Alpha's Babies 5

8.3K 597 31


2 tahun kemudian...

"Ugh! Tara, apa kau lihat sepatu Caden yang lain?" teriakku padanya saat aku mencari di bawah ranjang.

"Nggak. Mungkin dia sudah memakainya?"

Kutarik kepalaku dari bawah tempat tidur dan kulihat dia. "Yang kita bicarakan ini Caden."

Tara duduk di kursi berlengan sementara Corbin duduk dengan tenang sewaktu Tara menggembungkan rambut ikal Corbin. Si kembar dulunya punya segunung rambut ikal coklat tapi sekarang aku dengan berani memutuskan untuk mencukur kedua sisi dan belakang kepala mereka sehingga hanya bagian atas yang keriting.

"Omong-omong pembuat onar itu di mana?" tanyanya. Kedua mataku terbelalak. Aku tak bisa meninggalkan anak itu sendirian selama dua detik saja atau entah siapa yang tahu perbuatan mengerikan apa yang bisa ia lakukan.

"Oh, Tuhan, ia mungkin membakar dirinya sendiri atau semacamnya!" kataku dramatis.

Aku berlari ke kamar mandi dan menemukannya di depan toilet duduk, mengaduk air toilet dengan kuas make up Mac favoritku.

Caden berputar di tempat dan mata birunya berkedip padaku, "Oh-ow,"

"Benar, oh-ow!" kataku merenggut kuas itu dari genggamannya dan dengan sangat tidak senang, melemparkannya ke dalam tempat sampah.

Ia menunduk. "Caycay nakal," katanya. Ia mungkin terbiasa dengan semua orang mengatakan hal itu padanya tiap hari seumur hidupnya.

"Ya, benar-benar nakal," kataku dengan gigi terkatup sembari mencuci kedua tangannya sampai bersih lalu menuntunnya keluar.

Hari ini adalah ulang tahun mereka dan mencoba untuk datang tepat waktu untuk ultah mereka sendiri merupakan mimpi buruk.

Aku punya perasaan kalau Jason bohong padaku saat ia bilang anak-anak serigala normal sama saja dengan anak-anak Alpha.

Bayi-bayi Alpha punya energi sepuluh kali lipat!

Tara mengikik ketika ia melihat wajah galakku dan wajah bersalah Caden.

"Oh, Caden. Apa yang akan kami lakukan padamu, Bocah Nakal?" kataTara sementara ia mengikat dasi biru Corbin di sekeliling lehernya.

Aku melakukan hal yang sama kepada Caden.

"Dan kita masih butuh menemukan sepatunya yang hilang," kataku lelah.

Ada ketukan singkat di pintu dan Derek melangkah masuk.

"Derek!" teriak si kembar.

Corbin masih belum banyak bisa bicara dan ia sepertinya tipe anak yang pendiam.

"Hei, anak-anak! Selamat ultah!"

Caden berlari dariku menuju ke pelukan Derek.

Corbin meluncur turun dari pangkuan Tara dan meniru Caden.

Derek mencium mereka berdua, lalu menghampiri dan menciumku.

"Hei, Sayang. Semua orang sudah tiba di taman. Yang kita butuhkan sekarang hanya anak-anak."

Aku menarik-narik rambutku dengan gugup.

"Tapi sepatu Caden..."

Derek memutar bola matanya dan menurunkan si kembar di kasur.

"Ini malam yang bagus. Tak ada yang akan memerhatikan kalau mereka datang tanpa alas kaki. Sebenarnya, itu mungkin malah hal terbaik yang pernah dilihat siapapun," katanya.

Ia mencopot kedua sepatu dan kaus kaki Corbin dan melakukan hal yang sama dengan Caden. Kemudian ia menggulung celana beige mereka beberapa kali, melakukan hal yang sama dengan lengan baju mereka, lalu mengendorkan ikatan dai si kembar.

Alpha's Babies (Indonesian Translation)Baca cerita ini secara GRATIS!