Part 3: The Last Episode [3]

321 8 0

Selesai sesi foto, mereka duduk di sebuah bangku panjang yang disediakan oleh kios photobox. Jong Hyun dan Yura sedang menunggu hasil photobox mereka. Kios photobox ini sangat berbeda dari yang lain, untuk mendapatkan hasilnya saja, mereka harus menunggu beberapa saat.
"Ah Young-ah, aku haus", ujar Jong Hyun sambil merengut pada Yura. Yura tertawa renyah.
"Yah, oppa! Wajahmu sangat lucu! Hahaha. Baiklah, aku belikan. Kau mau minum apa?" kata Yura dilengkapi dengan tawanya sambil merapihkan rambut Jong Hyun.
Jong Hyun menguap, "Apapun yang kau belikan akan ku minum" katanya.
Yura mengangguk pelan, "baiklah, tunggu disini sebentar",

Yura kembali dengan membawa 2 gelas Frappucino.
"Oppa, minumlah" katanya, memberikan satu gelas Frappucino untuk suaminya.
Jong Hyun tersenyum riang, "Ah Young-ah, kau memang tau kesukaanku" jawabnya lalu menyedot sedotan Frappucinonya.
Keduanya terdiam, sama-sama asik menikmati Frappucino-nya. Sampai akhirnya sang penjaga kios menghampiri mereka.
"Hong Jong Hyun-ssi, Kim Yura-ssi. Ini foto kalian" ujar sang penjaga memberikan dua amplop foto yang berbeda. Masing-masing mendapatkan satu amplop berisi foto.
Yura mengambil nya, "Gomawo", lalu Jong Hyun membuka amplopnya.
Sang penjaga langsung memberhetikan aksinya, "Jangan dibuka disini, bukalah nanti. Kalian akan terkejut dengan hasilnya.
Yura tertawa ramah, " baiklah eonnie, aku akan membukanya nanti. Terima kasih atas fotonya"

***

"Aku sangat penasaran dengan hasil foto kita", kata Jong Hyun sambil memperhatikan amplop miliknya.
Yura memegang lengannya, "tenang saja, aku yakin hasil foto kita sangat memuaskan", ujarnya, lalu memasukan amplopnya kedalam tas kecilnya.
Jong Hyun menghentikan jalannya. "Baiklah, princessku. Kemana tujuan kita selanjutnya?"
Yura membuka kertas miliknya, melihat tempat tujuan selanjutnya. "Ah, oke. Kita main sepeda di tepi sungai Han, ya?" ujarnya lalu kembali memasukan kertasnya kedalam tas mungilnya.
Jong Hyun mengangguk pelan, "aku mau kita berfoto-foto disana, sebagai kenangan terakhir" katanya, lalu merangkul Yura, menariknya kedekapannya.
Yura hanya bisa menunduk, ia berusaha menyembunyikan wajahnya. Ia tahu, ia harus menyembunyikan kesedihannya. Ia tak mau Jong Hyun khawatir padanya. Tapi.. Yura tak siap untuk sadar pada kenyataan bahwa mereka harus berpisah.
"Oppa, kita tak usah ke sungai Han. Aku mengganti tujuannya. Aku mau kita membuat gembok cinta" ujarnya secara tiba-tiba, dengan mata berkaca-kaca, ia menahan kesedihannya.
Jong Hyun sadar bahwa Yura ingin menangis, tapi ia hanya bisa memeluknya. Ia tak mau Yura tambah sedih. Ia harus membuat Yura tegar.
"Apapun itu, bahkan bila harus keujung dunia, aku akan mengikutimu"

We Can't DenyRead this story for FREE!