Ulang tahun ke tiga

1.6K 87 0
                                        

Pagi ini Alta terbangun dengan Papa Sean yang sedang tiduran di sampingnya sambil tersenyum ke arahnya.

“Selamat ulang tahun adek.” bisik Papa Sean kemudian mengecupi pipi gembul Alta yang masih bergerak-gerak karena sedang menghisap pacifier yang masih menyumpal mulut kecilnya.

Pacifier di mulut Alta terjatuh karena Papa Sean yang terlalu brutal mengecup pipinya, Alta tertawa dengan suara yang serak karena baru saja terbangun dari tidur nya.

“Syuda Papa,” ucapnya di sela-sela tawanya.

Bukannya berhenti, Papa Sean justru semakin gencar mengecup pipi Alta, bahkan sesekali menggigitnya dengan pelan.

“Kenapa adek sangat menggemaskan.” gumam Papa Sean dengan pelan begitu menghentikan kecupannya karena melihat kedua mata anaknya sudah berkaca-kaca, terlalu lama tertawa.

“Adek emang gemesyin, Papa.” Alta mengakui perkataan sang Papa karena ia sudah terlalu sering mendengar kata-kata itu terlontar untuknya.

Papa Sean mengecup hidung Alta yang masih berbaring di sampingnya. “Selamat ulang tahun adek.”

Alta langsung ingat bahwa hari ini adalah hari istimewanya, ia langsung mencoba untuk bangun dari posisi terlentangnya, tapi ternyata sulit. Seperti ada yang mengganjal di bagian perutnya.

Papa Sean menahan tawanya melihat Alta yang ingin bangun sendiri tapi sulit karena terhalang perut gembul nya.

“Ish!”

Mendengar sang anak sudah menggerutu dengan kesal, Papa Sean akhirnya membantu dengan menopang punggung Alta dan mendorongnya sampai Alta terduduk dengan tegap.

“Telima kasyih, Papa.” katanya kemudian beringsut ke pinggir ranjang untuk turun sendiri, setelah berhasil Alta langsung berlari ke sudut kamarnya. Disana banyak sekali kotak kado yang menumpuk.

Begitu sampai di depan tumpukan kado itu, tangan penuh lemak itu mencoba meraih salah satu kado yang paling dekat dengannya.
Tapi baru saja tangannya akan bersentuhan dengan kotak kado itu, tubuh Alta sudah melayang, ternyata Papa Sean menggendongnya dari belakang, sebelah tangannya memeluk perut Alta, sebelahnya lagi menopang paha belakang Alta.

“Papa, noooo~ adek mau buka kado adek.” rengek Alta menggerak-gerakkan kedua kakinya.

“Adek harus mandi dan sarapan dulu.” ucap Papa Sean dengan tegas sambil terus berjalan menuju kamar mandi.

“Mau buka kado, Papa~” Alta terus merengek tapi tidak digubris sama sekali oleh Papa Sean, kakinya tetap melangkah menuju kamar mandi.

Di dalam kamar mandi, sekarang Alta sedang dimandikan oleh Papa Sean. Di dalam sana tidak berhenti terdengar rengekan dari Alta yang ingin cepat-cepat membuka kado dan ditanggapi dengan sabar oleh Papa Sean, tapi walaupun begitu Papa Sean tetap memandikan Alta seperti biasanya. Tidak terlalu cepat apalagi sampai melewati beberapa bagian agar waktu mandi Alta berakhir lebih cepat.

Tentu saja Alta dibuat kesal karena itu, padahal ia sudah memohon agar mandinya dipercepat supaya bisa segera membuka kado, tapi acara mandinya  terasa begitu lama.

“Nah, sudah selesai.” ucap Papa Sean sambil melilitkan handuk putih bergambar Dino pada Alta.
Papa Sean segera menggendong Alta dan membawanya keluar kamar mandi dan memasuki walk in closet, “Kenapa masih cemberut? kan sudah selesai mandinya.” kata Papa Sean menurunkan Alta di meja khusus yang digunakan untuk Alta memakai baju.

“Lama, Papa syengaja kan!” tuduh Alta sambil melipatkan kedua tangan di dada dengan bibir mengerucut lucu.

Papa Sean tertawa pelan melihat kelakuan lucu anaknya, sambil membuka handuk yang dipakai Alta dan mengelap tubuh Alta agar kering, Papa Sean berkata, “Kan mandi memang seperti itu, justru mandi kali ini sangat cepat karena adek tidak sambil bermain bebek.”

Little AltaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang