•°~Happy Reading~°•
Scorpius High School adalah sekolah elit bergengsi yang di mana seluruh siswa-siswinya masuk dengan kemampuan otak yang tak main-main. Banyak anak-anak dari orang kaya yang bersekolah di sana, tapi tak urung, walau sekolah elit tapi tak menjamin tak perundungan. Siswa siswi yang berada di kasta bawah akan mendapatkan diskriminasi dan diperlakukan seperti babu.
Karena itulah Scorpius High School membentuk organisasi khusus yang diberi nama Scorpion. Berbeda dengan organisasi OSIS, Scorpion berperan sebagai pemberantas perundungan, mentindak adili para pelaku dan mendisiplinkan mereka. Scorpion terbentuk karena Osis tak lagi mampu menangani.
Organisasi Scropion telah disetujui seluruh orang tua siswa siswa karena mereka yakin anak-anak mereka tidak akan melakukan hal yang dapat mempermalukan keluarga. Tapi, banyak juga yang menggunakan suap untuk menutupi kesalahan anak-anak mereka, hanya saja baik Scorpius dan Scorpion tidak menerima sepeser pun uang suap. Konsekuensinya sendiri adalah skorsing atau dikeluarkan dari sekolah karena mencoba untuk menyuap. Tak ada toleransi untuk para perundung dan orang yang menutupinya.
Scorpion diketuai oleh seorang laki-laki bernama Ryder Elazein Orion. Laki-laki tampan berwibawa, gagah dan tinggi, iris hitam kelam tajam yang mengintimidasi, hidung mancung, bibir tipis berwarna pink pucat, rahang tegas, serta raut dingin yang terkesan misterius. Selain Ryder, semua anggota Scorpion dirahasiakan, tak ada satu orangpun yang mengetahui orang-orang Scropion. Kecuali Ryder sendiri dan anggotanya.
Tapi, ini tak akan menceritakan tentang betapa elitnya sekolah Scorpius High School, para pembulli dan korbannya, atau si ketua organisasi yang begitu disegani. Tapi Scorpion Missions menceritakan tentang misi Scorpion, para pemberantas pembulli yang beralih menjadi detektif kasus pembunuhan berantai yang ada di sekolah mereka.
***
Ryder menatap jam di tangannya. "Pukul 06:00, aku datang tepat waktu."
Ryder turun dari atas motor, berjalan perlahan menelusuri Scorpius High School seperti kebiasaannya. Laki-laki itu akan datang lebih awal dari para OSIS, mengelilingi sekolah, dan ke kelas jika sudah pukul 06:30.
"Lantai terakhir." Ryder menjejakkan kakinya di lantai paling atas sekolah Scorpius.
Ryder mengecek satu persatu kelas siswa kelas tiga, yang terdiri dari lima kelas. Matanya tiba-tiba memincing menatap seorang gadis yang terduduk gemetar di ujung lorong tepat di ambang pintu kelas 3-E.
"Lagi? Sepagi ini?" Ryder masih menatap dari jauh gadis itu, menunggu pertunjukan selanjutnya. Namun beberapa detik kemudian tak ada yang terjadi, seperti seseorang yang menyerangnya atau apapun itu yang dilakukan untuk membulli. Gadis itu hanya terduduk diam di ambang pintu.
Ryder memutuskan untuk menghampiri, dia sudah cukup khawatir melihat gadis itu. Baru saja akan menanyakan apa sebab gadis itu terduduk di sana, tubuh Ryder menegang, dia memucat, tubuhnya bergetar saking shocknya.
Di sana, di depannya, sebuah tubuh seseorang tergantung dengan leher terikat menggunakan tali. Darah bercucuran dari leher si mayat yang hampir putus.
"Kyaaaaa!"
Ryder menarik kesadarannya, dia menoleh pada gadis yang ternyata sudah pingsan setelah berteriak kencang. Dia dengan sigap mengangkat gadis itu dan segera ke UKS yang untungnya di setiap lantai memilikinya.
***
Pembatas polisi telah terpasang di sekita kelas 3 C-E. Mayat siswi itu telah diamankan dan akan segera di autopsi. Para polisi menanyakan kronologi pagi itu pada Ryder dan beberapa satpam yang memang bertugas pada jam tersebut. Gadis yang sempat melihat mayat itu telah dibawa ke rumah sakit, dia terlihat sangat shock.
"Kalau begitu terima kasih atas kerjasama kamu," ujar polisi itu setelah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya.
"Sama-sama," kata Ryder seraya menjabat tangan si polisi.
Seorang laki-laki yang mengenakan almet osisnya datang menghampiri Ryder, dia adalah Andra, si Ketua OSIS Scorpius High School.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Andra seraya menepuk punggung Ryder.
Ryder memutar bola mata lantas berdecak malas, "Kau pikir aku terlihat baik-baik saja saat ini? Hey, aku melihat dengan mataku sendiri, seseorang tergantung dengan leher hampir putus di langit-langit kelas." Andra terkekeh kecil dibuatnya.
"Pastikan informasi ini tidak keluar dari sekolah."
"Hm ... itu sudah tugas kami," jawab Andra serius.
Kedua laki-laki itu terdiam kemudian. Mata mereka menatap orang-orang yang berlalu lalang menjalankan tugas mereka. Beberapa remaja yang menggunakan pakaian yang sama dengan Andra terlihat juga di sana.
"Apa ini bunuh diri?" tanya Andra.
"Aku tidak tau," jawab Ryder datar.
"Woah~ sekolah kita benar-benar ada yang bunuh diri ya? Aku tidak menyangkanya ... atau tidak?"
Ryder dan Andra menoleh ke kiri dan mendapati laki-laki bersurai grey yang tengah berdecak melihat pembatas polisis di depan sana.
"Jadi tadi aku tidak salah lihat, Ya?" ujarnya lagi.
Ryder dan Andra mengangkat sebelah alisnya lantas bertanya bersamaan, "Apa yang kau lihat?"
"Hm?" Dia menoleh. "Aku melihat seseorang berjalan turun dari lantai kelas tiga dan saat menoleh aku melihat sesuatu yang menggantung di langit-langit kelas 3-E."
"Apa kau melihat orang itu seperti apa? Dia laki-laki atau perempuan? Mengenakan baju ... hey, aku belum selesai bertanya!"
Andra berdecak kesal kala Ryder lebih dulu menyeret pergi laki-laki bersurai grey itu, padahal masih banyak pertanyaan dalam benaknya. "Sial!" Andra memilih bergabung dengan anggotanya.
***
Reska Maldivon Renanda, salah satu anggota Scorpion, laki-laki yang bersurai grey adalah dirinya. Ryder menyeret Reska ke ruangan khusus milik mereka, dia menatap intens laki-laki itu, meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya.
"Apa yang kau lihat?" tanya Ryder serius.
"Aku sudah katakan sebelumnya dan itu yang sebenarnya," jawab Reska tak acuh.
"Jangan membuatku memaksamu untuk mengatakan yang sebenarnya," tutur Ryder dengan mengintimidasi.
Reska menghela napas pasrah, ketuanya ini memang sangat menakutkan. Reska merogoh saku celananya dan mengeluarkan sepucuk surat usang dari sana.
"Aku mengatakan yang sebenarnya. Kau tau aku akan pergi sangat pagi ke sekolah untuk mengecek lebih dulu, kalau tidak salah saat itu pukul lima lewat. Seseorang terlihat turun dari lantai kelas tiga, tak begitu jelas karena dia memakai pakaian serba hitam dan lampu yang temaram. Aku memutuskan ke lantai tiga setelah seseorang itu keluar dari gerbang, dan sampailah aku di kelas 3-E yang di mana tubuh seorang siswi tergantung di sana."
Ungkap Reska penuh keseriusan pada Ryder. Ryder menatap, mencari kebohongan laki-laki itu, karena dia tau Reska sering bercanda walaupun itu hal yang serius.
"Aku mengambil surat ini dari saku siswi itu, dan aku sungguh-sungguh tak menyentuh mayatnya sama sekali," lanjut Reska seraya menyerahkan surat kecil di tangannya. "Dan aku belum membukanya."
Ryder mengangkat sebelah alisnya, tanganya meraih surat tersebut dan membukanya. Keningnya mengerut tak mendapati satu katapun di dalam sana, hanya beberapa angka.
'3/30'
"Dia menulis apa?" tanya menasaran Reska.
"Hanya sebuah angka," jawab Ryder dengan kesal dan melempar kertas itu ke atas meja.
Reska berdecak, "Sudahlah, aku akan memberikan padanya saja, mungkin dia akan mengetahui sesuatu." Reska beranjak lalu meraih kertas tersebut.
Ryder mendengus menatap kepergian Reska. "Ini aneh." Ryder mengingat kejadian barusan.
•°~To Be Continued~°•
***
Min, 29 Januari 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Scorpion Missions
Mystery / ThrillerOrganisasi Scorpion harus beralih tugas mencari dalang dibalik kematian seorang siswi Scorpius High School dan berlanjut pada pembunuhan berantai. "Tidak ada pembunuh yang sengaja meletakkan petunjuk, apalagi sampai memberitahukan siapa dirinya." Ke...
