50. Bukan Tuan Putri

69.5K 11.5K 2.8K
                                    

PO BUCINABLE TANGGAL 27 JULI PUKUL 17.00 WIB, LINK BUAT IKUT PO ADA DI BIO INSTAGRAM, TIKTOK, TWITTER, WATTPAD, AKU YA💗 SEMUA BIO SOSMEDKU ADA LINK BUAT IKUTAN PO👍🏻

Buat yang pengen masuk ke GC BUCINABLE telegram, linknya juga ada di bio aku👍🏻

Tolong siapkan hati kalian, chapter ini sangat uwu🙏🏻

Semua orang sudah siap pulang, meninggalkan area camping ground dengan barang bawaan mereka masing-masing

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua orang sudah siap pulang, meninggalkan area camping ground dengan barang bawaan mereka masing-masing. Awalnya semua berjalan normal, sampai akhirnya Meisya menyadari sesuatu yang kurang.

"Kenapa sayang?" tanya Alan menyadari kebingungan Meisya.

"Kak Riri."

Alan ikut mengedarkan pandangannya ke sekitar parkiran. Begitu juga dengan Meisya yang berusaha mencari keberadaan Riri. Terakhir kali Meisya melihat Riri, cewek itu berjalan di belakangnya saat menuju parkiran tadi dan setelah itu Meisya tidak tahu lagi Riri kemana. Entah cewek itu tetap berjalan di belakangnya atau tidak. Karena tadi Meisya hanya fokus dengan Alan yang terus mengajaknya mengobrol.

"Riri mana Gal?" tanya Alan pada Gala yang baru saja kembali dari kamar mandi.

Gala, cowok dengan kaos putih polos dan celana pendek berwarna hitam itu mengangkat sebelah alisnya dengan ekspresi wajah bingung. Riri? Bahkan sejak mereka bangun tidur dan siap-siap pulang, Gala sama sekali belum mengobrol dengan Riri. Terakhir mereka mengobrol kemarin malam saat Riri tiba-tiba keluar dari tenda karena kelaparan.

"Riri? Gue nggak tau. Bukannya dia sama kalian?"

"Ham," panggil Alan pada Ilham yang sedang memasukkan barang-barang mereka ke bagasi mobil. Ilham memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobil Gala. Hanya berjarak sekitar lima meter saja, jadi Alan tidak perlu berteriak untuk memanggil cowok itu.

Ilham menggerakkan dagunya ke depan seolah ia bertanya tanpa suara. kenapa?

"Lihat Riri?"

"Lah? Kok nanya gue? Kan tadi gue, Akbar, Nenda sama Choline duluan ke sini. Lo sama Meisya kan yang jalan bareng sama Riri waktu Gala pamit ke kamar mandi?" heran Ilham dengan suara sedikit berteriak. Ilham berjalan menghampiri mereka diikuti Akbar di belakangnya.

Meisya menjawab dengan perasaan sedikit bersalah. Harusnya tadi dirinya lebih peka. Tidak asyik sendiri dengan Alan. "Iya, Kak. Tapi Kak Riri sekarang gak ada. Gue juga baru sadar kalau Kak Riri gak ada."

"Dia ngambil barangnya yang masih ketinggalan di bekas tenda kali," celetuk Choline. Choline datang bersama Nenda lalu melirik ke arah Gala yang kini tampak sibuk membenarkan tali sepatunya yang lepas. "Coba cari deh kalian cowok-cowok."

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang