46. Break?

113K 17.3K 10.3K
                                    

Sebelumnya aku mau ngucapin banyak terima kasih buat kalian semua yang selalu komen, maaf aku gak bisa bales satu-satu, tapi aku selalu terharu bacain kalimat penyemangat dari kalian, like : "Ternyata aku punya mereka yang sebaik dan sepeduli ini ke aku:')"

Sorry kalau kadang updatenya agak lama, karena ada banyak hal yang harus aku selesaikan di RL. But, aku benar-benar merasa beruntung punya kalian semua. Gatau karya aku bisa nemein kalian sampe kapan. Intinya aku seneng ketemu (virtual) sama kalian semua<3

Komen dan vote yang banyak💖💖💖

Komen dan vote yang banyak💖💖💖

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BUGH!

"Lo itu terlalu munafik, Gal! Muak gue sama sikap lo yang kaya gini! Dikit-dikit emosi, minta maaf, diulangi lagi, gitu mulu siklus kehidupan lo!"

"Ham!" Akbar membawa Ilham mundur. "Lo juga jangan emosi kaya gini. Gala lagi ada masalah, gak seharusnya lo ngehakimin dia gini. Luka di wajahnya belum ilang malah lo tambahin lagi."

Ilham menyingkirkan tangan Akbar yang ada di pundaknya. Ia sudah terlalu muak dengan sikap Gala pada Riri akhir-akhir ini. Ilham sadar, dirinya memang bukan siapa-siapa Riri, namun selama ini ia sudah menganggap Riri selayaknya seorang adik, maka dari itu Ilham tidak rela dan ikut sakit hati jika Gala memperlakukan Riri seenaknya.

Ilham menatap Akbar kesal. "Kenapa? Lo pikir gue takut karena dia ketua kita?! Gue udah muak banget sama sikap dia yang terlalu emosian, Bar! Gue menghormati dia sebagai ketua kita, tapi gue gak akan pernah membenarkan sikap dia ke Riri yang kelewatan!"

"Lo pikir pake otak! Cewek mana yang betah sama cowok yang selalu bersikap seenaknya?! Kalau ceweknya bukan Riri, Gala udah dibuang dari dulu!" lanjut Ilham menggebu-gebu. Sementara Gala, sejak tadi ia hanya diam. Cowok itu juga terlihat tidak berminat membalas pukulan Ilham.

Alan, cowok yang sejak tadi hanya mengamati akhirnya ikut turun tangan. Ia berjalan mendekati Ilham. "Ham," panggilnya membuat Ilham menoleh. "Pulang."

"Belain aja tuh temen lo, Lan. Belain terus!"

Alan duduk di samping Gala setelah berhasil menyuruh Ilham pulang. Bukannya apa, kalau Alan membiarkan keduanya--Gala dan Ilham--masih ada di tempat yang sama, yang ada mereka akan saling adu jotos dan semua itu hanya akan memperkeruh keadaan.

"Gal? Lo kenapa?"

Gala tetap diam. Matanya tampak memerah. Rambutnya acak-acakan. Malam ini cowok itu benar-benar terlihat sangat kacau. Harusnya malam ini dirinya masih istirahat dengan tenang di apartemennya karena baru tadi pagi keluar dari rumah sakit dan masih dalam tahap pemulihan. Namun karena pertengkarannya dengan Riri, sekarang dirinya justru berakhir mengenaskan di markas Drax.

"Gal?" ulang Alan.

"Gue gak kenapa-kenapa." Gala menjeda ucapannya lalu menatap Alan tanpa ekspresi. "Lo bisa tinggalin gue sendiri?"

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang