REVEALED PART 1

Mulai dari awal

            "Sibuk nggak?" tanya Tata pelan.

            "Enggak. Ada apa?" tanya Adrian yang meletakkan HP-nya.

Wajahnya yang kusut seketika berubah, melembut. Tata pun masuk dan duduk di sofa.

"Jadi, kata Rizka di Jalan Kemang ada restoran yang baru buka. Katanya menunya pedes-pedes, tapi ada juga kok yang enggak. Aku pengen banget nyoba, jadi—" Tata kelihatan ragu-ragu menyelesaikan kalimatnya.

Adrian pun berjalan mendekat dan ikut duduk di samping Tata.

"Jadi?" tanya Adrian.

"Mau temenin aku makan disana nggak besok?" tanya Tata senyam-senyum.

"Hmm, aku ada meeting sampe malem."

Mendengar jawaban Adrian, Tata pun mengerutkan mukanya. Melihat wajah cemberut istrinya yang lucu membuat Adrian tersenyum sendiri.

"Tapi cuma sampe jam tujuh-an, jadi lewat itu mungkin bisa." celetuk Adrian.

"Hah? Ciuss?"

"Hm. Tapi kamu enggak apa-apa nunggu di kantor?"

"Iya! Enggak apa-apa kok! Aku temenin meeting sekalian juga enggak apa-apa!" Seru Tata yang semangat mendengar jawaban Adrian.

Ia pun langsung tersenyum lebar. Hatinya girang karena tak menyangka Adrian mau menemaninya. Adrian kan tidak suka makanan pedas, jadi Tata pikir suaminya itu pasti menolak untuk pergi bersamanya.

Tiba-tiba, Tata kaget saat Adrian meletakkan kepalanya perlahan di pangkuan Tata dan meringkuk di sofa.

"Aku pingin cuti rasanya." Keluh Adrian dengan suara lelahnya.

"Emangnya direktur ada cuti?"

"Ada. Selama aku direkturnya." Jawab Adrian singkat.

Tata hanya tersenyum mendengar jawaban Adrian. Ia tahu, Adrian pasti kelelahan akhir-akhir ini. Wajah Adrian sudah cukup jelas memperlihatkan dirinya yang mulai penat dengan semua urusan kantor dan lainnya. Tangan Tata mulai menyisir rambut suaminya lembut, membuat pria itu semakin nyaman dan tersenyum.

Seketika, Adrian membalikan badannya menghadap tubuh Tata pelan. Ia ambil tangan kiri istrinya dan menciumnya lembut lalu memeluknya.

"Aku tidur bentar, ya." Ucap Adrian yang mulai menutup kedua matanya dan tersenyum.

"Hey, tidurnya di kasur, jangan disini." Seru Tata.

"Bentar aja." Ucap Adrian pelan.

Tata pun tidak berkata apa-apa lagi. Ia tak tega melihat suaminya yang sudah kelelahan seperti itu.

"Kok berhenti?" tanya Adrian tiba-tiba dengan mata yang masih tertutup.

Sejenak, Tata hanya diam karena tak mengerti. Namun, ia mulai sadar dan kembali menyisir rambut pria itu lembut. Adrian pun tersenyum dan mulai terlelap. Tata juga ikut tersenyum melihat Adrian yang ternyata juga punya sifat manja seperti dirinya.

"Sejak kapan kamu jadi manja gini?" tanya Tata dengan sedikit mencibir.

"Sejak negara api menyerangg.." jawab Adrian yang masih memejamkan matanya.

Tata langsung tertawa pendek mendengar jawaban Adrian.

"Sejak kapan kamu jadi suka Avatar?" Tata masih tertawa pelan.

"Sejak tidur sama maniak anime yang tiap malam ngoceh tentang film-film yang enggak aku ngerti."

Tata pun kembali tertawa dan Adrian hanya menyeringai sambil mulai terlelap.  

Taste of Revenge [III]Baca cerita ini secara GRATIS!