ᴅᴇʟᴀᴘᴀɴ ʙᴇʟᴀs

1.3K 96 24
                                        







Happy Reading...


(*typo bertaburan, harap maklum)







★~(◡﹏◕✿)







Taehyung segera pulang setelah mengurus kedua jenazah putranya dan juga bermain-main dengan Jihoon sebentar. Bermain dalam artian menyiksa Jihoon karena di anggap lalai menjaga buah hati mereka. Jihoon tidak lagi tinggal di rumah yang biasa mereka tinggali, kini dirinya di bawa ketempat dimana Taehyung sering menyiksa para penghianat.


Kekosongan hunian saat Taehyung masuk ke dalam mansion yang ia tinggali bersama istri. Sama sekali tidak terlihat atensi Jungkook di sana. Bahkan maid mengatakan jika Jungkook tidak pulang sejak semalam. Bodoh memang, Taehyung merutuki kebodohannya sudah membentak Jungkook kemarin. Menyesal pun percuma, ponsel milik Jungkook pun ikut senyap saat ini.


Tidak ingin berlarut, Taehyung bergegas menuju tempat yang sangat ia yakini keberadaan istrinya. Mansion utama Jeon.


"Eomma...?" sapa Taehyung ketika sampai di kediaman Jeon.


"Loh, Taehyung? Pagi sekali, mana Jungkook-- deg." sahutan Luhan membuat Taehyung mengerutkan dahinya, dangan jantung yang menegang. Jungkook tidak ke sini, lalu kemana? Batin Taehyung.


"A-ah iya Eomma. Ju-jungkook di rumah. Itu m-mm, Tae di suruh mengambil barang miliknya yang tertinggal, iya--." kikuk Taehyung, berharap alibinya dapat di terima.


"Barang? Barang apa memang. Mm ya sudah kamu ambil di kamarnya saja kalau begitu!"


"I-iya Eomma. Tae akan mencarinya. Tae mohon izin Eomma!" berhasil, kemudian Taehyung menuju kamar Jungkook, entah apa yang akan ia cari untuk menguatkan aktingnya. Ia akan pikirkan setelah sampai di kamar istrinya.


Luhan menatap punggung yang menaiki tangga itu, tangannya terkepal kuat, dengan seringai yang menghiasi majah indahnya.


"Surprise... Kkkk?!" teriak Luhan dalam hati.






★~(◡﹏◕✿)




Taehyung membuka pintu kayu berwarna pastel itu. Mendorong ganggang pintu itu pelan, seketika aroma sang istri menguar di dalam sana. Aroma yang selalu ia rindukan, aroma yang menjadi candunya sedari dulu.


Melangkahkan kakinya pelan menuju nakas, mencari-cari sesuatu yang dapat ia gunakan sebagai alibinya. Gotcha, parfum,  beberapa botol parfum yang berjejer rapi di sana. Ya, Jungkook suka sekali mengoleksi parfum. Berbagai jenis dan merk dari berbagai negara, ada. Taehyung mengambil beberapa botol lalu mengambil paper bag kecil yang entah kebetulan berada di sana.


Tidak semua, hanya sekitar tiga botol yang akan ia bawa. Pasalnya di mansion nya sendiri, telah banyak berjejer parfum yang serupa. Dan tentu semua milik sang istri.

𝘁.𝘀.𝘀 𝗯.𝘀.𝘀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang