Happy reading...
(*typo bertaburan, harap maklum)
★~(◡﹏◕✿)
Satu minggu setelah kejadian itu, perusahaan Taehyung tidak baik-baik saja. Sama sekali tidak ada artis dari agensinya yang mendapat panggung. Seolah nama boy band dan girl band di sana tenggelam di tengah gempuran artis pendatang baru. Bahkan penarikan saham masih saja berkelanjutan. Sudah di pastikan jika pendapatan mereka juga semakin menurun.
Jika dulu, ada Sohee yang membantunya. Kini Sohee di nyatakan meninggal dunia dengan mayat yang mengapung di sungai han. Malam itu, malam di mana Sohee dan Taehyung bertengkar. Sohee memilih mengakhiri hidupnya, tidak sanggup lagi menanggung malu dengan apa yang terjadi saat itu. Taehyung, tentu tau, namun dia semakin melebarkan senyuman ketika melihat semuanya. Dirasa jika tidak ada lagi kekhawatiran tentang hubungan gelapnya yang akan terbongkar setelah ini.
Namun kembali lagi. Semua tidak lagi sama, bukan membaik, malah semakin rumit.
Kini Jungkook dan Taehyung tengah menuju kediaman Jimin dan Yoongi. Mereka mendapat undangan makan malam untuk penyambutan jabang bayi. Ya, Jimin dinyatakan mengandung dengan usia kandungan berjalan 2 minggu. Sebuah kabar yang tidak terduga dari mereka. Pasalnya belum ada ikatan pasti di antara keduanya. Mereka memang menjalin kasih, namun sampai saat ini belum ada rencana dari Jimin dan Yoongi untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Entah apa yang membuat keduanya mengurungkan itu, yang pasti Jungkook merasa kecil di tengah kabar bahagia ini.
Bagaiman tidak, sebuah kabar yang juga ia nantikan selama bertahun-tahun, nyatanya harus terpendam sejak sang Ayah tidak menginginkannya. Membuangnya bahkan sebelum mereka terlahir di dunia. Semakin tertampar ketika kandungan miliknya tidak lagi sehat, hanya 50% perkiraan dirinya untuk bisa hamil kembali. Hancur, tentu saja. Namun jika pun ia di berikan pilihan, tiada sudi lagi ia mengandung buah hati dari iblis di sampingnya ini. Sumpah mati, ia tidak akan mengizinkan benih itu tumbuh di sana. Jungkook akan pergi setelah ini, tanpa ada ikatan apapun yang membelenggunya.
"Sayang, apa yang kamu pikirkan?" tanya Taehyung dengan meraih tangan mengepal di sampingnya. Dan satu tangan lagi memainkan setir mobilnya.
"Tidak Hyung. Aku hanya membayangkan wajah Jimin yang tersenyum bahagia setelah mendapat kabar ini." jawab Jungkook, tanpa menoleh sedikitpun. Melirikpun tidak ia lakukan.
"Kamu benar sayang. Bahkan Yoongi kegirangan saat di agensi tadi. Kepanikan Yoongi saat Jimin tiba-tiba pingsan terbayar dengan kabar bahagia itu." cerita Taehyung.
Jungkook tersenyum culas. "Kapan aku seperti Jimin Hyung ya!" terpaksa Jungkook tolehkan kepalanya untuk menatap Taehyung. Begitu penasaran dengan reaksi sang empu.
"Sebentar lagi hm. Kita pasti mendapatkan Baby seperti mereka." jawaban Taehyung begitu tenang, seolah tiada beban sama sekali.
"Semoga saja." singkat Jungkook. Apa yang ia harapkan memang, tidak ada.
"Cha... Kita sampai." ucap Taehyung setelah memasuki pekarangan mansion Yoongi.
"Hyung lebih dulu saja. Aku ingin ke toilet sebentar!" jawabnya, lalu melenggang begitu saja. Jungkook sudah hafal di mana letak kamar mandi di mansion ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝘁.𝘀.𝘀 𝗯.𝘀.𝘀
RandomBagaiman jadinya jika kamu di nikahinya hanya sebagai penutup kebejatannya~~ bxb Taehyung Jungkook Taekook ANGST... jangan salah lapak, yang homophobia minggir....
