Kediaman OH

Sehun menggaruk kepalanya kemudian membuka matanya, tercium bau harum masakan dari bawah membawanya turun ke dapur.

"Pagi Sehunie..." ucap Oh So Hee kakak perempuan Sehun dengan wajah berseri-seri sambil mengaduk masakan.

"Pagi noona" ucap Sehun ramah dengan senyum kecilnya.

"Selamat Pagi Sehunie..." ucap Park Chanyeol sepupu Sehun dengan deretan gigi putihnya dan wajah yang berseri-seri. Tapi senyum itu hilang ketika Sehun menghadiahkannya deathglare mematikan

"Jangan sok dekat kau manusia hina"

Chanyeol yang sudah ditatap begitu hanya bisa diam tak berkutik, mentalnya down karena sepupu yang sudah ia anggap adik itu. . . Padahal ia menyapa seperti kakak sepupunya tapi perlakuan dan tingkah adiknya beda. #dramatis

Kedua kakak Sehun sudah tau seperti apa seorang Oh Sehun, seorang manusia savage sedunia. Dia hati hello kitty yang bertampang setan. Butuh kekuatan dan kesabaran untuk menghadapinya. Apalagi Chanyeol. Tapi Chanyeol tetap tabah meeski sering diperlakukan hina dengan adiknya itu. Bahkan pernah sekali ia tertempok sendal karena berusaha memeluk Sehun. Sedihnya.

Tapi perlakuan itu akan berubah drastic jika dengan Sohee. Sehun itu bagai malaikat imut jika bersama Sohee apalagi kalo dibelikan barang atau hanya sekedar sapaan pagi. Mungkin inilah efek kehilangan orang tua dan jadilah seorang adik yang overprotective tau sebutan modernly "sister complex"

Meski Sehun bukan orang yang pandai berbicara dennen kata-kata yang 'tidak-menyakiti-hati' tapi kedua kakaknya ini menyayanginya apa adanya. Mereka hanya berharap suatu saat nanti adiknya itu bisa berubah menjadi yang lebih terbuka dan dapat mengekspresikan dirinya. Ya mari kita berdoa saja (dan sukuran)

"Kembaran itu kau beri apa sih...ia selalu jahat padaku padahal aku hanya menyapanya loh gimana kalau ku geplok udah mati kali dilindes" gerutu Chanyeol pada Sohee setelah Sehun pergi kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap ke sekolah.

"Iya, memang selalu begitukan tidak pernah berubah" ucap Sohee menempatkan masakannya ke piring.

"Jadi bagaimana...apa itu tidak apa-apa? Kau dan Jong In kuat menghadapinya?" Tanya Chanyeol sambil memainkan piring yang ia pegang ditangannya

"Haaahhh-" Sohee menghela nafasnya mengingat hal itu... "entahlah, setiap kali bertemu juga pasti saling memaki, sudah takdir kali... yah dia menyayangiku kau taulau Chanyeol"

Chanyeol hanya menatap Sohee yang memijat kepalanya karena ia merasa pusing sendiri memikirkannya "kami masih berusaha " ucap Sohee lagi

"Pfffttttt! Ahahahaha!! Aku bisa membayangkannya ahahah" tawa Chanyeol ketika mendengar gadis itu mengucapkan kata terakhir itu. "tapi pilih kasih sekali dia yah"

Ia ingin sekali melindas Chanyeol dengan bulldozer sekarang juga kalau bisa sengam teflon ia ingin membuat Chanyeol memendek 30 cm sehingga ia bisa menendangnya dan menghajarnya dengan gampang. Ia juga bingung mau membela bagaimana kalau bela Jong-In nanti Sehun nanti dan kalau Sehun ngambek siSehun. yowes dah. rapopo.

Jika adiknya itu tidak mengidap penyakit sister complex yang lama-lama membuatnya setengah mati.... pasti ia dan pacarnya bisa melakukan hal yang pasangan biasa lakukan bayangkan saja kalian sedang pacaran dan kemudian dilihatin ayah kalian itulah rasanya bedanya ini adiknya..

"geundae....Sohee-ya, aku rasa aku tau cara mengantisipasinya" ucap Chanyeol kemudian memberi harapan kepada gadis berambut hitam panjang itu.

"Caranya?"

"Kalau misalkan Sehun punya pacar... aku rasa dia tidak akan mengganggumu dan pacarmukan.." ucap Chanyeol yakin

PLAK! 

Don't Play With My Heart!(EXO Sehun Fanfiction)Baca cerita ini secara GRATIS!