lowercase.
────
hari ini, seperti pada hari biasanya, javi menjalani kehidupannya menjadi seorang mahasiswa di universitas ternama. tidak banyak kejadian yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat javi tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk datang ke kampus. wajar bukan jika seorang mahasiswa untuk merasa lelah akibat banyaknya tugas yang diberikan? itulah yang sedang dirasakan oleh javi.
baru saja menginjakkan kaki pada halaman kampus, seseorang menyerukan namanya cukup lantang membuatnya menoleh. raut penasaran javi menghilang ketika sadar bahwa itu rafael yang baru saja memanggilnya. ia menampilkan senyuman terbaik miliknya kepada pemuda jangkung itu.
"bikin kaget aja," celetuk javi. ia mendengus geli melihat ekspresi wajah rafael yang nampak bersalah itu. "ayo bareng." lanjutnya yang diangguki rafael. pemuda itu tanpa malu meraih lengan javi, membawanya ke sebuah genggaman. hatinya tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, melihat telapak tangannya yang begitu pas menggenggam rafael.
"kamu kelas jam berapa?" tanya rafael memulai obrolan. mereka berjalan santai di lorong kampus, sesekali menyapa beberapa kenalan yang tidak sengaja bertemu.
javi melirik jam pada lengan kirinya, sebentar lagi pikirnya. "sebentar lagi mau mulai kayaknya. kamu?"
rafael tidak menjawab pertanyaan tersebut, melainkan menarik lengan kekar javi untuk berjalan cepat menuju kelasnya. pemuda jangkung itu nampak enggan membuat sang kekasih itu telat, ia tidak mau.
"nah sudah sampai. sana masuk, nanti kita ketemu lagi ya?" ujar rafael yang diangguki oleh javi. ia memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam kelas, sudah ada beberapa anak yang datang. javi tidak terlambat.
melihat sang pacar sudah duduk manis di kursinya, rafael memutar tubuhnya menjauhi kelas tersebut. ia melangkah lebar kembali, tujuannya kali ini yaitu kantin fakultas sembari menunggu kelas yang akan dimulai satu jam lagi. rafael sengaja datang lebih dulu, ia hanya ingin bertemu javi lebih cepat.
────
di kantin fakultas, rafael tidak sendiri. ia ditemani dengan gilang, kawannya dari angkatan dia. rafael dan gilang terlihat sibuk dengan diri masing-masing, seolah mereka mempunyai dunianya sendiri. rafael yang fokus pada ponselnya dan gilang yang fokus dengan beberapa lembaran yang ada di depannya.
"lo ngapain dah? itu bola mata bisa keluar kalau lo tatap kayak gitu." suara gilang memecah keheningan keduanya. rafael yang terlampau fokus dengan ponselnya itu tersentak, alisnya masih menukik tajam, entah karena apa.
"abis baca berita biasalah." rafael menunjukkan laman twitter yang sudah berganti menjadi x itu kepada gilang. layar ponsel itu menampilkan sebuah base, base kampus lebih tepatnya. rafael sedang membaca berita penting terbaru dari sana.
"mau jadi anak gosip lo?" tanya gilang asal.
rafael mendengus, "bukan nying. mantau aja ini ada nama gue atau javi ga nangkring di base."
"emang abis ngapain lo?" bukan tanpa alasan gilang bertanya seperti itu. jika rafael memantau base, itu artinya ada tindakan yang dilakukan kedua manusia yang saling jatuh cinta itu yang bisa membuat orang lain menggosip.
rafael tidak membalas, melainkan hanya menampilkan senyuman lebarnya kepada gilang. ia terlalu malu untuk menceritakan segala hal yang dirinya lakukan dengan javi di lingkungan kampus. gilang yang mendapat respon seperti itu pun tidak peduli, biarlah itu urusan rafael.
"terus, ada ga nama lo sama javi?"
rafael mengangguk, "satu doang sih. lagi gue pantau, kalau udah ada yang berantem bakal gue dm adminnya."
gilang hanya mengangguk, malas ikut campur urusan rafael. ia kembali memfokuskan diri pada selembaran kertas yang ada di depannya. masih ada yang lebih penting dari urusan rafael, ulangan misalnya. kelas gilang akan melakukan ulangan dan ia sedang mempersiapkan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
memories ★ hajeongwoo
Fanfictionisinya cerita pendek haruto dan jeongwoo. bxb. in hajeongwoo area. if this story not your cup of tea, then you can leave <3
