sᴇʙᴇʟᴀs

1.1K 94 17
                                        







Hari ini Jungkook benar-benar pulang. Pulang atas kemauan sendiri tanpa paksaan dari siapapun. Kini ia dan Taehyung tengah makan malam bersama.

Tidak ada percakapan di antara keduanya. Hanya dentingan alat makan yang menggema. Jungkook jelas melihat wajah kusut Taehyung yang seolah banyak masalah. Tentu dia tau apa penyebabnya. Namun untuk bertanya, rasanya enggan. Biarkan saja. Dalam hati ia tersenyum puas. "Ini baru awal Hyung, mari nantikan sisanya?!" batin Jungkook menggebu.

"Sayang, jika ada seseorang yang mengatakan hal tidak-tidak tentang Hyung. Aku harap kamu tidak mempercayainya?!" celetuk Taehyung, entah kenapa pikiran buruk tentang kaburnya tahanan kemarin, kini ia takut jika membongkar kebusukannya.

Jungkook akan memainkan perannya mulai saat ini. "Tentu Hyungie, bukankah selalu begitu. Aku hanya percaya Tae Hyung, tidak orang lain?!" senyum manis Jungkook di bibir sama sekali tidak menggambarkan senyuman devil di hatinya.

"Terima kasih sayang. Kamu sudah memberikan kepercayaan itu?!" balas Taehyung.

"Maka aku harap Hyung tidak akan menggoyahkan kepercayaanku?!" jawab Jungkook, kali ini dengan nada yang cukup serius. Membuat atmosfer di sana sedikit mencanggungkan.

Dan benar saja, kini Taehyung ada melihat aura Jungkook yang berbeda dari biasanya. "Te-tentu, tidak akan pernah Hyung khianati kepercayaanmu itu?!" ucap Taehyung sedikit terbata.

"Bullshit?!" batin Jungkook. Namun ia tetap mempertahankan senyum indahnya.



Setelah selesai makan malam, keduanya memutuskan untuk menuju kamar mereka. Jujur Jungkook rasanya enggan untuk tidur sekamar dengan Taehyung. Apalagi sampai harus berhubungan, oh ayolah. Dia jijik membayangkan itu. Bayangkan dia akan memakai penis yang sama dengan mereka. Astaga, semoga Taehyung kali ini tidak mengajaknya berhubungan.

"Ada apa denganmu sayang, kamu terlihat gelisah, hm?!" tanya Taehyung yang melihat Jungkook melamun di depan meja rias.

Jungkook berjingkat, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri yang meremang kali ini. Apalagi Taehyung yang memeluknya dari belakang dan berbisik di telinganya. "Mmm ti-dak apa Hyung. Aku ingin tidur. Hoammm... Selamat malam Hyungie?!" dilepasnya kaitan tangan di perutnya secara perlahan, lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang, ia berharap jika Taehyung tidak curiga dengan sikapanya.

Dan Taehyung yang melihat Jungkook seperti itu, hanya mengedikan bahu. Mungkin memang istrinya sedang mengantuk kali ini. "Selamat malam, Baby?!" di susulnya sang istri yang lebih dulu berbaring, lalu menyelinapkan tangannya di perut rata sang istri.

"Hm?!" gumam Jungkook. Ia lolos malam ini, semoga malam-malam berikutnya juga seperti ini. Sampai di mana ia benar-benar bisa pergi bebas dari orang yang kini memeluknya erat. Sakit hatinya belum terbalaskan, ia harus bertahan untuk itu. Semoga dia kuat.

Bisa saja ia mencampurkan racun dalam makanan Taehyung. Tapi bukan mati seketika yang ia inginkan, tapi mati secara perlahan. Bukankah itu terdengar lebih menyenangkan.






❣❣❣






Plakkk

"Apa yang kamu lakukan Hyung?!" kaget Namjoon ketika tiba-tiba di tampar oleh Seokjin. Sedang sang pelaku kini menatap nyalang.

"Kau mengkhianatiku Joon?!" teriak Seokjin.

"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan Hyung?!"

𝘁.𝘀.𝘀 𝗯.𝘀.𝘀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang