Alpha's Babies 7

7.1K 511 22

Saat sarapan, Maya masih tidak menanyaiku walapun aku bisa bilang kalau dia penasaran setengah mati tentang apa yang terjadi. Ia bolak-balik melirikku ketika ia menyajikan sarapan pada si kembar dan anak perempuannya.

Aku menggigit bibirku dan memandang ke luar jendela. Aku merasa seperti dipenuhi dengan nasib buruk dan rasanya seperti Colten hampir menolakku.

"Mommy, lihat!" kata Caden.

"Bagus, sayang," kataku, yang bahkan tak menoleh padanya.

" Mommy!"

Aku menoleh dengan tajam. "Caden, diamlah semenit saja. Bisa 'kan?"

Caden terlihat terkejut dan berjengit di dalam tempat duduknya. Sementara itu, Maya tersentak. "Ray? Apa yang terjadi denganmu? Ada apa?"

Aku menghela napas. "Kenapa Tara tidak bilang pada Colten?" tanyaku lelah.

Maya mengernyit. "Sudah kok. Aku melihatnya bicara pada dia--Colten--kemarin setelah kau pergi. Aku yakin Tara sudah bilang."

Aku memandangnya. "Tidak. Atau Colten tak akan bilang kalau si kembar itu anak Derek!"

Seolah-olah dipanggil, Tara melenggang masuk sembari menggeliat. "Pagi, semua!" katanya cerah.

Aku berdiri. Dia membeku.

"Apa tepatnya yang kau katakan pada Colten?" tanyaku sembari menyilangkan tangan.

"Ray! K-kau pulang awal!" gagapnya.

Aku menggertakkan gigi. "Apa. Yang. Kau. Katakan. Padanya?"

Mata kucingnya melihat ke segala arah dengan rasa bersalah. "Tak ada - Aku -"

Kurasakan dorongan untuk berubah saat itu juga dan melompat kepadanya.

"Tara, apa yang kau lakukan?" tanya Maya ikut berdiri juga dengan perlahan.

Mata hijau Tara melompat dariku ke Maya, tapi kemudian ia menegakkan diri dan tidak terlihat terlalu bersalah. "Aku sudah bilang padanya," katanya sembari mengangkat bahu.

Aku menguraikan lipatan tanganku dan malah mengepalkan tangan sekarang. "Apa tepatnya yang kau katakan padanya?"

"Well...Kubilang kalau anak-anak adalah anak Derek..."

"Tara!" Teriakku murka.

"Tidak, tidak, tidak! Dengar, aku bercanda tentang itu padanya! Tapi sebelum aku mengatakan yang sebenarnya, ia semacam pergi begitu saja!" katanya, sembari terlihat bersalah kembali.

Kulepaskan geram frustasi sambil memegang kepala dengan kedua tangan, seolah aku akan hancur berkeping-keping kapan saja sekarang.

"Aku harus bertemu dengannya," kataku sambil menggelengkan kepala. "Ini sudah kelewatan. Aku butuh menanganinya."

Maya menggigit bibirnya, "Kau butuh janji temu untuk bertemu dengannya."

Kukibaskan rambutku ke belakang. "Aku matenya! Ia akan membiarkanku masuk entah dia suka atau tidak!"

Kugendong Corbin dan kugandeng Caden. "Akan kutunjukkan padanya bahwa mereka anak-anaknya dan itu final!"

Maya terlihat seperti ingin protes.

Tara mengangkat tangannya untuk menahan Maya. "Secara teknis, dia adalah Luna. Kau tak bisa menghentikannya."

Aku melotot pada Maya. "Ini tak berarti kita baik-baik saja. Kau membuat semuanya semakin buruk!" Lalu aku membawa si kembar keluar bersamaku.

"Mana kita pergi?" tanya Caden, berjuang untuk menyamai langkah-langkah marahku.

Aku tak menjawabnya. Aku lelah. Lelah dengan semuanya. Aku telah diculik oleh kakakku sendiri dan dibenci mateku sendiri.

Alpha's Babies (Indonesian Translation)Baca cerita ini secara GRATIS!