hidup yang sehat supaya daya tubuhnya tetap terjaga.

"Fiuuhh," 30 menit berlalu, setelah selesai yoga Sienna bergegas untuk beres-beres apartment.

Di temani dengan playlist lagu-lagu favoritnya, ia mulai membereskan tempat tidur, menyapu, hingga berakhir dengan membuat sarapan.

"Hmm, biasanya kalau pagi-pagi sarapan udah di siapin Mama atau bibi, sekarang belajar buat sendiri," kata Sienna, tangannya sibuk mengoleskan selai cokelat pada beberapa slice roti tawar, ia membuat sarapan simple karena tak terbiasa makan berat di pagi hari.

"Ya Tuhan semoga nanti dapat temen yang sefrekuensi, biar betah dan gak terlalu home sick," tak dapat di pungkiri, baru beberapa hari berada di Paris saja Sienna mulai merasa kesepian.

Tersisa waktu satu jam, Sienna mulai bersiap-siap untuk pergi ke kampus, karena hari ini merupakan hari pertamanya ia akan belajar sebagai mahasiswa S2 di Sorbonne University.

Mengenakan skirt yang di balut dengan cardigan serta hijab simple membuat Sienna tetap tampil percaya diri, meskipun ia menjadi satu-satunya minoritas yang menampakan identitasnya sebagai seorang muslimah.

Ia berjalan masuk ke dalam kelas, tak dapat di pungkiri ada beberapa orang yang menatapnya berbeda, mungkin tidak bermaksud rasis tetapi hijab yang ia kenakan sebagai penutup kepala menjadi sesuatu yang aneh bagi sebagian orang asing.

"Bonjour (Halo)," tiba-tiba datang seorang perempuan menghampiri dan menyapa Sienna, setelah itu duduk tepat di sebelahnya.

"Bonjour," sapa balik Sienna.

"Are you asian? (Apakah kamu orang asia)?" tanya perempuan tersebut, Sienna pun mengangguk.

"Where are you from? (Kamu berasal dari mana?)"

"I'm from Indonesia, and you?" jawab Sienna ramah.

"Oh hi, nice to meet you, my name is Jane May from Thailand," perempuan tersebut terlihat senang saat mengetahui ada teman asia lain yang akan menjadi teman kelasnya, begitupun dengan Sienna.

"My name is Sienna Putri Dahayu, you can call me Sienna or Nana." Kemudian mereka lanjut bertukar kontak untuk memudahkan komunikasi sebagai teman baru, dan hal yang tak di sangka rupanya mereka tinggal di Apartment yang sama hanya di bedakan oleh lantai.

Sienna sedikit lega setelah berkenalan dengan Jane, ia pikir setidaknya ada satu teman yang tinggal di satu tower apartment yang sama, bilamana ada keperluan mendadak atau darurat ia bisa meminta tolong padanya.

Tak lama kemudian pandangan Sienna tertuju pada satu pria yang baru saja masuk ke dalam kelas, Sienna berusaha mengingat seseorang tersebut yang tak asing bagi penglihatnnya.

"Kok kayak pernah liat ya," gumam Sienna dalam hati.

"Ah sudah lah, mungkin cuman mirip," Sienna mencoba melupakan sosok pria yang saat itu ia temui di toko pastry.

L'Amour Da Ma Vie Where stories live. Discover now