Hahaha yaa walaupun belum ada yang nebak ganapelah tetep apdet wkwk karena habis ini mungkin akan lebih lama apdetnya gara-gara uas tinggal menghitung hari hikss :'( okelah enjoy ;)

***

"Ohoo, kamu bahkan belum tahu siapa yang membunuh mereka bukan? Ingin tahu?"

Hening.

Tata benar-benar tidak bisa berkata apa-apa mendengar pertanyaan Rachel. Seluruh bibirnya kelu. Tubuhnya masih terus mematung tak bisa bergerak. Perlahan, Rachel pun menghampiri dan mendekatkan wajahnya ke telinga Tata. Desiran napasnya bisa Tata rasakan di telinga dan lehernya.

"Adi Bramantio." Bisik Rachel lalu kembali berdiri di depan Tata yang terkejut.

Hati Tata langsung tersentak. Ia tidak bisa percaya. Ucapan Rachel bagai petir di siang bolong menggelegar di telinganya. Semua ini tidak masuk akal baginya. Tidak mungkin! Tidak mungkin Adi yang begitu baik, hangat dan ramah melakukan hal jahat seperti itu. Otak dan hati Tata terus menolak dan tidak bisa menerima perkataan Rachel.  

"Enggak mungkin! Kamu bohong! Kamu pasti bohong! Jangan bercanda denganku Rachel!" bentak Tata yang mulai kesal dan marah.

"Apa wajahku kelihatan sedang bercanda?" tanya Rachel santai.

"Enggak mungkin! Lagipula, darimana kamu tahu semua itu?!"

"Papiku dan—tentunya kakakmu juga tahu semuanya. Lebih jelasnya, bisa kamu tanyakan langsung pada kakakmu itu. Aku disini hanya diminta menyampaikan pesan yang tidak bisa kakakmu sampaikan secara langsung."

"Kakak?!" Tata lebih terkejut lagi mendengar ucapan Rachel.

Matanya langsung membelalak.

"Selama ini, apa kamu enggak pernah curiga kenapa Mami bisa begitu perhatian padamu dan Rangga sejak kalian kecil? Apa kamu belum tahu kalau Mami lah yang membiayai seluruh pendidikanmu dengan Rangga? Apa kamu tahu alasan yang sebenarnya kenapa Mami begitu ingin menjodohkanmu dengan salah satu cucunya?" Rachel memberikan Tata serentetan pertanyaan tajam yang tak pernah terpikirkan oleh Tata sebelumnya.

Tata benar-benar tercekat dan tak bisa berkata apapun. Otaknya membeku, tak bisa berpikir dan menggunakan logikanya. Tak bisa menemukan satu pun jawaban atas seluruh pertanyaan Rachel.

"Untuk penebusan dosa. Dosa atas darah orangtuamu Renata." Ucap Rachel menatap Tata tajam.

Mata Tata lebih terbelalak lagi. Telinganya tidak bisa menerima itu. Hatinya terus menolak tak percaya.

"Mereka melimpahimu dengan harta dan kebaikan hati mereka yang palsu!" seru Rachel lagi.

Wajah Tata pucat. Ia tak tahan lagi mendengar semua kata-kata yang Rachel ucapkan. Dirinya terlihat mulai tertekan. Kepalanya tertunduk. Semua yang ia lihat terasa berputar tak karuan.

"Kamu pikir Arman dan Adrian enggak tahu?" tanya Rachel dengan senyuman liciknya.

Mendengar itu, Tata langsung menoleh. Matanya membulat.

"Mereka hanya ikut membantu dalam usaha penebusan dosa Ayah mereka tercinta. Adrian yang kamu kira begitu mencintaimu, lebih memilih menutupi kebusukan ayahnya daripada memberitahukan kebenaran pada istrinya sendiri. Setiap pasangan yang menikah berjanji untuk tidak ada kebohongan diantara mereka, dan Adrian telah melanggar janji itu sejak awal. Kamu pikir Adrian lebih memilih kamu, cinta seumur jagung dari pada aku?! Kamu pikir dia tulus melakukan itu? Apa kamu enggak pernah curiga? Seorang Adrian Bramantio yang hebat bisa tergila-gila pada seorang gadis biasa yang enggak punya apa-apa! Dia memilihmu bukan karena cinta, tapi untuk menjaga kehormatan ayahnya!" bentak Rachel.

Taste of Revenge [III]Baca cerita ini secara GRATIS!