Satu minggu kemudian...
Jungkook tidak lagi di awasi begitu ketat seperti hari-hari kemarin. Bodyguard yang berjaga pun tidak sebanyak biasanya. Tapi cctv masihlah setia berada di tempatnya. Tak apa, asalkan ia tidak seperti di tahanan saja di rumah sendiri. Pergerakannya semua di awasi, membuat dia merasa begitu sesak.
Itulah sebabnya ia merasa jika Taehyung benar-benar menyembunyikan sesuatu. Sesuatu yang memang tidak boleh ia . Dia mencoba minta tolong kepada teman-temannya, namun sampai saat ini tidak ada jawaban. Ia bertekad mencari tau sendiri, namun pergerakannya selalu di batasi. Hanya tinggal satu nama harapannya, ya dia akan menemui orang itu.
"Hyung?!" tanya Jungkook kepada orang di depannya.
"Ya sayang?!" jawab Taehyung yang masih setia mengelus rambut halus istrinya. Mereka sedang cudlle di atas tempat tidur.
"Boleh aku bertanya?!" ucap Jungkook yang masih dengan tatan datarnya.
"Tentu sayang. Tanya apa hm?!" sambil di ciuminya pucuk kepala Jungkook.
"Apa yang Hyung lakukan jika aku bermain di belakang Hyungie?!" di angkatnya padangan tepat di netra suaminya. Menatap lekat, seolah menunggu jawaban melalui ekspresinya. Kalau kata orang mata tidak bisa bohong, ia akan mencoba menafsirkannya.
Taehyung yang mendengar hal itu awalnya blank, tidak menduga sama sekali arah pembahasan Jungkook pada akhirnya sampai kesini. Namun setelahnya ia mencoba menetralkan ekspresinya, seolah yang Jungkook tanyakan tidaklah memiliki makna berarti.
Di terbitkannya senyum menawannya, lalu mulai berkata. "Aku yakin jika dirimu tidak akan melakukan itu, Baby?!"
"Bagaimana kalau aku memang melakukan itu?!" kekeh Jungkook. Dan lagi-lagi, senyuman Taehyung tetap mengembang.
"Hahaha... Lucu sekali istriku ini. Kenapa tiba-tiba bertanya seperti ini hm. Aku tau, pasti kamu terbawa suasana oleh film yang kamu tonton kan sayang. Ya ampun sayang, itu hanyalah cerita fiksi, jangan di bawa dalam dunia nyata. Tidak ada yang seperti itu hm?!" jawab Taehyung.
"Film ya. Bukankah sebuah film juga berdasarkan kisah nyata seseorang. Atau memang menceritakan kehidupan yang di alami seseorang. Tidak semua film hanya karangan fiksi, hyung. Nyatanya kebanyakan dari cerita yang di sampaikan memeng di alami oleh kebanyakan orang. Hanya saja mereka tidak mengumbarnya?!" ucap Jungkook panjang lebar, hingga membuat ekspresi Taehyung berubah seketika, dan itu terekam jelas oleh penglihatan Jungkook. Sepertinya ia sudah menemukan jawaban itu lewat mata Taehyung.
"Kenapa Baby berbicara seperti itu. Apa Baby sedang menceritakan kisah Baby. Ayo jujur pada Hyung, kamu bermain di belakang Hyung, begitu?!"
"Entahlah, bagaimana kedepannya, tidak ada yang tau?!" santai Jungkook dengan senyum manisnya.
Nyatanya ucapan santai Jungkook, mampu membuat Taehyung meradang. "Apa maksudmu Jeon?!" suara dalam Taehyung namun kali ini tidak mampu menggoyahkan Jungkook. Biasanya Jungkook akan menciut jika suaminya hanya memanggil marga seperti ini, namun kali ini ia mencoba menahan, walau ada sedikit ketakutan di lubuk hatinya.
"Hahaha... Lucu sekali ekspresimu Hyung, aku hanya becanda. Kalau begitu jawab donk Hyung?!" gelak tawa Jungkook mencoba menetralkan ekspresinya.
"Bercanda mu tidak lucu?!" masih dengan muka datarnya. Hingga Jungkook mengimbangi dengan mode seriusnya.
"Oke oke. Coba deh sekarang Hyung memberi pertanyaan itu kepadaku?!" datar Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝘁.𝘀.𝘀 𝗯.𝘀.𝘀
RandomBagaiman jadinya jika kamu di nikahinya hanya sebagai penutup kebejatannya~~ bxb Taehyung Jungkook Taekook ANGST... jangan salah lapak, yang homophobia minggir....
