Chapter 13

3.3K 228 8

-Author POV-
Sehun memasuki rumahnya, pikirannya masih berputar putar tentang kejadian Hyejin tadi siang.
"hyung? kau kenapa?" ucap Taehyung mengalihkan pandangnya pada kakaknya yang baru pulang. Sehun tak menjawab apapun, dia malah mendudukkan diri disebelah Taehyung.
"aku.. sudah menyatakannya" ucap Sehun. Taehyung terlihat kaget dan membulatkan matanya. "a-apa maksudmu hyung?" ucap Taehyung terbata. "kau bilang aku harus menyatakan perasaanku pada Hyejin? sudah ku katakan" ucap Sehun santai. Taehyung tiba tiba diam mematung.
.
.
Sehun yang menyadari kalau adiknya tiba tiba diam langsung menoleh ke arah Taehyung. "hya! kau kenapa? sedang ku ajak bicara malah melamun?" ucap Sehun kesal. "eh?! m-mian hyung. eum, jadi kau sudah mengatakannya? lalu Hyejin noona bagaimana?" ucap Taehyung tiba tiba menjadi antusias, tapi... dari mimik mukanya terlihat sedang menyembunyikan sesuatu.
"itu dia masalahnya! Hyejin tak berkata apapun padaku. Malah dia mengalaihkan pembicaraan, lalu pergi meninggalkanku. aaiisshh!! jinjja!" ucap Sehun sambil mengacak rambutnya. "eiishh! jangan putus asa dulu hyung. Mungkin Hyejin noona itu terlalu gugup jadi dia pergi meninggalkanmu?" ucap Taehyung dengan senyuman err~ sedikit dipaksakan. "ah~ molla molla!" ucap Sehun. "eum... apa menurutmu, aku harus menanyakan padanya tentang perasaannya padaku?" ucap Sehun. "n-ne? ... ah, iya hyung. kau tanyakan saja pada Hyejin noona" ucap Taehyung kikuk. "hya!! kau ini kenapa sih? saat aku bercerita tentang Hyejin, kau jadi gugup begitu?" ucap Sehun. "mwo? gugup? anio. siapa yang gugup hyung? aku biasa saja" ucap Taehyung mengelak. "eisshh! ya sudahlah terserah" Sehun beranjak dari kursi dan menuju ke tangga untuk naik ke kamarnya. Sepeninggal Sehun, Taehyung masih duduk terdiam di sofa. "Hyung, aku akan mengalah demi mu.. Jaga Hyejin noona baik baik hyung" ucap Taehyung lirih.
.
.
-Hyejin POV-
     Aku sedang dalam perjalanan pulang, setelah mengantarkan uang hasil penjualan bubur ke rumah Ajumma.
eisshh! kenapa sampai sekarang aku masih memikirkan sehun! aku yakin itu semua pasti bohong! ini pasti ada udang dibalik batu! aku tak boleh percaya begitu saja, dia itu kan sangat benci padaku? kenapa tiba tiba dia bisa menyukaiku? benar benar aneh!--- aku berbicara dalam hati.
.
.
Sesampainya aku dirumah, aku langsung bergegas mandi, sungguh! tubuhku lengket sekali.
.
Selesai mandi, aku duduk disofa, bermaksud untuk menonton tv. Tapi tiba tiba ponselku berdering...
"yeobuseyeo?" --- Hyejin
"yeobuseyeo noona?" --- Taehyung
"o.. Taehyung-ah wae?" --- Hyejin
"eum... apakah aku mengganggu noona?" --- Taehyung
"anio. waeyeo?" --- Hyejin
"tadi, sehun hyung pulang dengan wajah sangat lusuh..." --- Taehyung
DEG. Aku langsung kaget mendengar Taehyung menyebutkan namanya.
"eum.. la-lalu? apa hubungannya denganku?" --- Hyejin
"noona pasti tau penyebabnya. Aku tak pernah melihat sehun hyung memperjuangkan wanita seperti itu noona. Jadi, fikirkanlah lagi.. untuk memberinya kesempatan" --- Taehyung
"m-mwo? ap-apa yang kau maksud Tae? aku sungguh tak mengerti" --- Hyejin
"kau pasti mengerti noona.. ya sudah, maaf sudah mengganggumu.. Annyeong" --- Taehyung memutuskan sambungan telfonnya.
.
"apa? apa maksudnya dia bicara seperti itu? apa dia bersekongkol dengan kakaknya? aisshh!" ucapku mengacak kasar rambutku. "sudah lah lebih baik aku tidur.." ucapku lalu berjalan menuju ranjangku.
.
Berkali kali aku menggulingkan tubuhku kekanan dan kekiri untuk menemukan posisi yang enak untuk tidur, tapi aku tak bisa menemukannya. Aku benar benar tak bisa tidur, aku terus terusan memikirkan Sehun dan perkataan Taehyung tadi.
"Tunggu! bukankah flatku ini kan sudah dibeli oleh sehun?! oya!! aku lupa, flat ini kan bukan milikku lagi? tapi... kalau aku pergi dari sini, aku tinggal dimana?" aku terduduk diranjangku, tiba tiba aku teribgat sesuatu dan langsung beranjak dari ranjangku menuju meja riasku, aku membuka laci mejaku dan mengambil sebuah kotak...
"ahh~ tabunganku baru segini? tidak cukup untuk membayar flat ini. Lalu bagaimana?? Aiishhh!!! Jinjja!!!" aku mengacak ngacak rambutku sendiri.
.
.
.
Pagi hari aku bangun dari tidurku, dan bergegas mandi. Setelah rapi, aku langsung menuju rumah Ajumma.
"annyeonghaseyeo ajumma.." ucapku pada Ajumma yang terlihat sedang menyirami tanaman di depan rumahnya. "o.. Hyejin-ah. Sebentar ya Ajumma ambil dulu buburnya" lalu Ajumma masuk kedalam rumah. Tak lama, Ajumma kembali dengan bubur bubur dikeranjang yang sudah siap antar. "ini buburnya.. hati hati dijalan yaa nak" ucap Ajumma. Aku langsung menerima bubur bubur itu dan mengikatnya di tempat boncengan. "ne.. Ajumma. Aku berngkat, annyeong!" aku langsung mengayuhkan sepedaku meninggalkan halaman rumah Ajumma.
.
.
Semua bubur sudah aku antar, sekarang waktunya aku menuju ke kampus. Setibanya aku dikampus, aku memarkirkan sepedaku, dan menuju kelasku.
Ketika sedang berjalan di koridor kampus, aku melihat didepanku seorang yang sangat tidak aku ingin temui... 'Sehun' .
"Hyejin-ah.." ucapnya sambil menggaruk tengkuknya. "w-wae?" ucapku, sial! kenapa jadi gugup begini. "eum.. mau kemana?" ucapnya. "kelas. minggir, aku buru buru" ucapku dan hendak berlalu meninggalkan Sehun, tapi baru beberapa langkah. Aku teringat sesuatu,
"ah.. chamm," Sehun yang mendengar suaraku kembali membalikkan badannya dan menghadap kearahku. "tentang flatku, aku akan mengganti uangnya padamu. Tapi tidak sekarang.. karena uangku belum cukup. Tapi kau tenang saja, pasti akan kuganti" ucapku dan membalikkan badan lagi hendak meninggalkan Sehun, tapi sebuah tangan, mencengkram tanganku. Akhirnya aku membalikkan badanku kembali dan melihat Sehun yang mencengkram tanganku. "lepaskan! aku harus kekelas!" erangku mencoba melepaskan tangannya. Semua orang dikoridor ini memperhatikan aku dan Sehun. "bukankah sudah kubilang, kalau flat itu untukmu? kau tak perlu menggantinya! dan kalau kau tanya kenapa? itu karena aku menyukaimu! apa kurang jelas?!" Sehun berteriak, mengakibatkan semua orang mendengar ucapan Sehun, dan saat ini semua orang sedang berbisik bisik, sambil terus memperhatikanku dengan Sehun.
Aku masih diam mematung, Sehun menatap mataku lekat. "bisakah kau beri kesempatan untukku? mungkin awal pertemuan kita memang tidak baik. Tapi, sungguh! aku benar benar tulus menyukaimu.. Hyejin-ah" ucap Sehun dengan matanya yang sendu. Aku melihat kesekelilingku, semua orang menatapku dengan tatapan tak suka. Tuhan! aku harus bagaimana?--- batinku.
"jawab aku hye.. bisakah kau beri kesempatan padaku?" ucap Sehun, dan menggenggam kedua tanganku.
DEG.
DEG.
DEG.
Tiba tiba.....
"sehun!!!"--- Teriak seseorang dari arah belakangku, dan dengan seketika Sehun langsung membulatkan matanya.
.
.
.
ToBeContinue...

♡♡♡

Annyeong!! Maaf ya, telat banget updatenya.. T.T
Terimakasih sudah membaca♡
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa *tysm ^^

사랑해 ..Baca cerita ini secara GRATIS!