ᴛɪɢᴀ

1.2K 80 18
                                        







"Suatu saat kalian akan menyesali semuanya?!" ucap seseorang.

"Hentikan omong kosong mu?!"

"Kkkkkkk... Aku yakin Tuan Muda tak sebodoh itu untuk tidak tau perbuatan busuk kalian?!"

"Diamlah... Jika kamu juga menikmati hasilnya?!" smrik orang itu.

"Pok. Surat pengunduran diri milikku. Semoga kalian cepat sadar. Bersenang-senang di atas penderitaan orang lain bertahun-tahun lamanya, tidak akan pernah abadi Bung. Karma menanti kalian?!" ucapnya sambil melempar map di depan orang itu.

"Kau terlalu kuno. Bangunlah, kita bukan hidup di masa genta buana?!" ejek orang itu. (*njir, ngapain nyasar ke indos**r gue).

"Kita lihat saja nanti. Yoongi Hyung?!"

"Dan jika terjadi sesuatu, itu berarti kau penyebabnya, Hobi-shi?!"

"Ternyata hanya sampai di sini nyali kalian?!" ejek Hobi.

"Kau berani mengancam ku. Urusanmu bukan lagi denganku?!" sinis Yoongi.

"Bwahahaha... Jangan mencuri jika takut ketahuan, Suga Hyung. Kalian menjijikan, cuihhh?!" ucap Hobi lalu berlalu dari sana.

Dan senyum devil Yoongi mengembang di sana. "Hanya serangga kecil. Tepuk sekali saja juga mati. Berani-beraninya menantang kami?!"

.






.






.

Menjelang siang, Jungkook kini tengah berkutat dengan peralatan dapurnya. Sudah kebiasaannya sejak empat tahun membina rumah tangga bersama Taehyung. Ia akan selalu mengantarkan makan siang ke perusahaan suami. Pasalnya Taehyung tidak akan makan, jika bukan masakan dan suapan dari Jungkook. Manja sekali memang.

"Selesai?!" ucap Jungkook setelah selesai berkemas.

Setelah selesai berkemas, Jungkook kemudian bersiap menuju perusahaan sang suami.

...

"Nyonya Kim?!" ucap resepsionis.

"Hai, Nuna Hana. Apa Hyung ada di ruangannya?!" tanya Jungkook.

"Sepertinya beliau sedang di lantai 19, Nyonya. Sedang meeting dengan member Blackpink untuk perilisan album terbarunya?!" jawabnya.

"Oke baiklah. Akan aku tunggu di ruangannya saja. Terima kasih?!" ucap Jungkook lalu pergi dari sana. Dan hembusan nafas panjang terdengar sari sang resepsionis.

...

"Hai Jung, baru datang?!"

"Ah iya Jinie Hyung. Loh Hyung tidak ikut meeting?!" tanya Jungkook.

"Tidak, sudah ada Jimin dan Yoongi bersama Taehyung. Aku ada usrusan sebentar dengan Namjoon?!" jawab Seokjin.

"Ah begitu?!" Jungkook mengangguk.

"Bagaiman kalo kita menunggu Taehyung selesai sambil mengobrol dulu?!" tawar Seokjin.

"Apa Hyung sudah selesai?!" tanya Jungkook. Takut kalau sekretaris suaminya ini sibuk.

𝘁.𝘀.𝘀 𝗯.𝘀.𝘀Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang