Chapter 02

941 23 4
                                        

❗WARNING❗
MENGANDUNG KONTEN DEWASA DAN BAHASA FRONTAL.

A/N; yang umurnya belum cukup tolong skip aja.

A/N; yang umurnya belum cukup tolong skip aja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Waktu menunjukkan tepat pukul 00.00 tengah malam. Suara dentuman musik sama sekali tak terdengar dari dalam ruangan yang Dominic pesan. Kemudian, setelah melepaskan semua pakaian Shinee, Dominic mengikat kedua tangan Shinee dengan dasi berwarna merah maroon miliknya.

Ia lalu berdiri menuju meja, lantas mencelupkan jarinya ke dalam gelas berisi wine. Dominic merendam jarinya selama 10 detik dalam gelas, sesekali melirik kearah Shinee yang masih memperhatikan dirinya.

“Anda ingin melihatku mencapai kenikmatan dengan jari itu?” tanya Shinee menatap Dominic sedang mengolesi jari tengahnya dengan wine, kedua tangan Shinee terikat erat, dan tubuhnya terbaring diatas ranjang menghadap Dominic. “Aku senang melakukan ini,” jawab Dominic singkat dengan seringai.

Shinee semakin mengerti mengapa Dominic ingin merekam aktivitas mereka, rupanya wanita itu  menerka bahwa Dominic memiliki fetish yang cukup aneh. “Apa anda belum pernah merasakan bagaimana rasanya bercinta dengan big cat anda sendiri?” tanya Shinee langsung disusul dengan senyum getir.

“Tidak sopan merendahkan big cat, señorita. Kau bahkan tidak tahu apapun tentangnya,” sahut Dominic berjalan mendekati Shinee, setelah duduk di atas ranjang, ia lalu membuka lebar kedua paha Shinee. Lantas Dominic langsung memasukkan jari tengahnya ke dalam milik Shinee secara tiba-tiba.

Bulu-bulu halus Shinee bergidik saat jari tengah Dominic menembus miliknya. Raut wajah Shinee seketika berubah, dahinya mengernyit terkejut merasakan sedikit rasa sakit, pipinya juga memerah. “Lihat, milikmu menghisap jariku,” lanjut Dominic tersenyum bangga lalu langsung mencabut jarinya, pria itu menjilat dan mengulum habis jari tengahnya sendiri hingga ke pangkal.

“Aku tidak bisa menolak karena anda telah membayar tubuhku,” lirih Shinee sambil menyilangkan kedua kakinya, wanita itu berusaha agar tidak terlihat bahwa satu tusukan jari Dominic tadi berhasil membuat miliknya berkedut. “Jangan menatapku seperti itu, aku hanya ingin kau menjadi liar.”

Perlahan Dominic mendekatkan tubuhnya pada Shinee, ia berbisik sambil meraba dada Shinee.  Wanita itu mendesah kecil, berusaha mengulum bibirnya agar tidak mendesah lebih kuat. “Bukan itu yang ku mau,” Dominic berbisik lagi, namun kali ini ia menjamah leher Shinee dengan lidahnya.

Kemudian, melumat perlahan-lahan pundak Shinee, lalu melanjutkannya dengan melahap habis dada Shinee. “Señor,” lirih Shinee tak tahan, tubuhnya dibuat menggeliat hanya dengan lidah Dominic. Pria itu menjilat hampir semua permukaan dada hingga perut Shinee.

BITCH; Male Conqueror | On GoingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang