-PROLOGUE-

1.3K 43 12
                                        

4 tahun yang lalu...

"Tapi, kita udah mau satu semester, masih bingung sama tu anak yang tiba-tiba linjur, deh." ²

"Bener! Gue juga selalu mikirin itu, tapi dia nggak pernah mau cerita. Lo tau sendiri, kan, semenjak saat itu, semuanya berubah. Makanya, gue agak worry." ¹

"Iya. Gue selalu capek deh nanya masalah ini sama dia. Jawaban dia tuh selalu sama. Yang katanya—²

"Gue ambil jurusan ini emang pure gue mau, tenang aja."

"HAH! STRES!" ²

"Sejak kapan ada di sini. SALMAYZHA!!" ¹

Hai! Ya, Itu Salmayzha. Atau yang memliki nama lengkapnya Nembula Salmayzha 'Aliyyah. Gadis inilah yang sedari tadi dibahas oleh kedua temannya. Teman pertamanya, ada Pelita Noviany Coranta. Dan, yang kedua, ada Errianggis Dayu Ningrum.

Tadi, Errianggis sebenarnya ingin menirukan gaya bicara Salmayzha, yang jika ditanya perihal mengapa dirinya mengambil jurusan kuliah yang sangat jauh dengan minat dirinya sejak SMA, bahkan sedari di bangku SMP—dan, entah dari mana datangnya, gadis itu tiba-tiba saja duduk dan memotong ucapan Errianggis, dan melanjutkannya sendiri kebiasaan yang sering ia lontarkan jawaban tersebut kepada kedua temannya ini.

"May, sumpah." kata Errianggis masih terkejut.

Salmayzha tampak terkekeh. "Gue udah sering pergokin kalian lagi ngomongin gue, ya! Jadi, nggak usah lah, sok-sokan kaget gitu."

Mendengar itu, Noviany dan Errianggis memutar bola mata mereka jengah. Selalu seperti itu. Salmayzha yang selalu tidak pernah menggubris pertanyaan-pertanyaan mereka selama ini, tentang salahnya Salmayzha mengambil jurusan kuliah. Tentang, mimpi gadis itu selama ini. Menjadi seorang penyanyi terkenal, dengan musikalitasnya yang sudah tak diragukan lagi sedari kecil. Entah apa yang membuat gadis itu mengurungkan impiannya. Dengan memilih mengambil Kedokteran, untuk ia tempuh di dunia pendidikannya.

"Okay? Jadi, lo nggak mau jawab LAGI pertanyaan kita?" tanya Noviany meyakinkan dengan menekan kata 'lagi'

Salmayzha menggeleng mantap, sambil mengunyah makanannya. "Kalian, nggak ada kelas?" tanya gadis itu mengalihkan topik.

Selalu. Selalu seperti ini. Dan, akhirnya, Noviany maupun Errianggis harus kembali mengalah.

"Gue cuma satu matkul aja. Kalau Noviany emang dia nggak ada kelas hari ini, dia sengaja ke sini karena kita kan mau main." jawab Errianggis yang diberi anggukan setuju oleh Novianti.

Salmayzha mengangguk, lalu tiba-tiba gadis itu menatap serius kedua wajah temannya. "Ohiya, gue lupa kasih tau kalian. Minggu depan, libur semester, gue mau ajak Qiyyah ke sini. Dia juga libur di tempat Pesantrennya." katanya yang langsung diberi respon mata berbinar oleh Noviany dan Errianggis.

"FOR REAL??!" teriak Errianggis heboh.

"Yeay! Gue ikut jemput, ya??" pinta Noviany yang Errianggis juga ikut mengangguk cepat tanda ia juga ingin ikut untuk menjemput Qiyyah.

Rembula Nabibah Taqiyyah. Gadis kecil itu, adik dari Salmayzha. Kerap dipanggil Nabibah, tapi Salmayzha memanggil nama gadis kecil itu dengan panggilan Qiyyah. Karena panggilan keluarga. Tapi, jika Salmayzha sudah memanggil gadis itu dengan panggilan Rembula. Sudah dipastikan, Nabibah sedang melakukan kesalah. Dan, Nabibah, kini sedang menempuh masa SMA nya di Pondok Pesantren yang berada di Cirebon. Selalu seperti ini, jika Nabibah liburan, Salmayzha akan menjemput dan pulang ke apartemennya.

"Ya udah, iya. Nanti barengan aja jemputnya." balas Salmayzha menerima permintaan kedua temannya. "Hayu, ah. Biar gak ke sorean mainnya. Cala mau ikut, kan? Tuh anak emang udah pulang sekolah?" sambung Salmayzha mengingat salah satu temannya yang masih duduk di bangku SMA. Martiza Syarlaufi.

Noviany dan Errianggis mengangguk kompak, "Cala nanti nyusul, dia katanya lagi piket dulu."

"Okay! Lessgoo!!"

😀😀😀

"Anjing? S1 aja belum kelar, lo udah mikirin lanjut S2?" ³

"Bener-bener deh temen kita ini, walaupun kuliah isinya tidur terus, tapi ni orang bener-bener nyusun masa depannya rapi banget, cok! Ingpo loker lah ya, nanti." ⁴

"Wedeh jangan salah, suka molor gini sering dipaksa langsung jadi CEO di Perusahaan gede." ¹

"Lo, gimana? Mau ikut jejak Abang, lo?" ²

"Kagak! Gue cukup S1 aja. Gue mau buru-buru cari duit, biar bisa lamar anak orang." ¹

"Mulut lo!"

"RAKA! ANJING BASAH, COK!" ¹

Di sinilah mereka sering berkumpul. Gedung A, atau Gedung Teknik. Tadi, Raka. Atau Arrakainu Ronyza, dan yg pertama ada kembarannya Arraikana Manpauly. Beserta ketiga temannya. Yang kedua, Eldiaman La Ode. Ketiga, Daniel Mahendra. Dan, yang terakhir. Yang keempat, Rachman Hakim.

Kelima laki-laki tampan itu, ada dalam satu jurusan yang sama. Berbeda dengan teman-teman Salmayzha. Yang mereka, semaunya berbeda jurusan.

Membahas tentang lanjutnya Ronyza menuju S2. Tentu, itu atas kemauannya sendiri. Dan, tentu juga ada maksud tersendiri mengapa ia harus melanjutkan pendidikannya itu ke lebih tinggi. Bukan karena dia seorang laki-laki, bukan. Tetapi, ia rasa, hanya jalan inilah satu-satunya agar dirinya bisa membayar semua penyesalan yang telah ia lakukan dibeberapa tahun yang lalu.

Benar, apa yang dikatakan oleh Pauly. Tentang, Ronyza yang sudah seringkali ditawarkan oleh Perusahaan besar untuk memimpin, dan mengembangkan ilmunya di tempat itu. Dan, yang tak lain, itu adalah Perusahaan proyek milik sang Ayah, yang saat ini tengah diambil alih oleh Sepupunya. Nayl Author. Yang juga, terus menawarkan perihal tentang kapan siapnya Ronyza untuk memulai semua ini dari awal.

Tapi, Ronyza tetaplah Ronyza. Laki-laki itu selalu menolak, selalu memberi alasan. Yang tentu, membuat Nayl, merasa jengah mendengarnya.

"Ayah minta, Rai. Bukan Raka, yang lanjutin usahanya."

😀😀😀

hi!!
maaf ya, aku lanjut di sini.
karena jujur, dari awal publish cerita ini pun, aku cuma fokus di AU (twitter), dan untuk di tiktok itu hanya promosi. tapi karena terlanjur banyak yg suka, aku lanjut. dan, sampai part terakhir itu, aku udah nggak lanjut lagi, yaa🥺🥺🙏🏾🙏🏾

sebelumnya, aku banyak-banyak terima kasih sama temen-temen salmine, wer1, salmocean, panaroma.
tapi, apa di sini ada temen-temen thenab, paulmoon, panaland? kalau ada. Hai, salam kenal, yaa🥰🙌🏾
semuanya, makasih banyak yaa, yang udah setia nunggu cerita aku, nunggu kelanjutan Nyza sama Mayzha💙

insyaallah, di sini aku bakal tulis semuanya! kisah dari seorang Nembula Salmayzha 'Aliyyah, yang bertemu kembali dengan seorang Arrakainu Ronyza.

yang setuju part ini lanjut. komen di sini yakk >>

so, enjoy!💐✨
🤍🤍🤍

salam manis,
madam.tangg🌻

SCANDA[L]OVEWhere stories live. Discover now