ᴅᴜᴀ ᴘᴜʟᴜʜ sᴀᴛᴜ

1.9K 128 53
                                        








Happy reading...


(*typo bertaburan, harap maklum)







★~(◡﹏◕✿)








J

ungkook di nyatakan sembuh total oleh dokter Kim Bum. Sambil menunggu proses perceraiannya, Jungkook menghabiskan waktunya untuk membantu sang Appa mengurus perusahaan. Sebelum akhirnya ia meninggalkan Korea.


Bukan tanpa alasan, Jungkook memang berniat melarikan diri memang. Mengubur semua kenangan tentang mantan suaminya. Bisa di sebut mantan kah, jika sampai saat ini, tidak ada kabar dari Taehyung untuk mengiyakan gugatannya.


Jungkook masa bodo akan hal itu. Yang pasti dirinya tidak lagi berniat untuk melanjutkan rumah tangga bersama sang suami. Jungkook berencana memulai hidup baru di negeri orang. Dengan dalil membuka anak cabang perusahaan milik Appanya yang akan dirinya sendiri kelola.


Terlampau sakit, hingga kini hatinya telah mati. Jungkook tidak mengharapkan pertemuan dengan siapapun. Memulai hubungan dengan orang lain, sama halnya dirinya mengulang kembali sakit yang ia rasakan. Sangat sulit baginya untuk percaya lagi dengan sebuah hubungan. Dan Jungkook menghindar itu karena takut.


Kebetulan yang sama sekali tidak Jungkook harapkan. Kini mertuanya datang tanpa dirinya undang. Jungkook muak, segala sesuatu yang berhubungan dengan Taehyung, ia usahakan menghindar. Namun kali ini ia mencoba meredamkan egonya. Siapa tau Baekhyun datang kemari dengan kabar baiknya, membawa tanda tangan Taehyung dalam akta perceraiannya.


Namun dugaannya salah, Baekhyun datang dengan ungkapan kata maaf berkali-kali bersama deraian air mata yang sama derasnya. Namun sekali lagi, itu tak menggoyahkan hati Jungkook sedikitpun.

Jungkook tidak menyala, tidak juga menenangkan. Membiarkan Baekhyun selesai dengan dramanya yang ia ciptakan sendiri. Hingga hampir 15 menit lamanya, tangisan itu mereda.


"Taehyung sakit, Jung." suara Baekhyun bergetar. Ya kan memang sakit, sakit mental bukan? Batin Jungkook.


"Sakit?" Jungkook sebenarnya tidak mau peduli, hanya sedikit penasaran saja.


"Ya-- satu hal yang tidak pernah sekalipun jujur padamu Nak!"


"Kejujuran yang seperti apa Eomma. Bukankah selama ini tidak ada kejujuran sedikitpun selama kami bersama?" Jungkook menantang.


"Dia terlalu takut Jung. Takut kamu akan tersiksa dengan sakitnya!"


"Lagi-lagi sakit dan sakit yang Eomma katakan. Sakit yang seperti apa hingga Eomma pun ikut menutupi kebejatannya!" Jungkook menyeringai, ketika Baekhyun menggeleng kepalanya brutal, seolah tidak membenarkan ucapan Jungkook.


"Eomma tidak menutupi itu Jung, Eomma hanya tidak ingin kamu tersiksa ketika Taehyung hilang kendali. Begitupun Taehyung, dia melakukan semua ini karena tidak ingin menyakiti kamu. Orang yang dirinya cin--- cukup Eomma. Aku semakin tidak mengerti dengan sakit dan tersiksa yang Eomma katakan. Nyatanya aku sudah sakit dan tersiksa lebih dari yang Eomma katakan. Kalian semua penipu, dan tolong segera bebaskan aku! Katakan pada Taehyung, Ma. Aku akan lebih sakit jika dia tidak segera melepasku, bukankah seharusnya dia senang ketika aku minta pisah? Dia lebih leluasa melakukan apapun, tanpa peduli lagi jika ada yang tersakiti!" Jungkook memotong ucapan Baekhyun yang terkesan berbelit-belit.


𝘁.𝘀.𝘀 𝗯.𝘀.𝘀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang