Alam semesta menciptakan sebuah keindahan yang paripurna, di mana setiap keindahan memiliki nilai positif, dan negatif nya.
----✧----
Assalamualaikum, annyeong yeorobunn. Perkenalkan saya Aneecm, panggil aja kanec. Disini aku bawain cerita genre trailer, misteri, dan psychopat. Aku harap kalian bisa menerima hasil karya fiksi ilmiah ( alias halunnya kanec🙏).
Happy Reading ....
----✧----
Apa yang pertama kali kamu pikirkan disaat membaca triple Lee? Apa mungkin isi pikiran mu adalah Mark Lee, Lee Jeno, dan Lee Haechan? Emm mari berkelana dengan tripel Lee bersamaku, dan jelajahi tiap karakter mereka.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Aku akan kembali, tetapi aku tidak kembali. Siapakah aku?"
"Aku disini, di depan mu bermain di belakang mu,"
Dua kalimat yang begitu menggetarkan jiwa, kalimat yang memiliki makna tersembunyi. Banyak hal yang telah terjadi, semenjak kertas putih itu terselip dalam laci mejanya.
"Aku tidak tahu maksud dua kalimat ini, siapa dia?" Itu adalah kata yang selalu ia katakan, siapa pemilik kertas ini? Apa maksud dari dua kalimat itu? Siapa yang kembali dan tidak kembali? Di sini, di depan, namun bermain di belakang.
Ceklekk
"Tatak, ayo mam. Unda nyuluh tatak mam," itu suara anak kecil yang baru belajar berbicara, yang menginstruksikan bahwa sang bunda telah menyuruh sang kakak untuk segera bergabung untuk makan. "Tatak ini apa? Tok tayak Buyung, ada tatina, ada sayapna."
"Hahaha itu bener burung, tapi ini bukan sayapnya yah," seraya menunjukkan gambaran yang telah ia buat. "Ayah udah pulang ya! Terus adek cape gak, naik ke atas gini?"
"Em em em, adek ndak cape. Tatak ayo tuyun, tita mam cama ayah unda." Gelengan kecil dengan raut wajah menggemaskan yang begitu menenangkan hati.
"Hahahaha, lucunya adek kakak. Yaudah bentar ya, kakak beresin buku kakak dulu. Setelah ini kita turun ya,"
"Emm, tatak cepat ya." Yang di angguki oleh sang kakak.
Dengan teliti, dan penuh hati-hati ia membereskan tiap sudut mejanya. Menyusun buku, antara buku ukuran kecil hingga ke besar. Satu persatu hingga rapi, setelah selesai mereka bergegas menuju ke bawah. Bergabung bersama sang ayah, dan bunda. Makan bersama dengan hikmah nya.
----✧----
Dalam ruangan berwarna putih ini, berkumpul sebuah keluarga yang harmonis. Makan bersama, bercerita, tertawa, dalam satu nuansa kebersamaan. Ayah yang bijak, ibu yang lemah lembut, kakak pertama dengan pengertian nya, kakak ke dua dengan kelincahan nya, dan gadis kecil dengan cadel menggemaskan nya.
"Kakak sini makan, bunda udah selesai masak. Abang, tolong ambilin gelas yang di sebelah sana sayang,"
"Baik bunda. Adek sini deh, abang punya kejutan." Berlari menghampiri sang adik, menuntun ia berjalan hingga menuju meja makan bersama sang bunda. "Lihat ya, sim salabim jadi apa syusyusyu?"