Taman bermain Alta

2.5K 108 1
                                        

Hari berikutnya, Alta baru saja terbangun dari tidur, posisi tidurnya menyamping berhadapan dengan pintu.
Disana, ia melihat neneknya yang sedang membuka pintu kamarnya, memunggungi Alta.
Melihat sang nenek akan pergi, Alta segeran membuka mulutnya, sehingga pacifier yang sedari tadi menyumpal mulutnya terjatuh.

“Ne?” ucap Alta dengan pelan.

Alta yang melihat sang nenek keluar dari kamarnya langsung menangis dengan histeris dan beberapa detik kemudian pintu kamarnya kembali terbuka dari luar.

Terlihat sang nenek yang kembali masuk dan berjalan dengan tergesa-gesa menuju Alta.
Begitu sampai di samping ranjang yang ditiduri Alta, nenek yang menggendong Alta dan menimangnya agar berhenti menangis.

“Adek kenapa menangis? bukannya tadi masih tertidur?” Neneknya Alta atau ibu dari Sean yang bernama Risa baru saja menengok cucunya untuk di mandikan, tapi melihat sang cucu masih tertidur, ia memutuskan untuk kembali keluar, tapi baru saja menutup pintu kamar Alta, ia malah mendengar suara tangis cucu menggemaskannya itu.

“Jan pegi-pegi.” ucap Alta setelah menghentikan tangisannya dengan susah payah.

“Nenek gak pergi,” ucap Nenek Risa menenangkan. “Sekarang adek mandi dulu ya, nanti kita makan.” lanjutnya sambil berjalan menuju kamar mandi untuk memandikan cucunya.

Alta hanya diam, menurut.

Saat sedang dimandikan, Alta sibuk memainkan bebek karet miliknya sambil bernyanyi bersama sang nenek.

“Lima bebek kecil berenang,”

“Nang~”

“Lewati bukit yang jauh,”

“Auh~”

“Ibunya berkata,”

“Wek! wek! wek!” Alta langsung menyela nyanyian sang nenek dengan semangat.

Nenek Risa langsung tertawa melihat Alta yang begitu antusias bernyanyi sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya yang memegang satu bebek karet di masing-masing tangannya.

“Ish! agi.” pinta Alta agar nenek Risa kembali bernyanyi.

“Sudah, sekarang adek di bilas dulu.” kata nenek Risa, setelah selesai Alta langsung dipakaikan handuk putih bergambar dinosaurus.

Nenek Risa menggendong Alta keluar kamar mandi, kemudian membawa Alta ke walk in closet. Nenek Risa membaringkan Alta di meja khusus untuk memakaikan baju pada Alta, tentu saja sebelumnya Alta dipakaikan segala macam peralatan bayi, seperti cream, bedak dan lainnya.
Setelah itu, Alta di pakaikan baju lengan panjang dan celana sebatas lutut.

“Ayo sekarang kita makan.” kata nenek Risa sambil menggendong Alta untuk keluar dari walk in closet.

“Ake!” teriak Alta senang begitu melihat kakeknya, Andi namanya. Kakek Andi baru saja memasuki kamarnya.

"Mmm wanginya adek." kata kakek Andi begitu berdiri di depan nenek Risa dan Alta.

"Ndong ake~" pinta Alta sambil merentangkan kedua tangannya kedepan.

Kakek Andi langsung menyambutnya dengan senang hati.

"Adek mau sama kakek saja?" tanya nenek Risa begitu Alta berpindah menjadi kedalam gendongan suaminya.

"Iyaaaaaa,"

"Mau makan dimana sayang? Nanti nenek ambilkan makanannya." kata nenek Risa sambil mengusap-usap punggung Alta.
Si bayi di gendong kakenya langsung nemplok dan menumpukan kepalanya di bahu kakek Andi.

"Au man ain." jawab Alta kemudian menengok pada nenek Risa yang berdiri di belakangnya. "Gooooo." kata nya dengan antusias sambil satu tangannya mengepal di udara, sedangkan tangan yang lainnya memeluk leher kakek Andi dengan erat.

Little AltaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang