Kenangan-kenangan manis itu hanya tersimpan baik di hati yang telah dipatahkan. Dan tidak akan terulang lagi.
Memori indah bersamanya membuat aku selalu rindu kepadanya.
Tepat malam itu, ia mengakhiri hubungan kita.
Hatiku sangat hancur saat itu.
Dunia serasa tak adil untukku.
Aku hilang semangat dan sangat kacau saat itu.
Ya. Aku dipatahkan olehnya untuk kedua kalinya.
Sangat sakit bukan?
Dia mengakhiri hubungan kita secara tiba-tiba.
Fikiranku ngeblank saat itu.
Aku percaya-percaya saja dengan alasan dia memutuskanku.
Daniel :
"Sayang, aku boleh ngomong sesuatu sama kamu?"
Dira :
"Boleh, mau ngomong apa?"
Daniel :
"Aku takut sayang, aku takut kamu sedih setelah tau aku ngomong ini🥺"
Dira :
"Hey, ada apasih? Omongin aja"
Daniel :
"Sayang"
Dira :
"Iya sayang, ngomong aja sama aku, ada apa?"
Daniel :
"Sayang, kita gabisa sama-sama lagi🥺"
Deg!
Jantungku seolah berhenti berdetak.
Darahku berdesir hebat.
Tanganku terasa sangat kaku.
Ya tuhan..katakan jika ini hanya mimpi.
Aku belum siap jika harus berpisah dengannya.
Dira :
"M-maksud kamu apa?"
"Sayang aku gamau putus"
"Kita ga udahan kan? Hey"
Daniel :
"Maafin aku🥺🥺"
Dira :
"Tapi kenapa tiba-tiba? Kemaren-kemaren kita baik-baik aja loh🥺"
"Aku ga siap putus sama kamu:("
Daniel :
"Sayang maafin aku:("
"Aku mau kasih tau alasannya ke kamu tapi aku takut"
Dira :
"Daniel, please tell me"
Daniel :
"Orangtua aku suruh aku fokus untuk kuliah. Mereka gamau aku pacaran untuk saat ini."
"Sayang maafin aku"
Dira :
"Orangtua kamu gasuka ya sama aku?🥺"
Daniel :
"Hey, orangtua aku suka sama kamu. Kamu gasalah"
"Mereka mau aku fokus kuliah untuk saat ini. Mereka takut karna aku pacaran aku jadi ga fokus untuk ngejalanin kuliah"
"Aku sebenernya juga gamau putusin kamu"
"Tapi disisi lain aku gamau ngelawan sama orang tua aku"
"Sayang.."
"Maafin aku"
"🥺🥺🥺"
Dira :
"Kamu udah ga sayang sama aku?"
Daniel :
"Aku sayang sama kamu"
"Tapi kita udah gabisa sama-sama lagi"
Dira :
"Tapi kenapa tiba-tiba Daniel?"
"Kalau kita gabisa pacaran saat ini, yaudah kita komitmen aja, atau kita break dulu untuk saat ini"
"Aku gamau putus"
Daniel :
"Gabisa dir. Ini keputusan orangtua ku dari sebulan yang lalu. Dan aku baru bisa ngomong ini ke kamu, karna aku gatega buat omongin ini ke kamu."
"Dari kemarin aku ga tenang, aku bingung harus ambil keputusan yang mana. Dan orangtua aku selalu bilang ini ke aku setiap hari, sampai aku berantem sama mereka"
"Dan mungkin malam ini, keputusan yang sangat berat untuk aku pilih"
"Maafin aku sayang🥺🥺"
Dira :
"😊"
Daniel :
"Dira, please. Kita tetap bisa jadi teman kok. Atau sahabat? Tapi untuk pacar aku udah gabisa, maaf:("
Dira :
"Aku gatau harus bales apa"
"Aku ngeblank niel"
"Kamu janji gaakan ninggalin aku lagi. Tapi apa, kamu ninggalin aku lagi untuk yang kedua kalinya niel, setelah aku mulai percaya lagi sama kamu dan kasih kamu kesempatan sekali lagi. Tapi apa? Kamu sama aja niel, kamu tetep ninggalin aku"
Daniel :
"Dir🥺"
Dira :
"Yaudah kalo itu keputusan kamu, aku juga gaboleh egois"
Daniel :
"Untuk Nadira Almira. Perempuan yang aku sayangi. I always love you, so much. Aku tau kamu pasti kecewa sama aku. Aku minta maaf. Satu hal yang harus kamu tau, aku bersyukur bisa kenal kamu. Aku selalu ingin kamu bahagia Nadira."
"Hey, mulai sekarang kamu harus terbiasa tanpa aku. Aku akan berdoa sama tuhan bahwa suatu saat nanti kamu mendapatkan lelaki yang lebih baik dari aku. Jangan sedih terus yaa. Aku gamau liat kamu sedih."
"See you, Nadira Almira."
Dira :
"Terimakasih untuk 1 tahun 9 bulannya:) Padahal April besok kita anniv 2 tahun:)"
"Aku tau kamu orang yang baik. Mungkin keputusan ini yang terbaik buat kamu, tapi tidak buat aku. Dan yaa, aku hargai keputusan kamu. Aku gaboleh egois"
"Aku akan berdoa sama tuhan agar kita bisa dipertemukan kembali suatu saat nanti"
"Semoga bahagia, Daniel:)"
Bogor, 2022.
YOU ARE READING
RETAK
Teen FictionAku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu. Aku ingin berbagi cerita lebih kepadamu. Aku ingin memelukmu lebih lama. Aku ingin bersamamu 'lagi'. Bogor, 2022.
