Part 28

839 59 0

More Than Words sudah berada di urutan 20 di tangga lagu Billboard Hot 100 dalam waktu 2 minggu.

Aku sedang berada di studio bersama Austin untuk mengatur jadwal promo kami. Banyak sekali stasiun televisi dan radio yang mengundang kami untuk menjadi bintang tamu mereka, dan baik aku dan Austin akan mengiyakan semua pekerjaan itu.

"Aku bangga padamu, Greyson", kata Staci seraya memberikan jadwal padaku. "Kau dengan cepatnya bangkit dari keterpurukan kontrak itu dan membuktikannya"

"Ya", kataku. "Tapi kontrak tetaplah kontrak bukan? Aku harus sudah mencari label baru yang mau menaungi karirku"

Staci mengangguk muram. "Maafkan aku Greyson, aku tak bisa apa apa untuk menyelamatkanmu"

"It's okay Staci. Jika bukan berkat kau, aku tidak akan bertemu dengan Austin"

--

Pagi-pagi sekali aku menerima telepon dari Chloe. "Hey aku mendengar lagu mu di Spotify. It was awesome dude. Kau akhirnya berkolaborasi setelah sekian lama kau berkarir. Aku ingin mengajakmu makan siang untuk merayakan lagu barumu, bagaimana?"

"Tentu", kataku. "Text aku saja dimana tempatnya"

"Okay, see you there. Greyson"

Lalu Tanner meneleponku. "Yo, dick. Kapan kau kesini lagi?"

"Aku belum tahu. Banyak sekali pekerjaan"

"I know. Tapi Ibu dan Ayah berharap kau akan datang saat Natal"

"Aku akan datang"

"Okay. By the way, congrats to your new song. You are so talented. Aku memutar lagu ini di ruang keluarga, Ibu sampai menangis terharu mendengarnya"

"Thanks. Aku senang mendengarnya"

"See you on Christmas"

"See you too, Tanner"

Chloe mengirim sebuah pesan. Dia ingin mengajakku makan di Wingstop. Dan aku bersiap siap untuk makan siang bersama Chloe.

--

Aku bertemu Chloe di dalam Wingstop yang sedang membaca sebuah buku berjudul The 5th Wave Aku menyapanya. "Hey, judul yang bagus"

Dia melihatku lalu mengalihkan pandangannya ke buku yang sedang di pegangnya. "Oh ya, project baru"

"Project baru? Maksudmu kau akan shooting film baru dan buku itu adalah filmnya?"

Dia mengangguk setuju. "Aku menyukai karakternya"

"Selamat Chloe", aku menepuk pergelangan tangannya. "Aku akan menonton semua film yang kau bintangi, tenang saja"

Chloe tertawa. "Thanks Greyson. Oh ya ayo kita pesan"

"Kau duduk saja, biar aku yang traktir", kataku sambil berdiri menuju meja kasir.

"Selamat siang, mau makan disini atau dibawa pulang?", sapa pelayan.

"Makan sini", kataku. "Fries combo 2, Mushroom fritters 2, sama cheedar cheese dipsnya 3"

"Okay, saya ulangi ya", katanya. "Totalnya $100"

Aku memberikan kartu kreditku.

"Tanda tangan atau pin?"

"Tanda tangan", kataku. Aku memperhatikan Chloe yang sedang membaca novelnya.

"Silahkan", ujar si pelayan memberikan kertas kartu kreditku dan bolpoin. "Ini kartu dan struk"

Selagi menunggu makananku disajikan di atas baki yang ada didepanku. Aku menonton sebuah tayangan di televisi yang tergantung tidak jauh dari tempatku berdiri. Tayangan itu menampilkan sebuah rumah mewah berwarna putih dengan tiang tiang yang besar. Aku rasa itu adalah sebuah istana. Lalu pembawa acara mengatakan ... "Saat ini kami sedang berada di depan rumah Ma'am Ellyana Highmore untuk menunggu beliau menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran anak perempuannya, Mrs. Moonlight Highmore ... "

"Here's your order. Enjoy your meal"

Aku terkejut mendengar suara si pelayan itu. Pesananku semuanya sudah berada di atas baki. "Thanks"

Aku berjalan menuju tempat semula. Chloe ternyata juga sedang melihat tayangan tadi dengan antusias. Saat aku datang dia berkata, "aku penasaran kenapa anak dari Ma'am Ellyana tidak mau hadir ke acara perilisan mobil tersebut"

"Mungkin dia tidak percaya diri"

Chloe menutup novelnya sambil tertawa. "Mana mungkin, maksudku, dia adalah anak tunggal dari pemilik perusahaan automotif terbesar di Finlandia, apalagi mobil sport keluaran terbaru nya keren banget, kenapa dia tidak percaya diri?"

"Aku tidak tahu", kataku. "Mungkin ada hal lain yang membuatnya tidak ingin hadir ke acara perilisan itu"

"Yang benar saja". Chloe mencocol french fries dengan cheedar cheese dips. "Jika aku jadi dia, aku pasti sudah sangat bangga. By the way, aku akan membeli Ellsmore"

"Benarkah?"

"Ya", ujarnya setuju. "Semua temanku sudah punya mobil itu dan aku juga harus memilikinya. Asal kau tau saja, baru sehari mobil itu dirilis dan sudah sold out. Harus menunggu beberapa minggu lagi, jadi aku harus menunggu"

"Waw" ujarku takjub. "Finlandia memang hebat"

"Mobil yang sekarang aku pakai itu adalah mobil buatan Finlandia", katanya lagi sambil memakan wings. "Dan aku tidak pernah kecewa atas setiap produknya. Kau harus mencobanya, Greyson"

"Sebenarnya aku ingin, tapi aku baru membeli Range Rover itu setahun yang lalu"

"Well yeah, Range Rover juga bagus tapi tidak sebagus mobil Finlandia". Chloe menyesap minumannya. "By the way, setelah kolaborasi bersama Austin Mahone, siapa lagi yang akan kau akan kolaborasi?"

Aku mengedikkan bahuku. "Belum terpikirkan soal itu tapi aku sedang mengerjakan single terbaru yang lainnya sebelum kontrakku habis"

"Apa?". Chloe sontak terkejut ketika aku mengatakan itu. "Kontrakmu akan habis?"

Aku menyesali mengatakan itu di depannya. "Yah, 10 bulan lagi"

"Oh My God, Greyson. Kau harus mencari label baru lagi secepatnya"

"Tentu saja", kataku. "Aku sedang berusaha"

"Aku akan membantumu mencarikannya"

"Tidak usah, aku bisa mencarinya sendiri. Aku punya Staci dan Austin serta Layla. Mereka akan membantuku mencari label baru yang mau menaungiku. Lagipula kau sedang sibuk untuk project barumu"

"Greyson, project ini masih satu tahun lagi. Sementara kau, kau sudah harus hengkang 10 bulan lagi. Aku punya waktu 2 bulan untuk membantumu"

Aku tidak enak hati pada Chloe, dia masih sempat memikirkan karirku disamping kesibukannya dia sekarang untuk project shooting selanjutnya. "Jika itu mau mu, aku perbolehkan kau membantuku. Tapi jangan terlalu keras, kau harus memikirkan karirmu juga"

Lantas Chloe tersenyum karena aku menyetujui permintaannya.

[ BOOK 1 ] - D I V E | Greyson ChanceRead this story for FREE!