Part 23

899 51 0

Aku berada di dalam mobil bersama Staci. Diam. Tak ada suara. Aku memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk membuat karirku melonjak. Melupakan sejenak soal kontrakku yang akan habis 1 tahun lagi, aku harus membuat album baruku yang enak didengar oleh banyak orang.

"Aku turun disini saja", kataku. "Aku ingin pulang"

"Apartementmu masih beberapa blok dari sini, Greyson"

"Maksudku, pulang ke Edmond". Aku menatap Staci. "Aku ingin istirahat"

"Kau yakin tak ingin aku antar?"

Aku menggeleng mantap. "Tidak Staci, aku bisa melakukannya sendiri"

Staci memelukku. "Oh Greyson, kau sebenarnya sangat berbakat. Tapi mereka tidak melihatnya. Aku sangat berharap kau berhasil"

Aku membalas pelukan Staci. "Kau manajer terbaik yang pernah aku punya"

Staci dan aku melepaskan pelukan. Aku turun di depan terminal bis, selagi melihat mobil Staci kembali ke jalanan.

--

"Aku pulangg!!", sapaku saat masuk ke dalam rumah.

Gonggongan anjing menyambutku, itu anjingku Whiskey. Dia berlari ke arahku dan membuatku terduduk, aku memeluknya dan menggaruk lehernya. "I miss you too bud"

Ibu keluar dari pintu dapur. "Oh my God, Greysonnn my sonn"

Aku berdiri dan memeluk ibuku. "Hello, Mom"

Ibu masih memelukku. "Bagaimana kabarmu? Kau lama sekali tidak pulang"

"Maafkan aku, Mom. Banyak sekali pekerjaan dan tour yang harus aku selesaikan dan aku hanya punya beberapa minggu, paling tidak satu minggu untuk kembali"

Ibu melepas pelukannya. "Tidak apa, Nak. Yang penting kau pulang. Ayahmu di halaman belakang. Alexa sedang bekerja dan Tanner berada di Ohio, dua hari lagi pulang"

Aku mengikuti Ibu ke dapur dan segera menuju ke halaman belakang lewat pintu dapur. Ayahku sedang memangkas rumput. Whiskey menggongong seakan memberitahu Ayah kalau aku pulang. Ayah melihat ke belakang. "Greyson, Son, c'mere"

Aku memeluk pundak ayah. Ayah hanya menepuk nepuk punggungku. "Kau semakin kurus saja"

Aku tertawa. "Benarkah? Aku kira aku gemukan"

"Kau pasti jarang makan karena karena sibuk menyanyi, iya kan?"

"Begitulah", kataku. Lalu tiduran di atas rumput, Whiskey menaruhkan kepalanya di atas perutku dan aku mulai mengelusnya. "Bagaimana kabarmu, Dad?"

"Aku baik baik saja seperti biasa", katanya masih memangkas rumput. "Kau?"

"Begini begini saja", kataku. "Aku hanya satu minggu disini setelah itu aku akan kembali ke Los Angeles"

"Cepat sekali"

"Aku hanya dapat libur segitu". Aku memasang kaca mata hitamku karena sinar matahari langsung menusuk mataku.

Tidak sadar, aku mengantuk, dan aku pejamkan mataku.

--

Aku merasa kalau aku sedang dihujani air atau memang sedang hujan? Aku buka mataku dan Alexa persis di atasku sedang menyiramiku dengan selang air. "Bangun Sleepy Head!!"

Aku berteriak. "Alexaaa!! Berani beraninya kau melakukan itu padaku"

"Kenapa kau tidur di rumput?", tanyanya masih menyiramiku dengan air.

"Alexa hentikan!"

"Tidak mau, jika kau tidak bangun"

"Okey aku bangun". Aku bangun dan berlari menghampirinya. Aku segera memeluknya.

"Greyson lepaskan. Aku basah", teriak Alexa. "Greyson dengar aku!"

"Aku juga merindukanmu Alexa"

Alexa mencubit perutku yanh langsung membuatku seakan akan tersetrum listrik. "Ah. Kau kebiasaan sekali"

"Biarin saja. Karena kau, aku basah. Sudah, aku mau masuk dan mandi. Kau juga harus mandi, karena kau bau"

Aku mengejarnya selagi dia memasuki rumah. Alexa segera menutup pintu dan memberikan senyuman jahil padaku.

"Alexa, buka pintunya!"

"Lewat pintu depan, Greyson", teriaknya. Akhirnya aku lewat pintu depan dengan tetesan air yang membanjiri rumah.

Ibu meneriakku. "Greyson apa yang sudah kau lakukan? Kau membasahi seisi rumahhh"

Aku rindu suasana seperti ini. "Alexa, Mom, dia menyiramiku dengan air"

"Dasar tukang ngadu!"

Aku memberinya senyuman jahil. "Biarkan saja. Itulah akibatnya karena menjahili adiknya"

[ BOOK 1 ] - D I V E | Greyson ChanceRead this story for FREE!