Chapter 6

3.7K 273 4

-Author POV-
Hyejin berjalan di koridor kampus menuju kelasnya. "Hyejin-ah!" tiba tiba sebah suara memanggilnya, Hyejin yang tadinya menunduk sekarang mendongakkan kepalanya, dan mendapati Jangmi sedang tersenyum kearahnya. Jangmi berjalan mendekat kearahnya.
"Annyeong Hyejin-ah" ucap Jangmi merangkul tangan Hyejin. "Ne.. annyeong Jangmi-ah" ucap Hyejin, lalu mereka berjalan bersama.
"Tunggu" ditengah jalan Jangmi menghentikan langkahnya dan menatap lekat ke wajah Hyejin. "hye.. kau habis menangis yaa?" ucap Jangmi. "eoh? a-ani. waeyeo?" ucap Hyejin gugup. "hya!! ayolah ceritakan padaku. kita kan teman?" ucap Jangmi memohon. "eum... baiklah akan kuceritakan, tapi nanti setelah kelasku selesai. Aku masuk kelas dulu ne? nanti kita bertemu dikantin saja? Annyeong~" ucap Hyejin tersenyum pada Jangmi. "okey! annyeong~" ucap Jangmi, lalu Hyejin mulai berjalan menjauh dari Jangmi.
.
.
.

-Sehun POV-
Kelasku sudah selesai, aku ingin cepat cepat ke kantin untuk melaksanakan rencanaku ini. Haha.. semoga hyoja itu ada disana.
"sehun! bagaimana?" ucap Baekhyun mendekat kearahku. "kita mulai saja hyung, ayo cepat ke kantin!" ucapku. Lalu aku, Baekhyun, Chanyeol, dan Luhan berjalan beriringan ke kantin.
Setibanya dikantin, aku melihat hyoja itu sedang berbincang bicang dengan temannya. Kesempatan bagus, "hyung! ayo mulai" ucapku pada Baekhyun hyung. Baekhyun langsung mengeluarkan pengeras suaranya dan mulai berbicara, "ehm .. mohon perhatiannya semuanya" ucap Baekhyun hyung dan sontak semua mata di kantin ini tertuju pada kami, termasuk Hyejin yang saat ini sedang memperhatikan kami dengan tatapan aneh.

-Hyejin POV-

Saat aku sedang curhat pada Jangmi tentang masalahku? tiba tiba 'para berandalan' itu datang. "Hye.. kira kira mereka mau ngapain pake toa gitu?" ucap Jangmi. "entah.." ucapku. Tiba tiba terdengar suara si namja imut yang bertengkar denganku kemarin itu.
"ehm .. mohon perhatiannya semuanya" tiba tiba suara namja imut itu mengintrupsi.
"Baekhyun sedang apa sih!" ucap Jangmi penasaran, "siapa? Baekhyun?" aku bertanya tanya pada Jangmi "iyaa Baekhyun, dia itu yang sedang memegang toa bernama Baekhyun, pria tinggi yang disebelahnya itu Chanyeol dan yang bermuka datar itu Sehun" ucap Jangmi panjang lebar. Aku hanya mengangguk anggukan kepalaku, dan kembali menatap mereka, aku penasaran apa yang akan diperbuat para beeandalan itu.
.
.
Tiba tiba namja yang bernama Baekhyun itu mengeluarkan suaranya lagi.

"Ya.. disini saya mau mengumumkan sesuatu! Apa, kalian semua disini suka makan Bubur Labu?" ucap Baekhyun sambil menatap kearahku.

DEG.

A-apa dia bilang tadi? 'Bubur Labu' apa.. ini berhubungan denganku, Tuhan cobaan apalagi ini?!

"kalian suka kan? aku juga suka bubur labu, dan sekarang! di tempat kita kuliah sudah ada penjualnya loh! kalian mau tau siapa? huh? mau tau? mau tau?" ucap Baekhyun lagi.
Aku benar benar sudah mempunyai firasat buruk, Baekhyun pasti sedang membicarakan tentangku.
Tiba tiba pengeras suara yang sedang dipakai Baekhyun di rebut oleh namja dingin itu Sehun.

"iya.. disini sudah ada penjualnya! dan kalian bisa langsung memesannya. Penjualnya adalah ..." sehun menggantungkan kalimatnya, dia menatapku dengan tatapan sinisnya.

Sungguh! aku tak tahan lagi aku langsung berdiri dari tempatku duduk dan berjalan kearahnya, aku tak memperdulikan panggilan Jangmi. Aku terus berjalan kearah para berandal itu. Tapi, saat sudah setengah perjalanan..
"Penjualnya adalah dia! Park Hyejin!" ucap Sehun menunjuk kearahku, aku langsung mengentikan langkahku, aku terdiam ditempat.
Semua orang menatapku kaget, aku bisa mendengar semua pertanyaan dari mulut mereka ..
"mwo?! jadi dia adalah penjual bubur?"
"mwo?! kupikir dia anak konglomerat, karena dilihat dari cara pakaiannya terlihat modis"
"yang kudengar ayahnya itu bangkrut, jadi dia berjualan bubur?"
Kira kira begitulah kalimat yang dilontarkan orang orang kepadaku, aku bisa mendengar semuanya. Aku masih berdiri mematung, tiba tiba air mataku menetes begitu saja. Tanpa pikir panjang, aku melanjutkan jalanku menuju para berandalan itu dengan air mata masih mengalir.

PLAKKK! Aku menamparnya, aku menampar Sehun, dan dia langsung memegangi pipi hasil tamparanku, dia menatapku tajam aku membalasnya dengan tatapan tak kalah tajam.
"apa kau sudah puas? terimakasih untuk promosinya Tuan!" ucapku lirih dan dingin. Setelah itu aku langsung berlari meninggalkan tempat itu, aku tak peduli pada semua tatapan orang dan semua pembicaraannya, aku tak peduli dengan Jangmi yang masih terus memanggil manggil namaku. Aku hanya butuh waktu sendiri.

"Kuatkan lah aku Tuhan~ Eomma, aku butuh pelukanmu.." batinku, aku terus berlari menaiki tangga, aku menuju atap kampus. Kurasa, aku bisa lebih tenang disana.

-Sehun POV-

"Penjualnya adalah dia! Park Hyejin!" ucapku lantang menunjuk kearah Hyejin, dia yang sedang berjalan kearahku langsung mengentikan langkahnya, terdiam ditempat.
Semua orang menatapnya kaget atas penuturanku barusan, aku bisa mendengar semua pertanyaan dari mulut mereka ..
"mwo?! jadi dia adalah penjual bubur?"
"mwo?! kupikir dia anak konglomerat, karena dilihat dari cara pakaiannya terlihat modis"
"yang kudengar ayahnya itu bangkrut, jadi dia berjualan bubur?"
Kira kira begitulah kalimat yang dilontarkan orang orang kepadanya, aku bisa mendengar semuanya. Dia masih berdiri mematung, tiba tiba air matanya menetes begitu saja, dia menangis! ah.. kenapa aku jadi menyesal begini?! sehun! seharusnha kau senang kan. Tiba tiba dia berjalan cepat kearahku dan dia berhenti tepat didepanku, air matanya masih mengalir deras.

PLAKKK!

Dia menamparku, pipiku terasa panas akibat tamparannya. Aku menatapnya tajam, dan dia balik menatapku dengan tajam.
"apa kau sudah puas? terimakasih untuk promosinya Tuan!" ucapnya padaku, suaranya benar benar lemah. Oh.. Tuhan! kenapa aku jadi menyesal begini sih?! Setelah mengungkapkan kalimat itu, dia langsung berlari pergi dari hadapanku.
.
.
"hun! hun kau tidak apa apa kan? jinjja hyoja itu .. rupanya dia masih ingin mencari masalah denganmu hun?!" ucap Baekhyun. "kita harus mencari cara lain untuk mengerjainya lagi" ucap Chanyeol. Aku tak menghiraukan semua omongan Baekhyun dan Chanyeol. Saat ini, aku benar benar tak tau apa yang terjadi padaku, aku menyesal telah mengatakan itu, aku ingin mengejar gadis itu.
.
Kuputuskan untuk pergi dari tempat itu, aku tak menghiraukan panggilan Baekhyun dan Chanyeol. Aku akan mencari hyoja itu..
Aishh!! apa yang terjadi padaku!! ----

ToBeContinue ...

♡♡♡

Annyeong! haduh Chapter ini menurutku terlalu panjang, maaf ya.. ^^ dan bocoran sedikit, di Chapter selanjutnya.. saya akan ada Cast baru, semoga kalian suka ^^
Silakan Vote dan Comment!
Terimakasih sudah membaca♥♥
See you next Chapter~

사랑해 ..Baca cerita ini secara GRATIS!