Wait

6.3K 234 23

HALOHAAAAAA.. ECIE YANG BERHASIL BUAT 60 VOTES SAMA 15 COMMENT ECIEEEEEEEYANG NGE SPAM WKWK *apaansih*

Author PoV

Aaron berlari ke ruangan Tasha, ya, Tasha mendapat pendonor mata, dan hari ini, Tasha akan bisa menatap dunia lagi. Aaron tersenyum saat melihat perban mata Tasha mulai dibuka

Tepat saat mata Tasha terbuka dan mengerjap-erjap

"Sayang? Sayang?" Aaron menatap Tasha cemas membuat Aaron seketika menghela nafasnya lega saat Tasha tersenyum "Kamu tampak tampan dengan kemeja biru itu"

"Kamu bisa lihat lagi, tasha. Dan kali ini, aku akan melindungi kamu, tasha. Selamanya" ucap Aaron yang sukses membuat Tasha memerah

Gerakan tangan Aaron sukses membuat para suster dan dokter pergi. Ayah dan Ibu Tasha juga baru saja datang

"Tasha, waktu itu aku sudah melamarmu secara langsung hanya denganmu. Dan sekarang, orangtuamu ada di sini, dan aku akan bertanya sekali lagi..."
Aaron berlutut, mengambil kotak beludru itu, membuka nya

"Maukah kamu, Natasha Kosarin, menjadi perempuan yang akan selalu kulihat pagi setelah aku membuka mataku, yang terakhir kulihat sebelum aku menutup mataku di malam hari?" ucap Aaron membuat Tasha menutup mulutnya seakan tidak percaya.

Bahkan kedua orangtua Tasha tersenyum dan menangis bahagia

"I do, Aaron" ucap Tasha bergetar membuat Aaron tersenyum dan mencium puncak kepala Tasha

"Thank you" bisik Aaron pelan dengan suara sedikit serak

***

"Aku mau ngomong sama kamu, Valen" ucap Viro sembari menahan lengan Valencia..

Valencia hanya bisa menatap Viro tajam "Tidak ada yang perlu dibicarakan, Viro. semua sudah selesai sejak dulu. Ingat itu? Kau mencampakkan ku dan membuangku hanya untuk wanita murahan itu" sindir Valencia yang di balas geraman Viro

"Jaga ucapanmu, Valencia!" ucap Viro sedikit membentak yang membuat Valencia takut
"A-Aku tidak bermaksut begitu Valencia"

"Sudah lah, Valencia, lebih bagus kita pergi dari sini saja" potong Ursula langsung menarik tangan Valencia pergi dari cafe itu

"Vi-Viro.. dia... dia.. membentakku? dia membentakku?" ucap Valencia tak percaya di mobil Ursula

"Sudahlah, Valencia.. Lupakan dia, Valencia" ucap Ursula yang membuat air mata Valencia tumpah
"Dia.. dia membentakku, Ursula! Bahkan saat kami pacaran, menaikkan nadanya saja dia tidak pernah..." kata kata Valencia terhenti dengan tangisan Valencia membuat Ursula memeluk Valencia

"Ssshh, sudahlah, Valencia. Dia tidak pantas untukmu" ucap Ursula menenangkan

"Tapi.. dia..." Valencia hanya bisa menangis meluapkan kekecewaannya

***

Hari ini sudah 1 minggu setelah Tasha bisa kembali melihat, dan Aaron langsung membawanya ke Bali, untuk bermain main karna kulit Tasha terlalu pucat karena terlalu lama di dalam ruangan

Aaron menunggu Tasha di luar kamar karna Tasha sedang berganti pakaian. Padahal, Aaron sudah melihat seluruh tubuh Tasha

"Nah, bagaimana?" ucap Tasha saat keluar dari kamar (untuk pakaiannya cek multimedia)

Ok.
Sebenarnya, pakaian Tasha sangat biasa sebagaimananya orang ke pantai
"Bukankah itu terlalu terbuka, sayang?" ucap Aaron sambil menelan ludah melihat tank top orange yang memadu dengan kulit pucat Tasha

"Sepertinya biasa saja, Aaron" Tasha tersenyum membuat Aaron akhirnya mengangguk

"Tapi tetap bersamaku, ya? Aku tidak mau lelaki lain menggodamu"

"Baiklah, Kapten!!"

Aaron memegang erat tangan Tasha saat di pantai, membuat Tasha tersenyum senang dan menempelkan kepalanya ke bahu Aaron

"Terimakasih" bisik Tasha yang membuat Aaron menatap Tasha

"Untuk?"

"Untuk selalu disisiku"

"Seharusnya aku yang harus berterimakasih kepadamu, karna memberiku pengalaman cinta yang bahkan tidak pernah kudapatkan sebelumnya" ucap Aaron lalu mengecup lama kening Tasha

Aaron menatap Tasha yang sedang berbaring mengoleskan Tan lotion ke tubuhnya dan berbaring di pantai

"Aku yakin, saat kulitmu mencoklat, kau akan tampak lebih sensual" ucap Aaron sambil menyusuri lekuk wajah Tasha membuat Tasha tersenyum

"Dan, aku sepertinya harus membuka baju ku ini, aku harus mencoklatkan tubuhku" ucap Tasha sambil membuka tank top dan celananya yang membuat hanya underwear yang tersisa di tubuhnya

"Yaampun Tasha aku bisa menerkam mu disini" ucap Aaron melihat lekuk tubuh Tasha yang indah

"Aaron" protes Tasha akibat kemesuman Aaron yang dibalas cengiran tak berdosa dari Aaron

"1 jam saja, ya? Tidak lebih" ucap Aaron yang membuat Tasha cemberut

"Kan baru jam 11, bagaimana jika sampai jam 3? Kita bisa berbicara tentang apa saja" ucap Tasha memberikan puppy eyesnya yang mau tak mau membuat Aaron mengangguk

"Baiklah."

"Aaron"

"Ya?"

"Aku bahagia"

"Aku juga "

"Kau bahagia bersamaku?"

"Ya. Aku bahagia bersamamu. Apa kau bahagia bersamaku?"

"Tentu saja. Kau masih ingat awal kita bertemu? Aku mencapmu sebagai om om aneh mesum dan tidak waras"

"Tapi, kau jatuh cinta pada om om ini, bukan?"

"Tentu saja. Jika tidak, mana mungkin aku menerima lamarannya"

Aaron memeluk Tasha, membiarkan Tasha meletakkan kepalanya di dada bidang Aaron, merasakan wangi khas seorang Aaron

"Ah, aku harus ke Singapura. Mengurus kuliah ku" ucap Tasha membuat Aaron bingung

"Loh? Ngapain? Kamu kan udah mau jadi istri aku"

"Kamu mau punya istri tidak tamat kuliah?"

"Kapan akan ke Singapura?"

"Belum tau. Tapi, aku akan menyelesaikannya dalam satu bulan. Aku janji" Tasha tersenyum dengan pasti

"Baiklah. Tapi aku akan di apartemen mu selama seminggu. Okay?"

"Okay"

******

BRUH I FEEL THIS PART IS SOOOOOOOO BORING heLlllpppP

SO, FOR THE NEXT PART UNTIL THIS STORY ENDS, IMMA GOING TO MAKE SOME RULES

1. Part baru akan di publish, 1 minggu setelah part sebelumnya mencapai 50 votes atau jika author berbaik hati, akan di percepat
2. Setiap comment "next" atau "partnya kpendekan" bakal didenda pemunduran publish 1 hari. Jadi, komennya tentang ceritanya. jangan next atau part nya pendek.
3. In this part i feel so flat, jadi aku yg bakal minta maaf duluan karna ga sesuai. Otakku lagi mumet soalnya

Bitter Dream Sweet Love[OWNER1]Baca cerita ini secara GRATIS!