KEYLA POV

"Kamu masih menyukai Fikri benar kan?"

DEG

Jantungku berdegup sangat kencang saat Angga melontarkan pertanyaan seperti itu.

Keringat dingin mulai bercucuran.

"Kok diem?" Angga menepuk pundakku

"Eh?- emang apa masalahnya buat kamu kalo aku masih suka atau engga sama dia?

Eh tunggu, kok kamu bilangnya masih menyukai?"

Sekarang, yang kulihat malah Angga yang terpatung di hadapanku, matanya menatap langit, sama sekali tak melirikku.

"Kok diem?" Aku mencopy paste ucapan Angga tadi.

"Engga! aku liat awan, awannya bagus ya!" Lalu, Angga menarik tanganku, "Kita ke star cafe aja yuk?"

Apakah ini yang disebut mengalihkan pembicaraan?

Perlu kalian ketahui, di langit hari ini tak ada awan.

ANGGA POV

"Eh?- emang apa masalahnya buat kamu kalo aku masih suka atau engga sama dia?

Eh tunggu, kok kamu bilangnya masih menyukai?"

Aku membeku, terpatung, setelah mendenger perkataan itu dari mulut Keyla.

Aku hanya memandang langit, aku sangat tak ingin menatap wajahnya saat ini.

"Kok diem?"

Dia mencopy paste ucapan ku tadi.

Rasanya aku ingin keluar dari topik ini, lalu aku memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan.

"Engga! aku liat awan, awannya bagus ya!" Lalu, Aku segera menarik tangannya, "Kita ke star cafe aja yuk?"

Konyol sekali alasanku ini, 'melihat awan? awannya bagus?' jelas jelas saat ini tidak ada awan.

Karna aku tak mau terlihat lebih konyol lagi, aku memutuskan untuk mengajaknya ke star cafe.

Padahal kondisi kesehatanku belum membaik, tapi karna aku sudah mempunyai segudang rasa kangenku padanya, rasanya aku ingin seharian ini saja bersamanya.

xx

Kamipun sampai di star cafe lalu memesan 2 minuman kesukaan kami dan beberapa cemilan.

Aku tak memiliki topik apapun yang harus kubicarakan, karna saat ini aku hanya ingin bersamanya itu saja.

"Lo ga kangen sama gue?"

Pertanyaan itu..

Keyla melontarkan pertanyaan seperti itu padaku?

"Ngapain juga gue kangen sama lo, ga guna."

Kini, aku sudah memutuskan untuk bersikap seolah olah aku tak peduli padanya.

"Gausah bohong deh,"

"Emang siapa yang kangen sama lo?"

"Anggi, Justin, Fikri- Fikri bahkan saking kangennya sampe mel-"

Dia memutuskan kata katanya. Ada apa dengan kata kata selanjutny?

"Fikri sampe apa?"

"Ga jadi ah"

Dia semakin membuatku penasaran.

"Kalo gue bilang, gue kangen sama lo, lo mau ngelanjutin kata katanya ga?" Aku memancingnya

"Ga ah, kan berarti ga tulus"

"Key, lu aneh sih. Pake nanya segala kangen apa engga, ya pastinya kangen dong!" Aku mengacak acak rambutnya

Stalker✨Baca cerita ini secara GRATIS!