Chapter 16

3.1K 218 11

Hyejin POV
Aku membuka mataku, aku merasakan pusing menjalar di kepalaku. "dimana ini?" ucapku lirih dan aku melihat kearah sekeliling. Ini bukan kamarku,
KREEETTT
Pintu terbuka dan menampakkan sosok namja, "kau sudah sadar?" ucapnya mendekat kearahku.
"eoh? bukan kah kau... yang memberikan jaket padaku?" ucapku mengeryitkan mataku. "ne.." ucapnya tersenyum. Aku langsung mengambil tasku yang ada disebelah tempat tidur ini. "igeo.. gumawo" ucapku menyodorkan jaket yang ia pinjamkan padaku kemarin. Dia mengambilnya dan menganggukkan kepalanya. "neo... nuguya?" ucapku.
"naneun Kyungsoo imnida" ucapnya tersenyum tipis kearahku.
Aku mengreyitkan dahiku.
Kyungsoo mendekat kearahku dan duduk ditepian ranjang, "kau... apa kau kenal denganku?" ucapku ragu. "anio" ucapnya. "lalu.. kenapa kau menolongku? dan bersikap sebaik ini padaku?" ucapku. "bukankah sesama manusia harus tolong menolong?" ucapnya. Aku masih bingung dengannya. "namamu siapa?" ucapnya lagi. "Hyejin imnida... eum, kyungsoo-ssi sepertinya aku harus pulang. ini sudah malam" ucapku. "kau ini kan masih sakit? menginaplah disini?" ucap Kyungsoo. "anio. Aku harus pulang sekarang. Nan gwenchanayeo" ucapku lalu beranjak dari tempat tidur dan menggendong tasku. "apa kau yakin?" ucap Kyungsoo. "ne.. gumawo sudah menolongku Kyungsoo-ssi" ucapku tersenyum. "tak perlu seformal itu" ucapnya. "geurae". "baiklah, kalau begitu aku pulang ne? annyeong!" ucapku lalu melangkahkan kakiku pergi meninggalkan kamar itu.

Author POV
Sepeninggal Hyejin, Kyungsoo masih berdiam diri dikamarnya. Pikirannya berkecamuk menjadi satu,
dia benar benar mirip dengan Eunsang, senyumnya, cara bicaranyanya, dan tingkahnya itu benar benar mirip Eunsang--- batin kyungsoo. "eunsang-ah.. bagaimana keadaanmu sekarang? apa kau bahagia disana? aku... merindukanmu" ucap Kyungsoo sambil menatap langit malam dari balkon kamarnya.
.
.
Setelah mengantarkan uang hasil penjualan bubur pada Ajumma, Hyejin buru buru pulang menuju flatnya.
Sesampainya Hyejin di flatnya dia merebahkan dirinya dikasur, "ah.. baik sekali kyungsoo itu" ucapku tersenyum senyum sendiri. "ahh~ lebih baik aku cepat membersihkan tubuhku yang lengket ini dan tidur" Hyejin lalu bergegas kekamar mandi membersihkan dirinya.
.
Matahari sudah menampakkan sinarnya, terlihat seorang gadis sedang mengayuhkan sepedanya mengantar bubur dengan senyuman yang selalu terhias dibibirnya.
"ahh... cuacanya bagus sekali" ucap Hyejin dengan riang.
.
pukul 08.00
Hyejin memarkirkan sepedanya, lalu ia begegas hendak menuju kelasnya. Saat ia sedang bejalan didekat taman kampus dia di hadang oleh 2 orang pria dan seorang wanita, Hyejin sangat mengenali orang orang itu.
"annyeong tukang bubur?" ucap Baekhyun dengan ceria melambaikan tangan pada Hyejin. "haha .. apakah semua buburmu sudah diantar?" ucap Chanyeol sinis, dan Krystal tersenyum menanggapi ucapan kedua temannya itu. "apa kalian ada urusan denganku? kalau tidak, bisakah minggir? aku ada kelas" ucap Hyejin berusaha tenang menghadapi ketiga orang yang ia yakin akan membully-nya. "o-ow! santai lah, memang seberapa pentingnya kuliahmu? lagi pula kau kan sudah mendapat pekerjaan, jadi untuk apa kuliah?" ucap Chanyeol menahan tawa. "iya! pekerjaan jadi tukang bubur!! hahahaha" seketika tawa ketiga orang itu menggema di seluruh taman, membuat semua orang yang ada disitu menatap mereka. "hey!!!" teriak seseorang, seketika itu juga orang itu berada disebelah Hyejin, dan Hyejin langsung membulatkan matanya. "kyu-kyungsoo?" ucap Hyejin. "oh?! so sweet sekali, hey! pacarnya datang ingin jadi pahlawan hahaa" ucap Krystal, seketika membuat Chanyeol dan Baekhyun tertawa.
Kyungsoo menatap ketiga orang yang sedang tertawa itu dengan tatapan tajam. Ketiga orang yang ditatap seperti itu lantas mengentikan tawanya.
"kuharap kalian jangan ganggu dia lagi. urusi saja urusan kalian sendiri" ucap Kyungsoo datar. "kajja" lalu menarik Hyejin pergi meninggalkan tempat itu.
"hya?! siapa dia? sok galak sekali" ucap Baekhyun tak terima. "pacarnya mungkin" ucap Krystal. "iyaa... mungkin pacarnya" sambung Chanyeol.
"guys!!" tiba tiba Sehun berlari tergesa gesa kearah ketiga orang tersebut.
"sedang apa disini?" ucap Sehun. "annyeong sehun-ah!" Krystal langsung bergelayut manja dilengan Sehun.
"tadi itu, kami bertemu dengan tukang bubur..."

사랑해 ..Baca cerita ini secara GRATIS!