C . R . U . S . H . ?

6.5K 224 10

Wah, cepat sekali kalian membuat votes menjadi 50++, author nya jadi malu *senyum ga jelas*

SO HELLO! WELCOME BACK TO BDSL! (apaansih kaya acara aja)

CUS SAJA LANGSUNG KE CERITA!!

author PoV
Valencia berjalan pelan ke cafe, sweater striphitam putih, rok 10cm diatas lutut, flatshoes hitam, kacamata hitam bertuliskan 'cross my heart hope to die ; stick a needle in my eye ' , cover iPhone bertuliskan Don't be a whiny little shit dan Choker yang dibuat Valencia sendiri menyempurnakan penampilannya

"Eh, si curut baru dateng" desis Ursula membuat Valencia tersenyum dengan rasa tak bersalah yang langsung memudar saat melihat Mike datang ke arah mereka

"Eh, si om om kenapa datang? Maaf om, ga ada cabe cabean mah disini" cerocos Valencia yang membuat Ursula tertawa keras dan Mike tetap cool, dan seluruh pengunjung menatap Mike dengan tatapan 'ganteng ganteng mesum' bukan Ganteng Ganteng Serigala loh, Apalagi Duo Serigala. Bukan. Iya. Tau. Garing kan? Ya. Aku tau kok.

"Ribut banget sih temen lo" ucap Mike duduk disamping Ursula, yang sekaligus membuat Mike berhadapan dengan Valencia.

"Eh, gua mau ke toilet bentar. Bentar aja, gua tinggal ya?" Ursula langsung berlari ke toilet.

Dan kini, yang tersisa hanyalah om dan cabe cabean. Maksutnya Mike dan Valencia

Sekelebatan bayangan saat mereka tidak sengaja berciuman itu terlintas di fikiran Valencia.

"Kenapa pipi kamu itu?" tanya Mike bingung

"Apaan pipi gue?"

"Merah merah gitu"

"O-Oh, itu,... Itu... karna.... Itu karna blush on gua ketebalan. Iya. Ketebalan. Eh, terong, ngapain lo disini?"

"Lah, saya kan sepupu Ursula"

"HAH? SUMPAH LO? DEMI APA?" teriakan Valen membuat satu cafe menatap mereka bingung

"Suara bisa dikecilin ga sih?"

Drrrt Drrt

Smartphone Valen berbunyi

From : Cula geblek

gua sakit perut. ntar lu pulang sama Mike aja ya. K. Sip. Luv y

"Anjing" umpat Valen

"Omongan dijaga"

"Suka gua elah, lagian kan gua manggil nama hewan"

"Serah"

"Yaudah"

"Kenapa? Ursula kemana?"

"Sakit perut. Pulang"

"Yaudah, aku anter"

"Ga mau. Emang gue cabe cabean?"

"Ngeyel banget sih kamu"

"Bodo"

"Batu"

"Ga peduli"

"Yaudah. sana pulang aja sendiri"

"Anjing nih om om tega banget ninggalin anak kecil sendirian"

"Mulut kamu itu tolong"

"Ye apansi gua kan ngomong nama hewan. situ ngerasa tersindir?"

Mike mengatur nafasnya perlahan.
Oke. Remaja bernama Valencia ini masih labil
Masih labil sekali. Bukan seperti Mike yang seperti om om (?) He?

"Yaudah, aku antar ke rumahmu" ucap Mike sedikit stress

"Akhirnya yaampun, ayok om, cabe cabeannya udah nunggu di kos kosan" ucap Valencia membuat LAGI LAGI seluruh pengunjung menatap Mike dengan jijik

"Sialan nih bocah" geram Mike dalam hati

***
"Makasih ya om atas tumpangannya" Valencia tersenyum riang akhirnya terlepas dari mobil Mike yang mencekam
"Lain kali saya minta bayaran"

"Idih, emang bener deh ini om yang suka cabe cabean" ucap Valencia langsung berbalik.

***

"Eh anjing lo"

"Yaampun Valencia omongan lo kok slank banget"

"Eh cula sableng lu dirumah gua ternyata sialan"

"Eh kan gua baik bantuin lo dua makin dekat sialan"

"Diem lu, mana ada makin dekat gua oga juga liat muka dia"

"Alah lu ogah ogah pipi lu kayak abis ditonjok merah merah gitu"

"Sialan lu tai"

"Tai tai tai makan lu tuh tai"

"Fak"

"Yu"

***

"AARONNN!!!!!" teriakan Tasha membuat Aaron tergopoh gopoh datang dengan ekspresi cengiran

"Gimana sayang? Kamu suka kan baju yang aku beli?"

"Suka darimananya Aaronku sayang, masa kamu beliin aku lingerie gini sih?"

"Ya kan biar kita bisa indehoi sayang"

"AARON KAMU KOK MESUM BANGET SIH IH"

"sayang, kan bentar lagi kita jadi suami istri, ya latihan dulu biar lancar kenapa sih" Aaron mengerut manja

"Diem ah kamu. Aku males ngomong ama otak mesuk kayak kamu"

"Yah, yah, si cantik malah ngambek. Kamu makin ngambek makin sexy loh suer"

Tasha tidak bisa menahan senyumnya. Aaron selalu punya cara membuat dia luluh apapun keadaannya

"Ga. Aku lagi dapet tuh" kilah Tasha membuat Aaron menaikkan alisnya

"Masa? Kamu kan tadi berenang aku liat ga ada pake pembalut tuh?" Aaron tersenyum mesum

"Ga mau aaron, ih apaan sih, ntar kalo udah nikah baru boleh" ucap Tasha memeluk Aaron yang membuat Aaron tentu saja harus pasrah, dia tidak mau di cap lelaki yang hanya mementingkan nafsunya saja

***

HALOHALOHALOHALO
Feeling this part is a little borIng

SO, FOR THE NEXT PART UNTIL THIS STORY ENDS, IMMA GOING TO MAKE SOME RULES

1. Part baru akan di publish, 1 minggu setelah part sebelumnya mencapai 50 votes atau jika author berbaik hati, akan di percepat
2. Setiap comment "next" atau "partnya kpendekan" bakal didenda pemunduran publish 1 hari. Jadi, komennya tentang ceritanya. jangan next atau part nya pendek.

See ya next paRt!

Bitter Dream Sweet Love[OWNER1]Baca cerita ini secara GRATIS!