★ Denial

491 35 2
                                        

★★☆

fluff.
hajeongwoo.
haruto as alaska.
jeongwoo as degas.

★★☆

“Alaska, astaga! Sadar woi!” Teriakan nyaring Juan mampu membuat Alaska tersadar. Ia baru saja memukuli orang yang menganggu Degas beberapa hari ini.

Degas risih. Itulah sebabnya, Alaska turun tangan.

Padahal Degas tidak pernah meminta, ia hanya bercerita kepada Alaska.

Diaz yang baru saja datang dengan tergesa-gesa itu mulai membubarkan kerumunan di koridor.

“Habis ngelakuin hal tolol apa lagi lu, Alaska?” tanya Diaz jengah. Sebab ini bukan pertama kalinya dan Diaz heran dengan kelakuan sahabatnya itu.

Alaska mendelik tak suka, ia menatap Juan meminta pertolongan. Tapi sepertinya, pemuda itu berada di sisi Diaz sekarang.

“Hal tolol apa sih?! Dia udah bikin Degas risih, tolol darimana-nya?” bela Alaska.

“Minimal nih ya minimal, ga usah denial,” balas Diaz dengan cukup menyebalkan.

Diaz membekap mulut Alaska yang ingin menyerocos, “Nih ya denger. Lu ga boleh lewatin batas, Ska. Degas cuma temen lu, biarin dia yang nentuin pilihan dia sendiri. Kalau dia risih, biarin dia yang urusin. Lu, gua, dan Juan ga berhak ikut campur,” jelasnya.

Alaska termangu mendengarnya.

##

Degas, sedang asyik makan cilung jajanan kantin dengan nikmat. Namun setelahnya, ia datangi oleh teman sekelasnya yang kebetulan ingin makan bersamanya.

Sebab sudah akrab, mereka melontarkan berbagai candaan serta topik menarik dan tak lama lagi Degas jadi mengantuk.

“Btw, progress lo sama Alaska gimana?!”

Seruan tersebut membuat mata sayup-sayup Jeongwoo kembali melotot terkejut. Kenapa jadi Alaska?

“Emang gua sama Alaska, ngapain?” tanyanya balik.

Salah satu temannya berdecak, “Yailah gas, jangan sok polos plus denial. Kalau lo sadar, omongin biar jelas”

“Omongin apaan?” herannya kini. Ia tidak paham apa yang mereka bicarakan.

Teman sekelasnya itu berdecak melihat respon Degas yang tidak sesuai harapan mereka. Itu membuat Degas kebingungan.

“Omongan lu semua jadi ngawur gini, mending gua cabut. Inget, tugas Pak Rizal coy,” peringatnya.

“BANGSAT! IYA LAGI GUA BELOM SALIN TUGAS,” jawab salah satu dari mereka panik.

##

Alaska dan Degas kini sudah berkendara untuk pulang ke rumah. Seperti hari-hari pada biasanya, Alaska akan mengantar Degas pulang karena ia merasa itu salah satu kewajibannya.

Sekarang mereka sudah duduk manis di mobil Alaska.

“Kata Juan, lo mukulin anak orang hari ini?” tanya Degas, fokusnya tetap pada smartphone yang ada di genggamannya.

Alaska berdehem, “Yaa, cowok yang lo kemarin ceritain itu,” balasnya.

Degas langsung menatap Alaska dengan penuh tanya, “Gua ga minta.... kan?” ucapnya.

Degas terkadang bingung dengan sifat Alaska satu ini, padahal niat dia hanya ingin menceritakan keresahannya beberapa hari ini. Tanpa ia sangka, Alaska malah menghajar orang itu.

Alaska mengangguk, tatapannya masih lurus pada jalanan di depan. Tangan kanannya mengetuk kaca mobil, guna menghindari kecanggungan beberapa menit kedepan.

”Lain kali ga perlu, Aska. Tapi makasih,” ujarnya pelan, sedikit mencicit pada akhir kalimat.

“Gak perlu gimana? Dia udah jelekkin lo di depan gue. Ya gue hajar lah,” bela Alaska.

Degas meringis, “Iya, iya. Makasih ya, Alaska,” ucapnya lagi, sekaligus sebagai penutup percakapan canggung mereka kali ini.

##

“Yas, lo aja bingung apalagi gua yang tadi pulang bareng dia,” curhat Degas pada Diaz lewat telepon mereka.

“Alaska emang denial, bego. Gue yakin, omongan si Rehan ada yang bikin naik pitam,” ujar Diaz menyuarakan pendapatnya.

“Denial?” ulang Degas.

IYA! Gue yakin tuh cunguk pasti cemburu pas tau si Rehan bisa ngedapetin hati lo,” jelasnya.

Degas bergeming, “Tapi kata dia, Rehan jelekkin gue”

Terdengar suara tawa melenggar dari sebrang sana, “Rehan?! Anjir, udah gila tuh temen lo! Mana ada ceritanya begitu? Gue udah nanya sama dia, temen-temennya juga. Emang temen lo tuh yang cemburu buta

Degas jadi pusing. Satu sisi, ia ingin percaya dengan Alaska. Di satu sisi, Diaz seperti mengatakan hal yang sejujurnya.

Tuhan, dia harus percaya kepada siapa sekarang?

tbc


an. nanti ada part 2 nya, tungguin aja ya

memories ★ hajeongwooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang