- Mengejar mimpi

657 87 10
                                        

Hi, Kenalin, nama aku Sienna Putri Dahayu, akrab di panggil dengan sapaan Sienna atau Nana, usiaku sekarang sudah menginjak 24 tahun. Sejak kecil aku memiliki cita-cita keliling dunia, salah satu kota impian yang ingin aku kunjungi adalah Paris.

Terlahir dari keluarga berkecukupan, dan gentik kecerdasan, membuatku merasa memiliki banyak privilege. Beberapa waktu yang lalu aku mencoba apply beasiswa kuliah S2 di salah satu kampus terbaik yang ada di Prancis, yaitu Sorbonne University.

Waktu menunjukan pukul 7 pagi, matahari sudah menyinari belahan bumi, semua orang berlalu-lalang melakukan aktivitas masing-masing, terkecuali Sienna yang saat ini masih merebahkan diri di kasur. Cahaya mentari semakin terang, menelisik ke celah-celah jendela kamar yang pada akhirnya membangunkan putri tunggal dari pasangan Anthony Johan dan Elena Fatma.

Aktivitas pertama yang dilakukan Sienna setelah membuka mata yaitu mengecek ponsel, apakah ada notifikasi penting yang masuk di dalamnya. Sienna meregangkan tubuhnya, "Hoaaam..."

Baru saja layar ponselnya terunlock Sienna di kejutkan dengan salah satu notifikasi email yang masuk dan menyatakan bahwa ia telah berhasil mendapatkan beasiswa France Excellence dari pemerintah Prancis, yang artinya ia sudah resmi di terima sebagai mahasiswa magister di Sorbonne University, Paris.

"Oh my god, is this real?" Beberapa detik Sienna tercengang, ia tak menyangka impiannya untuk tinggal dan study di Paris akan segera terwujud.

"Aaaaaaaa, seneng banget, Paris I'm coming," Sienna berteriak dan berloncat-loncat kegirangan, tanpa berlama-lama ia pun keluar dari kamar dan mencari kedua orang tuanya untuk memberitahu kabar baik ini.

"Mom," panggil Sienna berlari kecil menuruni anak tangga.

"Mom, Sienna otw Paris," terlihat Mama Sienna sedang menata sarapan untuk keluarganya.

"Serius, kamu keterima, sayang?" tanya Elena, Sienna pun mengangguk tersenyum bahagia.

"Yaaah, tapi nanti rumah jadi sepi dong," sebagai orang tua yang memiliki anak satu-satunya, ada rasa sedih saat Sienna akan jauh dari keluarga, walau ia sangat mendukung penuh anaknya dalam meraih pendidikan setinggi mungkin.

"2 tahun doang Mom, nanti kan Mama sama Papa juga bisa jenguk Sienna," ujarnya.

Tak lama kemudian Anthony datang menghampiri anak dan istrinya yang tengah berpelukan, "Ada apa ini, pagi-pagi udah penuh haru?"

"Aku keterima beasiswa di Paris, Pa," ucap Sienna.

"Serius, nak? Jadinya dapat program studi apa?"Anthony pun cukup terkejut sekaligus bangga, ternyata dia mampu mendidik anaknya hingga cerdas walau dari kecil Sienna kerap di manja.

"Geopolitik Seni dan budaya, Pa."

"Papa bangga sama kamu, Sienna, selamat ya sayang, semoga study kamu lancar," Anthony memeluk dan mencium kepala Sienna penuh haru, disusul oleh Elena sehingga kini mereka bertiga berpelukan bersama.

Sienna juga tak lupa menghubungi sahabat satu-satunya yang sudah dekat sejak Taman Kanak-kanak, dia adalah Lalitha Paradina. Ia berencana akan mengajak Litha sapaan akrabnya, pergi hangout dan quality time sebelum keduanya berpisah negara.

"Bisa kan tha, besok kita hangout ke tempat biasa?" tanya Sienna dalam sambungan telepon.

...................................................

"Okay, besok gue jemput ya, see u tha!" tuuttt... panggilan berakhir.

Sienna dan Lalitha memiliki kepribadian yang hampir sama, tak heran jika persahabatan mereka bisa langgeng hingga bertahun-tahun. Selain itu, keduanya sama-sama anak tunggal yang kerap kesepian, dari sana lah awal mereka dekat sehingga keduanya sudah seperti keluarga.

L'Amour Da Ma Vie Where stories live. Discover now