-

6.1K 198 2

Author PoV

Aaron memeluk Tasha yang berbaring dengan lemah diranjang rumah sakit

"Demi Tuhan Tasha, kau harus bangun Tasha. Aku berjanji akan langsung menikahimu, Tasha" ucap Aaron sambil memeluk Tasha dengan erat.

"Ekhem, maaf mengganggu, Aaron, tapi, aku sudah menemukan siapa yang melukai Tasha" ucap Romeo sambil menyerahkan laporan pada Aaron sambil memegang Vanilla yang tampaknya senang dapat berjalan jalan dengan ayahnya

"Ah, beritahu aku siapa orangnya, tangkap, dan bawa ke gudang rahasia" ucap Aaron. tampak kilatan amarah di mata Aaron

"Hei! Jangan menampakkan wajah amarah itu, Aaron, tidakkah kau lihat Vanilla bersama ku? Buah cintaku dengan Cecil?" ucap Romeo membuat tatapan Aaron melembut melihat Vanilla

"Dad.. Who is he?" ucap Vanilla menatap Romeo
"I'm your uncle, Vanilla" ucap Aaron menyela sebelum Romeo mengatakan sesuatu yang aneh

"Uncle? Uncle!!!" Vanila berteriak senang sambil melompat. membuat Aaron tak bisa menahan senyum. Mungkin kapan kapan, Aaron bisa menculiknya dari Romeo.

"Yasudah, aku dan Vanilla pergi dulu, orang itu akan ada di gudang besok jam 3 sore. kuharap kau tidak terlambat" ucap Romeo yang langsung dibalas anggukan

-----

Valencia sendiri masih duduk di kamarnya.
semenjak kejadian dia membalas ciuman Mike yang harus diakuinya membuatnya naik itu, Valencia jadi bingung sendiri. Sebenarnya kenapa dia bisa menjadi seperti ini?

Valencia akhirnya memutuskan untuk keluar dan bersiap untuk kuliahnya.

Memakai kaos yang sangat pas di tubuhnya berwarna putih dan rok hitam selutut juga sneakers putih, dan tas selempangan membuatnya memulas senyum, dan keluar dari rumah, sebelum kemudian melihat Mike

"Hai" ucap Mike tersenyum
"Ngapain kesini?" ucap Valencia ketus yang tiba tiba saja mengingat insiden ciuman itu.

"Pipi mu memerah, eh? Masih mengingat ciuman itu juga?" ucap Mike membuat pipi Valencia semakin memerah

"Diam saja kau Mike" ucap Valencia ketus. Namun, langkah Mike yang semakin lama semakin mendekat membuat Valencia berjalan mundur

"Kau fikir, aku mau mencium mu lagi? Masuklah, aku akan antar ke kuliah mu" ucap Mike

Valencia akhirnya masuk juga, setelah itu, Mike menyalakan mobil

"Kau tau, pertemuan kita yang pertama sangat jelek ya" ucap Mike sambil menyetir

"Ya, aku setuju" ucap Valencia menganggukkan kepalanya membuat Mike tersenyum kekeh

"Bagaimana jika kita mengulang perkenalan kita?" ucap Mike tersenyum

senyum yang membuat Valencia terengah sesaaat
"Ha? Oh, baiklah" ucap Valencia tersenyum

"Hai, aku Mike. Mike Jonathan" ucap Mike tersenyum

"Hai Om Mike. aku Valencia. Valencia Sharon Gordon" ucap Valen membuat Mike mengrem mobil dengan tiba tiba

"HEI! Ada apa ini?!" ucap Valencia terkejut
"Bisa tidak kau tidak memanggilku om?" ucap Mike menatap Valencia tajam

"Ha? Ba-Baiklah, Mike" ucap Valencia pelan membuat sejenak keadaan diam

Mike menatap bibir merah Valencia, entah dorongan apa, Mike semakin mendekat
Aroma tubuh Mike serasa candu di penciuman Valencia, membuat Valencia juga perlahan mendekatkan bibirnya

TIIINN!!!

Suara mobil membuat keduanya tersadar dan membuat Mike langsung melajukan mobilnya, sedangkan Valencia sendiri masih memerah dan malu. Bagaimana mungkin dia bisa seliar ini.

TBC

Bitter Dream Sweet Love[OWNER1]Baca cerita ini secara GRATIS!