1

13 1 0
                                        

   Renata, gadis yang kini tengah dikejar oleh segerombolan preman.

   Napas gadis itu tersengal, ia berbelok ke arah gang sempit lalu melompati pagar yang tidak terlalu tinggi, rasanya dia sedang bermain game subway surf versi nyata.

  Gadis tersebut semakin mempercepat langkahnya dengan sesekali melirik ke arah belakang dimana para preman itu masih mengejar dirinya.

   Sial, batin gadis itu mengumpat, matanya meliar berusaha mencari tempat yang sekiranya bisa menjadi tempat bersembunyi.

Flashback

   Renata bersenandung kecil dengan mulut yang mengemut setangkai permen, ia baru saja pulang sekolah dengan berjalan kaki, saat melihat gerombolan preman yang sedang berkumpul ide gila muncul di otaknya, “gimana kalo gw lempar batu ke sana terus lari” ia membatin.

   Entah mendapat keberanian dari mana ia benar-benar melemparkan batu ke gerombolan preman tersebut, batu itu tepat mengenai kepala salah satu preman yang rambutnya botak di tengah.

"Eh anjir, maaf  bang sengaja!!"

   Ia kemudian lari terbirit-birit dengan sesekali merutuki kebodohannya,
ngapain si gw tadi, dongo banget”.
Ia melirik kebelakang dimana preman- preman itu sudah mengejar dirinya, permen yang sedang dia makan pun terjatuh, “ah elah pake jatoh segala, biarin dah yang penting sekarang gw kabur”.

Flashback off

   "Uraaaa!!!!" Gadis tersebut tiba-tiba berteriak dengan mata terpejam, ia kembali berbelok dan memasuki gang yang lebih sempit, kemudian melompat kedalam tong kosong dan menutup nya dari dalam.

   Ia memegang dadanya yang berdetak kencang, "mampus, semoga gak ketahuan dah".

   Tanpa diketahui para preman, gadis itu berhasil bersembunyi di dalam tong kosong yang terletak tepat di samping mereka.

"Ini mereka udah pada pergi belum si, lama amat mana ngantuk karena kemaren begadang, gara-gara si Juned ngingetin tugas ini!" Batin Renata menggerutu, ia pasrah dan menunggu para preman itu benar-benar pergi.

   Hari mulai gelap Renata masih berada di dalam tong tersebut, pada saat menunggu para preman itu pergi Renata malah tertidur pulas, kurang lebih 3 jam dia tertidur di dalam tong tersebut.

   Hingga saat tong tersebut bergoyang oleh seseorang Renata terbangun dengan panik lalu keluar dari tong tersebut.

"eh bang maaf tadi saya gak sengaja sumpah demi pocong ngesot" ucapnya dengan sedikit linglung sembari menyatukan tangan, maklum nyawa belum ngumpul.

   Orang yang menggoyangkan tong tersebut menyatukan alisnya bingung, "loh pantes tong-nya berat padahal kosong, ngapain neng diem di sini?, keluar saya mau pake tong ini" ucap bapak-bapak bernama surto.

Renata yang sadar bahwa bapak-bapak tersebut bukan salah satu preman tadi cengengesan, "loh, saya kira tadi bapaknya preman" ucapnya sembari keluar dari tong itu.

"Maaf ya pak tadi saya sembunyi disini terus ketiduran, untung ada bapak juga yang ngegoyangin tong ini kalo enggak saya gak bakal bangun kayaknya" ucapnya menundukkan kepala kemudian mendongak menatap langit yang kian menggelap.

"Yaudah gak papa, neng nya sekarang pulang aja udah hampir malem ini bahaya buat gadis apalagi sendirian" ucap surto.

"euh, anu pak bisa anterin saya ke pinggir jalan gak pak? Saya gak tau jalannya hehe" ucapnya sembari menggaruk tengkuk yang tak gatal.

"Aduh gimana ya neng, bukannya-" ucapan surto terpotong.

"Tenang saya bayar kok pak" ucap Renata.

"kalo gitu sekalian saya anterin deh sampe rumah neng nya, kebetulan saya tukang ojek" ucap surto memasuki salah satu bangunan di gang tersebut kemudian mengeluarkan sepeda motor dan 2 helm.

"Wah boleh juga pak, anter saya ke jalan xxxx lewat perempatan aja ya"
Ucap Renata memakai helm yang di sodorkan kemudian menaiki sepeda motor tersebut.

"Siap neng" ucap surto kemudian mulai melajukan sepeda motor itu melewati gang gang sempit, hingga sampai di jalan yang ramai oleh kendaraan beroda dua maupun roda empat.

TBC.

Pak surto sampe ningalin tong nya gitu aja ckckck.
Surto:"eits yang pentingkan duit dulu" sembari menggesekkan jari jarinya.

Pendapat setelah baca bab ini?

segitu dulu untuk bab pertama ini terimakasih untuk yang udah baca cerita ini.

Kalo ada typo atau kata yang kurang tepat mohon bantu koreksinya.

pertama kali publish cerita soalnya kebanyakan cerita di simpen di draft  kagak di publish hehe (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠).

See you next chapter ⊂⁠(⁠(⁠・⁠▽⁠・⁠)⁠)⁠⊃

RenataWhere stories live. Discover now