1st Chat

7.1K 293 7

Note:
Cerita ini di repost.

■■■■■■■■■■

"Pulang bareng?"

"Sendiri."

"Ok."

What the hell!? Ya 'kan aku ini pacarnya dan ketika dia mau mengantarku pulang harus bertanya dulu begitu? Ugh. Dia mengatakan 'ok' seperti dia tidak mengkhawatirkanku sama sekali.

Ih ngeselin emang.

Yang tadi itu Delano, pacarku yang dingin, I mean bukan dingin karena cool and stuff tapi dia memang sifatnya yang sama sekali tidak perhatian. Dia aneh, freak, ngeselin, pendiam, tapi sama sekali bukan nerd secara dia termasuk anak tim basket putera di SMA kami.

Aneh 'kan!? Secara anak basket tuh populer semua, bisa dibilang dia introvert termasuk padaku, pacarnya. Sudah kubilang dia memang aneh, aku juga merasa sama anehnya, bisa-bisanya nerima dia jadi cowokku.

Tapi dia manis, kayak penguin.

Itu mulu alasannya.

Nyeseknya itu ketika dia sama sekali tidak mengucapkan bye or something tapi malah jalan duluan meninggalkanku. Aku merasa menjadi pacar paling miris sedunia!

Dengan hati yang masih kesal aku memilih mengunjungi 747 Cafe. Kafe ini memang di desain khusus untuk kenyamanan pengunjung yang menginginkan ketenangan, dengan begitu setiap meja yang disediakan hanya untuk 1 orang. Tapi kalau ada yang datang lebih dari 1 orang, kafe ini juga menyediakan tempat untuk keluarga dan teman di lantai 2.

Well, karena aku datang sendiri ya, aku memilih di lantai 1 dan duduk di salah satu meja dekat kasir yang lumayan terpencil. Aku memesan jus semangka dan banana split.

Sambil menunggu pesananku datang, aku membuka laptopku dengan niat ingin menyelesaikan tugas paper Sosiologi tapi, sebuah pesan LINE masuk dan mengambil alih perhatianku


Dari Stefan D.

Stefan. D: Hei :)

Siapa Stefan? Aku mencoba mengingat-ingat tapi aku rasa aku tidak mempunyai teman yang bernama Stefan. Penasaran, aku pun membuka profilnya, 0 post dan foto profilnya pun hanya gambar laki-laki yang memegang es krim sebatas leher tanpa menunjukkan wajah lelaki tersebut.

Aku membaca ulang pesan itu sebelum beberapa detik kemudian aku menyesalinya. Inginnya aku abaikan tapi sudah terlanjur di read lantas aku jadi tidak enak juga.

CHALINE: Siapa ya?

Aku berusaha membalas pesan tersebut secool mungkin, lagipula aku malas sekali menanggapi hal seperti ini. Aku sama sekali tidak tertarik berkenalan lewat media sosial.

Stefan. D: Di add back dulu dong :) baru kenalan

Aku mendengus membaca pesannya, baru kenal kok udah main nyuruh aja.

Tapi akhirnya aku malah ngeadd back dia juga, kalau pada akhirnya dia orang yang menyebalkan ya gampanglah tinggal block saja nanti.

CHALINE: udh

Aku membalas singkat karena kesal, ya paling dia illfeel lalu akhirnya hanya di read saja olehnya. Bagus.

Secret ChatBaca cerita ini secara GRATIS!