namanya, sasi

24 16 0
                                        











samudera menduga gestur raga perlahan bangun dinding untuk mirah. mirah hanya rindu, apa itu salah?

satu hari tersisa duduk berhadapan dengan mirah di pameran.

samudera mengaduk cangkir kopi panas, dikala bentala menyambut senja.

sejujurnya samudera rindu, rindu sekali.

buru-buru hentikan lamunan tatap gadis dengan surai sebahu, tersenyum manis, perlahan hapus noda kopi di sudut labium samudera.

namanya, sasi.

"kamu kenapa? ada cerita apa hari ini? mungkin mau berbagi sama aku?"

samudera frustasi pikirkan gadis lain disaat gadisnya sedia luangkan waktu pikirkan dirinya.

ImpresiWhere stories live. Discover now