ᴛɪɢᴀ ʙᴇʟᴀs

1.2K 78 10
                                        







Sidang perceraian Seokjin dan Namjoon telah usai satu jam yang lalu. Namjoon memandang sendu seseorang yang sudah menemaninya hampir 7 tahun lamanya. Kini hanya dalam waktu tidak genap dua jam, semua telah berubah. Seseorang yang ia eluhkan akan menjadi satu-satunya di hidupnya kini bagaikan orang asing.



Seokjin tetap menampilkan wajah tegar meski kini hatinya remuk redam. Kepercayaan yang ia tanamkan selama ini, nyatanya tak terbalaskan. Sekali lagi ini adalah karmanya, penyesalan yang akan ia ingat sepanjang masa. Tabur tuai memanglah ada. Mungkin ini belum seberapa. Tapi setidaknya ia akan memperbaiki ini.



Blug



"Sialan apa maumu hah?!" kaget Seokjin yang tiba-tiba mendapat pukulan dari seseorang.



"Kamu yang apa-apaan. Apa yang kamu katakan pada Jungkook Hah?!" kini Taehyung mencengkeram kerah kemeja Seokjin.



Namjoon di seberang juga ikut kaget melihat kejadian tiba-tiba ini. Dari mana asalnya Taehyung, dia hanya pergi bersama pengacara dan Yoongi yang menemani. "Hentikan Tae?!" cegah Namjoon, kini menahan Taehyung yang ingin melayangkan pukulan lagi.



Cuichhh



Seokjin meludahkan darah yang ada di sudut bibirnya. Tonjokan Taehyung tidak main-main ternyata. "Ini belum seberapa Tae. Aku akan membongkar semuanya, tidak lagi di depan Jungkook, melainkan semua media pasti akan mengungkap kebusukanmu sebentar lagi?!" sinis Seokjin.



"Kkkk... Kamu pikir aku takut Seokjin-shi. Tidak, lakukan saja, toh mereka tidak akan  percaya dengan kata-katamu?!" tunjuk Taehyung tepat di depan wajah Seokjin.



Seokjin menepis. "Cih, lihat saja nanti?!"



"Brengsek, kamu berani mengancamku?!" lagi-lagi Taehyung ingin melayangkan tinjuannya. Dan kini Namjoon mulai geram.



"Sekali lagi kamu memukulnya, aku tidak segan-segan membalasmu Tae?!" bentak Namjoon.



"Hahahaaa... Kau membelanya Joon?!"



"Tentu, dia ist--?!"



"Aku bukan siapa-siapamu lagi sialan, tidak usah berpura-pura membelaku. Aku tidak butuh?!" setelahnya Seokjin meninggalkan mereka.



"Jin Hyung, tunggu, aku ingin bicara?!" kini giliran Namjoon mengejar Seokjin. Menyisakan Taehyung yang kini di tenangkan oleh Yoongi.



"Aku sudah melarangmu untuk tidak datang dan merusuh di sini. Lihat sekarang, kita jadi bahan tontonan semua orang. Jangan sampai mereka mencari tau yang sebenarnya dan kamu akan menyesali itu Tae?!" ucap Yoongi, kini menarik Taehyung untuk segera meninggalkan tempat itu.







"Apa lagi, stop di sana. Aku jijik melihatmu?!"



"Dengar Hyung. Aku tidak akan menjelaskan apapun. Karena aku kalah, aku mengakui jika aku salah. Aku minta maaf Hyung. Tapi sungguh, aku sangat menyayangimu?!" jeda Namjoon sejenak, kini ia merasakan titik terendahnya. Dimana ia benar-benar akan berpisah dengan orang yang berarti baginya.



"Semua tidak akan merubah apapun Joon?!" kini Seokjin mencoba mengontrol emosinya. "Kamu tau bukan, aku sangat tidak menyukai penghianatan. Meskipun aku hidup dalam dunia fana itu, tapi aku juga manusi biasa, aku berharap jika pasanganku tidak melakukan itu. Tapi apa yang ku dapat?!"

𝘁.𝘀.𝘀 𝗯.𝘀.𝘀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang