***
Kamu tak memulai hubungan lagi dengan alasan takut dan trauma dengan hubungan toxic yang kemarin kamu jalani bersama masalalumu. Kamu bilang, sakit yang diciptakan masalalumu masih membekas. Kamu bercerita tentang masalalumu yang menyakitkan bersama wanita itu, dan dengan tak sadar, kamu juga menyakitiku.
Tak hanya kamu yang pernah merasakan sakit. Tak cuma kamu yang pernah gagal menjalin suatu hubungan. Aku juga. Bahkan mungkin jika dibandingkan, jauh lebih menyakitkan ceritaku dibanding ceritamu. Tapi, dengan santai nya kamu bercerita tentang sakitnya masalalumu padaku yang juga pernah merasakan sakitnya menjalani hubungan toxic, juga sakitnya diduakan.
Tapi, aku tak berniat 'adu nasib' denganmu. Tugasku hanya mendengarkan ceritamu. Meski sebenarnya, aku sakit mendengar ceritamu yang menyakitkan bersama wanita itu.
Semoga kamu berbeda. Semoga kamu benar benar menyayangiku. Semoga, kamulah yang terakhir.
***
Selamat terjungkal jungkal mood kaliann. Ini termasuk kisah nyata siehhh. Semoga kalian suka dan semoga aku bisa semangat terus buat lanjutin cerita inii wkwk. Love u all!
YOU ARE READING
DEKAP
Teen Fiction"Gue dulu ngejek orang orang yang ngomong 'sama kamu sakit, tapi kalo gak sama kamu lebih sakit.' Shit, kalimat itu kayanya cocok buat gue sekarang." "Cinta gue ke lo seluas lautan. Tapi sayangnya gue gabisa berenang." "Kan bisa pake kapal," Go Pub...
