Chapter 5

3.8K 271 1

-Author POV-
Pagi pagi sekali saat matahari belum terbit sepenuhnya Hyejin sudah bangun dari tidurnya, dengan keadaan sudah rapi dan siap berangkat ke Pekerjaan barunya, semalam dia mencari pekerjaan disekitar tempat tinggalnya dan seorang Ajumma menawarkan bekerja mengantarkan bubur labu dan koran setiap pagi, langsung saja Hyejin menyetujuinya. Ia sangat senang dan bersemangat pagi ini.
Hyejin tiba di rumah Ajumma dan langsung mengambil semua bubur yang sudah dibungkus, ia juga mengambil koran yang akan diantarkan pagi ini. Hyejin mengantar itu semua menggunakan sepeda yang dipinjamkan oleh Ajumma kepadanya.

-Hyejin POV-

Hari ini adalah hari pertama aku bekerja, kemarin saat aku sedang berjalan jalan dilingkungan sekitar flat untuk mencari pekerjaan, aku ditawari oleh seorang Ajumma untuk bekerja membantunya mengantarkan pesanan bubur dan mengantar koran, tentu saja aku langsung menyanggupinya, sungguh! Ajumma itu sangat baik padaku, dia juga meminjamkanku sepeda untuk mengantar koran dan buburnya. Dia menganggapku seperti anaknya sendiri, karena dia memang hidup seorang diri. Jadi, dia bilang padaku mau menganggapku sebagai anaknya. Tentunya aku tak keberatan.
.
.
Saat ini semua bubur dan koran yang akan aku antar sudah tertata rapi di sepeda dan aku sudah siap berangkat dan mengantar itu semua.
"Ajumma.. aku berangkat dulu ne?" --- ucapku pada Ajumma. "ne.. hati hati nak" ucap Ajumma. "pasti ajumma. galkkae~" ucapku langsung mengayuh sepeda dan meninggalkan halaman rumah Ajumma.
Aku mulai mengantarkan bubur bubur dan koran koran itu, dengan sabar dan teliti membaca satu persatu alamat rumah yang memesan bubur ini.
"ah... akhirnya selesai juga. Aku harus segera berangkat ke kampus" ucapku lalu mulai mengayuh sepeda lebih cepat.

-Sehun POV-

Hari ini aku akan mulai perhitunganku dengan hyoja itu. Lihat saja nanti ...
Tibanya dikampus, aku memarkirkan mobil sportku dan turun. Aku berjalan menuju koridor kampus, tapi langkahku terhenti karena aku melihat hyoja itu sedang memarkirkan sepedanya. Aku berjalan kearahnya, sepertinya seru jika aku mulai permainannya sekarang.
"hey! hyoja tengil!" aku memanggilnya, dia berbalik dan langsung menatapku tajam, tapi matanya beda.. matanya terlihat bengkak, seperti habis menangis semalaman. "apa?!" ucapnya angkuh. Aku terdiam, tiba tiba aku tak tega melihatnya, arrghh sehun kau kenapa sih!
Saat aku sedang berperang dalam pikiranku sendiri, dia kembali membuka mulutnya "Kalau tak ada yang ingin kau bicarakan, bisakah kau menyingkir dari hadapanku? aku mau lewat" ucapnya datar, dan aku memberinya jalan untuk lewat. Sungguh! ini bukan diriku, Sehun! kau ini kenapa!
"sehun!!" ucap sesorang dari belakang memanggilku, aku berbalik dan ternyata itu adalah teman temanku (EXO). Aku tersenyum tipis kearah mereka.
"hey... kau kenapa?" ucap Luhan. "Tidak, Aku tak apa" ucapku cepat. "oyaa hun, aku sudah punya rencana untuk balas dendammu.." ucap Baekhyun. "yup! aku dan Baek sudah punya rencananya" imbuh Chanyeol. "eum.. apa rencana kalian?" tanyaku penasaran. "eeyyhh.. kenapa nada bicaramu ragu ragu? kau masih mau balas dendam kan?" ucap Chanyeol. "eum.. ya" aku memang sedikit ragu, entah kenapa setelah melihat wajahnya tadi, aku menjadi .. errr~ kasian padanya, apalagi mengingat tentang informasi yang kuterima tadi.
"hun? sehun! kenapa melamun huh! mau dengar rencanaku tidak?" ucap Baekhyun kesal padaku. "i-iya tentu Baek.." Baekhyun tersenyum penuh arti lalu mulai mendekatkan mulutnya ketelingaku, Baekhyun mulai membisikkan sesuatu padaku ...
.
.
"M-MWO?!!" aku sangat terkejut setelah Baekhyun berhenti membisikkan rencananya padaku. "otte??? bukankah itu rencana yang paling bagus dan paling tepat? aku yakin dia tak akan berani lagi padamu hun?" ucap Chanyeol. "tapi-- apa kalian yakin itu Hyejin?" tanyaku. "kami sangat yakin! kami melihatnya sendiri, dia sedang mengantarkan koran dan bubur labu hun! percayalah, rencana ini pasti berhasil membuatnya kapok telah berurusan denganmu" ucap Baekhyun teesenyum miring. "Sebenarnya.. bagaimana sih rencananya? dari tadi hanya kalian bertiga yang berunding?" ucap Luhan tak terima. "hahaa... nanti akan ku ceritakan lu.." ucap Chanyeol.
Aku harus melakukan ini, benar kata Baekhyun, dia harus kapok telah berurusan denganku. "Permainan dimulai Park Hyejin!" ucapku lirih sambil tersenyum miring.

ToBe Continue...

♡♡♡

Annyeong! Sebelumnya saya minta maaf kalo personil EXO tidak saya masukan semua, hanya beberapa member yang saya masukkan. Karena saya bingung haha.. ^^ Mianhae .. T.T
Silakan Vote dan Comment yaa ^^ *tysm
Terimakasih sudah membaca♡

사랑해 ..Baca cerita ini secara GRATIS!