ʜᴀᴘᴘʏ ʀᴇᴀᴅɪɴɢ
(*ᴛʏᴘᴏ ʙᴇʀᴛᴀʙᴜʀᴀɴ, ʜᴀʀᴀᴘ ᴍᴀᴋʟᴜᴍ)
★~(◡﹏◕✿)
T
enyata angan tetaplah angan. Pada akhirnya kebesaran hati nya mengalahkan rasa bencinya. Menunda segala sesuatu yang sudah ia rencanakan jauh-jauh hari. Demi sebuah rasa kemanusian.
Bayangkan saja, siapa yang mau repot mengurusi orang sakit, padahal orang itu juga penyebab pesakitannya.
Jungkook, membawa dirinya untuk bertemu seseorang yang sudah membantunya keluar dari pesakitan dan trauma selama ini. Kali ini bukan untuk penyembuhan dirinya, melainkan untuk seseorang yang berasalan ingin sembuh namun dengan ia sebagai perantara.
Ia bersedia, dengan catatan jika Taehyung menuruti semua yang Jungkook pinta. Termasuk bubuhan tanda dari tangan sebagai pertanda jika tidak ada lagi ikatan di antara keduanya.
Taehyung, atas ungkapan yang Baekhyun sampaikan tempo lalu. Meminta dengan penuh harap kepada Jungkook untuk membawanya ke psikoterapi. Bukan tanpa alasan. Taehyung ingin sembuh untuknya, untuk Jungkook tentunya. Meski di katakan terlambat, namun ia akan berusaha.
Pun dengan syarat yang Jungkook ajukan, awalnya terlampau berat menurutnya. Namun menelisik bagaimana sakit yang ia tanamkan sajaknya terlampau keterlaluan, ia hanya pasrah menerima. Taehyung bersedia, berfikir bahwa setidaknya ia berhasil menahan rancana Jungkook untuk pergi. Juga menjadi alasan untuknya bisa menyanding sang puja, meski dengan status yang berbeda.
"Apa kamu yakin, Jung. Pikirkan sekali lagi, bukannya aku tidak ingin membantu. Egois kalau aku mengatakan menolak hanya dengan alasan klise tentang siapa orang itu. Tapi aku mengkhawatirkan kamu, Jung. Susah payah kamu bangun dari semua ini, dan kini seolah kamu menyambutnya lagi!"
"Aku sudah pikirkan semuanya Hyung. Dan hanya dengan cara ini aku bisa terbebas darinya!" Jungkook menjawab.
"Pasti ada cara lain. Aku akan bantu itu, aku punya teman seorang pengacara hebat jika kamu ingin bantuannya, aku bisa menghubunginya. Menurutku ini terlalu riskan Jung. Pikirkan lagi!" Kim mencoba meyakinkan.
"Hanya sebentar Hyung. Jangan khawatir, setelah dia dalam masa terapinya, aku akan segera pergi. Aku hanya ingin memastikan jika ia benar-benar ingin sembuh dari sakitnya. Dan semuanya aku serahkan padamu!"
Kim Bum tersenyum. Bagaimana raut cemas kentara pada wajah ayu Jungkook. Dirinya sudah mendengar bagaimana masa lalu pelik yang menimpa Kim Taehyung. Kemungkinan besar itulah alasan mengapa Jungkook ingin membantu pria itu. "Kamu begitu mengkhawatirkannya? Tercetak jelas dari raut wajahmu!" katakanlah ia cemburu. Kenyataan bahwa Kim Bum masih berharap, namun kelu berucap.
"B-bukan seperti itu Hyung!" Jungkook meremat ujung pakaian miliknya.
"Aku tidak ada hak untuk mengetahui, ataupun mengatakan ini sebenarnya. Tapi sepertinya harus!" Kim Bum menarik nafasnya dalam. "Hatimu masihlah rapuh Jung. Hanya, oke mungkin bagiku itu hanya, tapi tidak tau bagiamana bagimu juga bagi Taehyung. Nyatanya kamu masihlah menaruh empati ketika kamu mendengarkan sepenggal kisah di masa lalu yang membuat Taehyung rusak seperti saat ini. Membuat kamu secepat kilat melupakan tentang luka yang Taehyung berikan selama ini. Apa aku benar?"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝘁.𝘀.𝘀 𝗯.𝘀.𝘀
RandomBagaiman jadinya jika kamu di nikahinya hanya sebagai penutup kebejatannya~~ bxb Taehyung Jungkook Taekook ANGST... jangan salah lapak, yang homophobia minggir....
