*Psst* Notice anything different? 👀 Find out more about Wattpad's new look!

Learn More

"Jadi, lo mau nanya apa aja soal Fikri?" Jean menghela nafasnya, lalu melanjutkan bicaranya, "Okay, kayaknya gue tau apa yang mau lo tanyain"

Senyuman tipis terukir di bibir tipis Keyla.

"Fikri. Lo tau kan? ayah dia udah meninggal sejak Fikri masih kecil dulu?"

Keyla mengangguk

"Lo tau alesan ayah dia meninggal?"

Keyla menggelengkan kepalanya

"Okay. Ayahnya juga terserang penyakit kanker lambung, jadi itulah alasannya kenapa beliau meninggal. Penyakit itu menurun ke Fikri, lo tau kan waktu dia pergi ke Belanda? dia sebenernya pergi untuk pengobatan."

Keyla menarik napasnya dalam dalam, lalu mengeluarkannya secara perlahan lewat mulutnya.

"Ada lagi?" Tanya Jean sambil memegang bola basket

"Aku mau mencerna dulu semua perkataan kamu tadi. aku ga kuat."

"Okay. kalo gitu gue balik duluan. bye" Ucap Jean sambil meninggalkan Keyla dengan melambaikan tangan

Keyla lebih memilih menunggu di balkon sekolah hingga jam menunjukkan pukul 13.45

'Jadi, ini alesan sebenernya Fikri pergi waktu itu?'

'Fikri seharusnya jadi seorang aktor, dia sangat pandai berakting'

..

"Ihh lo kok ketemu gue bawaannya malah ngelamun terus sih?"

"Maaf Angg-i" ucap Keyla, "Lo mau minum apa? biar gue yang bayarin"

"Green tea latte aja deh, sama cookies cake aja ya? boleh ya?" Anggi melakukannya dengan mata berharap ala kucing

"Iya deh,"

Green tea latte, vanilla cookies cream, 2 cookies cake dan cheese cake sudah berada di meja mereka.

"Ada tambahan lain?"

"Bisa tolong cheese cakenya dibungkus ga? serapih mungkin ya HEHE" Keyla menekankan nada bicaranya di bagian 'hehe'

"Buat sapa tuh?" Anggi menggoyang goyangkan pundak Keyla secara perlahan

"Seseorang."

"Yaudah deh, IH MASA DONG YA! Kembaran gue tuh si Angga dia sakit cuma gara gara tim basketnya kalah, apa banget kan" Seperti biasa Anggi bercerita dengan gaya dan suara yang heboh.

"Sakit apa dia?"

"Engga parah sih, gaenak badan aja. iii hp lo kenapa sih? kok dulu kita kita hubungin kayak yang mati gitu," Ucap Anggi sambil meminum Green tea lattenya.

"Cepet sembuh gitu ya, oh? emm- iya gue sempet kecopetan intinya." Keyla berbicara dengan tersenyum miring

"Siap, ah elu, pantes aja, kita kita tuh khawatir tau ga sih"

Keyla hanya tersenyum mengetahui bahwa sahabat sahabatnya khawatir dengan keadaannya.

Mereka pun berbincang bincang sambil bernostalgia.

Sebuah notifikasi muncul di layar ponsel Anggi, tak lama kemudian Anggi berpamitan

"Duh- maaf banget Key, gue disuruh latihan nih sekarang," Wajah Anggi seperti orang yang merasa bersalah

"Eh?- iya ga apa apa. latihan apa emangnya?"

"Latihan dance hehe, yaudah aku cabut duluan ya, makasih ini kue sama minumnya, bye." Anggi berjalan dengan terburu buru sambil melambai lambaikan tangannya ke arah Keyla.

Stalker✨Baca cerita ini secara GRATIS!