BAB 1

393 9 0
                                        

kejarlah dia, jangan sampai runtuh sebulum kamu mendapatkannya.
@ Azka_Keanu

@ Azka_Keanu

Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.


(1).

"Gue udah bilang. JANGAN PERNAH GANGGU GUE LAGI." kalimat terakhir yang penuh penekanan menatap benci orang yang berada di hadapannya.

"Lo pasti akan jadi milik gue." Ucap Azka menatap kepergian Araya.

Azka berjalan menuju tempat anak Alaska berada, tempat tongkangannya yang ada di SMA Trisakti.

"Belum bisa lo dapetin Araya?" Azka hanya menggeleng sebagai jawaban.

kelima sahabat Azka hanya bisa membantu Azka dengan doa saja, baru kali ini Azka mencintai cewek yang tidak pernah kelima sahabatnya tau.

mereka kenal dengan Azka hampir empat tahun baru kali pertama mereka melihat Azka jatuh cinta, Azka tipekal cowok yang tidak gampang dekat dengan cewek apalagi mengejarnya seperti itu.

Banyak yang ingin dekat dengan Azka bukan hanya Azka tetapi kelima pria tampan itu juga tetapi Azkalah yang paling banyak diinginkan oleh kalangan siswi Trisakti atauapun siswi dari sekolah lain hingga ke anak kuliahan.

Azka banyak di kejar kejar oleh para kaum wanita tetapi hanya Arayalah yang berhasil membuat Azka jatuh hati kepada seoarang wanita.

Azka tidak tau apa yang Azka lihat dari Araya sehingga Azka tidak sanggup jauh dari Araya bahkan Azka sangat jatuh hati pada seoarang Araya Greyzia Magantari.

"Argghhh."

Teriak Azka frustasi dengan mengacak rambutnya, tak tahu arah Azka tidak tau bagaimana caranya Araya membalas cintanya.

Kelima anak Alaska hanya mampu diam melihat ketua dari Alaska yang benar benar berantakan.

"Hay Regan." Sapa gadis cantik ke salah satu dari kelima anggota inti Alaska.

"Adora. kapan pulangnya?" Tanya Regan dengan senyum manisnya.

"Tadi malam, jadi hari ini aku masuk lagi deh. soalnya kangen sama kamu." Regan terseyum dan memeluk Adora dengan hangat.

Regan menarik tangan Adora keluar dari tempat ini karena tempat ini sangat berbahaya untuk perempuan apalagi Adora pacar Regan.

"Woyy." Teriak Magen.

"Mau berduaan dulu sama ayank." Jawab Regan yang mulai menghilang dari balik pintu.

sebenarnya ini sudah jam terakhir udah di mulai tapi Regan lebih memilih bolos dengan pacarnya.

"Nggak masuk kelas lagi kalian?" Tanya Gevan.

kompak  Magen, Julian dan Zaiden menggeleng, jangan di tanyakan dengan Azka sudah jelas Azka tidak masuk kelas lagi, toh sekolah ini punya Azka.

_Rayazka_

Araya terus menatap lurus kedepan papan tulis di mana guru Fisika menjelaskan materi bab Teori Kinetik.

"Ada yang bisa jelaskan tentang Hukum Gay Lussac."

"Hukum Gay Lussac menjelaskan hubungan antara tekanan dan suhu ketika volume konstan. berdasarkan percobaan Gay Lussac,  jika volume gas yang  berada dalam bejana tertutup di jaga konstan, temperatur (suhu) mutlak gas sebanding dengan tekanannya."

"Oke tepat sekali, Araya kamu mendapatkan 10 poin." Araya hanya terseyum kecil, bukan sulit baginya menjawab pertanyaan itu.

"Terimakasih bu." jawab Araya dengan senyumnya.

satu jam berlalu akhirnya jam terakhir selesai, Araya yang tadi tidak kekantin kini di buat lapar dan mengingat Araya ada rapat osis dengan kepala sekolah.

Araya berjalan kekantin sendirian karena sahabatnya menghilang entah kemana.

sesampainya di kantin Araya harus melihat pemandangan yang membuat moodnya hancur, telanjur lapar dan sudah berada di kantin, Araya berjalan menuju kedai ayam bakar.

dari kejauhan Azka terseyum saat melihat Araya yang sedang duduk sendiri dengan makanan di hadapannya.

"Samperin, samperin sana, cinta harus di perjuangin, atau Araya buat gue aja." Celetuk Zaiden yang langsung dapat tatapan tajam dari Azka.

"Kalem bos kalem."  Ucap Zaiden lagi dengan rasa  takut.

"Emang lo, buaya darat plus buaya  laut di tambah komplit." Tambah Julian.

"Bukan komplit cuman cuman, tapi komplit pake banget." Jawab Magen diiringi tawa.

Zaiden mengambil tisu bekas hingusnya melemparnya kaarah Magen dan Julian.

Julian mendesis. "Jijik kali gw."

"Ishh." Jijik Magen berdiri agar tisu itu jatuh dari pahanya.

"Hhhhhhk makanya jangan asal ngomong tuh mulut pitong lo pada." Jawab Zaiden dengan tawanya.

"Diem nggak." Ancam Azka dengan kesalnya.

sedangkan Gevan hanya diam memperhatikan buku yang ia baca sejak tadi pagi dengan headset di telinganya.

"Den kalau nembak cewek caranya giamana ?" Tanya Azka tiba tiba.

semua pasang mata yang berada di samping Azka menatap Azka bersamaan membuat Azka risih.

"Apaan sih lo pada, nggak usah liat liat gue."

Gevan kembali membaca bukunya sedangkan Magen, Julian dan Zaiden tertawa.

"Emangnya cara yang keberapa?" Tanya Julian tertawa.

Zaiden menatap Julian dengan tatapan julidnya. "Maksud lo apa haa?"

"Maksudnya Julian tuh yah, kan lo udah punya cewek atau mantan 1999 udah nggak terhitung kan yah, pasti beda bedakan lo nembaknya."

"Apaan sih lo, gue setia orangnya yah."  ucap Zaiden membela dirinya sendiri walau faktanya Zaiden cowok yang bisa memeliki cewek 2 sampai 3 sekaligus dan tidak akan cukup jika hanya satu.

"Bacot lo pada." Ucap Azka dengan kesalnya saat melihat Araya sudah berdiri dan berlalu pergi.

"Kalau Araya nggak mau sama lo nggak usah di paksa, kalau lo tetap paksain Araya buat lo nanti Araya bakal benci sama lo." Kata kata dingin itu keluar dari bibir Gevan membuat langkah Azka berhenti.

"Lo nggak akan pernah tau rasanya cinta sama cewek tampa lo harus berjuang." Jawab Azka.

RAYAZKATahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon