Happy reading!☺
Sebut saja Hanan, mahasiswa baru jurusan international class ini turun dari mobil Bmw840i dan memijakan kakinya untuk pertama kalinya di kampus ini, setelah mengurus semua perlengkapan untuk pindah ke asrama yang membuat nya kewalahan karena mempacking barang-barang nya sendiri kedalam koper dan box besar.
Biasanya,tuan muda Hanan ini akan di urus semua kebutuhan dan perlengkapan nya oleh anak buah atau pembantu milik keluarga nya.
menjadi anak satu-satunya dari keluarga yang termasuk ke dalam 10 besar orang terkaya di negara nya,membuat Hanan di perlakukan layaknya tuan muda bangsawan yang tidak boleh sedikit pun kelelahan,Hanan menjadi pribadi yang lemah lembut,tidak pandai bergaul,dan pemalu.
Dirinya memilih untuk menempati asrama kampus dari pada memilih tinggal di apartemen pribadi milik keluarga Hanan yang bahkan tidak jauh dari kampus.
Alasannya? karena Hanan ingin mempunyai 'roommate 'nya sendiri,Hanan ingin memiliki banyak teman,itu adalah keinginan Hanan.
"iya pih, Hanan sudah di asrama kok, ini lagi nunggu anteran barang-barang Hanan yang lain"
telpon dari sang papi yang menanyakan keberadaan anak kesayangan nya. Apakah anaknya sudah sampai di asrama atau belum.
"papi jangan khawatir ya,Hanan bisa jaga diri kok kan Hanan sudah mau kuliah,bilangin mami supaya tidak nangis lagi ya pih di tinggal Hanan hehehe"
Ya memang benar apa yang di katakan Hanan, maminya itu sangat sedih sampai merajuk kepada Hanan selama seminggu penuh.tidak rela jika anak tampan punya mamainya ini meninggalkan rumah.
tapi pilihan Hanan sudah multak dan mamainya menghargai pilihan anak semata wayang nya.meski pun tadi sebelum Hanan pergi maminya kembali menangis di pelukan Hanan.
masih menerima telpon dari sang papi,Hanan melihat mobil box yang membawa perlengkapan nya untuk tinggal di asrama sudah tiba.Hanan pun mengakhiri panggilan tersebut lalu menghampiri mobil box tersebut untuk mengangkat barang-barang nya ke dalam asrama.
Terlihat ada lebih dari 7box yang di keluarkan dari mobil besar itu,sang sopir dan asisten sopir itu adalah anak buah papinya mereka di tugaskan untuk membantu Hanan membereskan semua perlengkapan sampai beres.
Tapi Hanan bersikukuh tidak ingin di bantu oleh anak buah papinya itu,dia meminta untuk kedua orang berbadan kekar itu untuk pulang saja.
"tuan muda,apakah tuan muda yakin akan membawa semua nya sendirian"tanya sang sopir dengan penuh kekhawatiran
"iya pak, ini biar Hanan saya yang bawa,Hanan bisa kok bawanya,tapi nanti kalo ditanya sama papi apakah kalian sudah bantuin Hanan bilang saja sudah ya"dengan senyum khas Hanan yang lembut dan terlihat menggemaskan ,kedua anak buah sang papi hanya bisa menganggukkan kepalanya,jika Hanan sudah menunjukkan senyumnya semua orang pasti akan luluh dan menurut pada Hanan, tidak terkecuali.
"baik jika tuan muda ingin seperti itu, kami pamit terlebih dahulu dan jangan lupa untuk mengabarin tuan papi ya tuan"yang di iyakan oleh anggukan kepala Hanan,kedua anak buah pipinya beranjak dari tempat sebelummya menasuki mobil boxdan melaju keluar dari gerbang asrama.
begitu mobil box itu menghilang dari pandangan Hanan sang mahasiswa baru ini melihat semua barang-barang nya dengan sedikit helaan nafas yang berat, Hanan baru menyadari satu hal mengapaia sangat begitu implusive memasukan semua barang yang mungkin saja Hanan tidak butuhkan selama menetap di asrama.kemudian Hanan mengambil satu box yang ia bawa di pangkuannya.
"ya ampun ini berat sekali"keluh Hanan setelah memilih keputusan nya sendiri adalah jalan ninja nya
"mau gue bantu? "suara itu berasal dari arah depan karena box yang menghalangi pandangannya,jadi Hanan tidak bisa melihat seseorang yang memberikan bantuan kepadanya.
"maaf apakah tidak merepotkan mu saat membantu ku?"ucap Hanan yang terlihat seperti sedang berbicara terhadap box yang sedang ia angkat saat ini, sehingga tidak dapat melihat sosok yang berada di depannya.
"sini gue bantu, lo kayak kesusahan gitu"panuda di balik box yang Hanan angkat itupun lalu membantu nya mengangkat box yang sama, aneh memang tapi dapat Hanan akui bahwa semua box yang ia bawa sangatlah berat jadi memang harus di angkat 2orang.
Tak sengaja tangan pemuda itu menggenggam tangan Hanan yang berada di bagian bawah box yang sedang ia angkat,Hanan yang merasakan itu pun kaget karna tangan nya di genggaman oleh pemuda itu dan peganggan itu pun berlansung sampai mereka sampai di depan pintu unit asrama Hanan.keduanya menurunkan box tersebut secara bersamaan, dan di sini lah Hanan bisa melihat pemuda baik yang telah menolong nya tadi.
Mata mereka bertemu,lumayan cukup lama mereka bertatapan intense seperti itu Hanan di buta membeku di tempat karna melihat pemuda yang membantu nya tadi itu cukup tampan.
"hey"sapa pemuda itu membuyarkan lamunan Hanan,sadar akan kebodohan dan suasana awkward yang ia buat Hanan langsung memalingkan wajah nya ke arah lain agar tidak bersitatap dengan pemuda itu,ia sangat malu dan wajah nya memerah seperti tomat.
"ehh anu,anu itu... m-makasih ya sudah bantu"ucap Hanan yang sedikit gugup kepada pemuda itu yang membuat pemuda itu mengulum senyum nya.
"jangan sekarang kalau mau bilang terima kasih masih ada 6 box lagi yang belum di angkat"keta pemuda itu sambil berjalan kearah box yang harus mereka angkat, Hanan yang mendengar itu pun hanya menggaruk lehernya yang tak gatal dan mengikuti peria itu untuk mengangkat box nya yang tinggal 6box.
🐶[]:::::::::::::::: 🐻[]::::::::::::::::
Semua box milik Hanan pun sudah berad di depan pintu asrama, mereka berdua terlihat sedang bersantai di deoan pintu unit asrama sambil meminum sekaling sida dingin yang sempat di belikan Hanan di minimarket yang berada di sebrang asrama.
pemuda itu melihat Hananyang terlihat sangat kelelahan, dapat ia lihat banyak keringat yang mengalir dari pelipis Hanan hingga keleher yang menyebabkan kerah baju Hanan basah, pria itu beringsut mengalihkan oandangannya kearah kedepan dan meminum hampir habis setengah kaleng soda seperti orang kehausan.
"jadi lo tinggal di kamar no 325 ini?"Hanan yang merasa di tanya oleh pemuda yang berada di sampingnya pun mebokeh kearah pemuda.
"iya,kalo kamu tinggal di asrama ini juga?"tanya Hanan kepada pemuda yang belum ia ketahui nama nya itu.
"gue juga tinggal di asrama ini ——"sang pemuda tampan itu sambil mengarah kan tangan ke arah Hanan,mengajak nya utuk berkenalan "Jayden,nama gua Jayden Elvano Ragnala.gue roommate lo"mata Hanan terbelalak kaget sekaligus tidak bisa mencerna apa uang pemuda itu katakan kepadanya jantung nya begitu ribut,masih dengan jabatan tangan yang belum terlepas Hanan memaksa dirinya untuk tetep tenang.
"nama aku Hanan Lutfan Chanan, panggil saja Hanan makasih sudah membantu Hanan ya Jayden,my roommate"mendengar Hanan mengatakan itu Jayden langsung tertawa kecil seakan ada hal yang lucu barusan terjadi, tautan tangan mereka pun terlepas Jayden melirik Hanan dan berkata "my roommate"dia saat itu lah Hanan mempercayai kalimat love first sight benar adanya.
Hanan tersenyum seraya menatap Jayden yang sedang menengguk sekaleng soda pemberiannya dengan muka yang memerah salah tingkah.
T. B. C
_HN_🐶🐻
KAMU SEDANG MEMBACA
MY LOVELY ROOMMATE (nohyuck) END
FanfictionGak pande deskripsi jadi langsung baca aja ya! -nohyuck -jaemren -mark -bxb -nonbaku
