Alpha's Babies 4

8.4K 558 25

T/n: long time no see, all. Halo semua. Maaf bau bisa apdet. Harus mbimbing anak sma yg mau unas kmrn". Belum diedit juga, tangan parah abis jatoh. Enjoy. Comment. Vote :)

*Rouge: werewolf penyendiri yang tidak memiliki kawanan (pack). Biasanya diburu pack terdekat karena dianggap membahayakan. Karena sendirian, mereka sering dianggap liar atau gila karena sejatinya serigala selalu berburu dalam kawanan.

*****

Aku tak tahu ke mana harus pergi. Aku bahkan tak tahu kota apa ini. Aku menutupkan selimut erat-erat di sekeliling anak-anak. Hal itu membangunkan Corbin dan ia mulai menangis lagi. Aku menghela napas kelelahan. "Ada apa, sayang?" tanyaku ingin tahu.

Aku memasukkan mereka ke dalam mobil. Kupikir aku mungkin akan berputa-putar sebentar untuk menenangkan Corbin. Aku sendiri juga benar-benar butuh istirahat.

Aku duduk di belakang kemudi dan menyetir menjauhi stasiun tanpa arah. Corbin masih merengek, suaranya jadi agak serak.

"Oh, Coco. Apa kau masih terkejut, sayang?" tanyaku sembari melihat spion belakang. Kedua tangan Corbin terkepal dan dia menggerak-gerakkan lengannya dengan liar.

Pada bagian siku jaketnya, lengannya terlihat membengkok ke arah yang aneh. Aku mengerutkan dahi dan meminggirkan mobil. Merangkak ke bagian belakang mobil, aku duduk di antara tempat Corbin dan Caden duduk. Kuangkat Corbin dan kulepas jaketnya, yang mana hal itu membuatnya menjerit semakin keras. Ia sungguh-sungguh terlihat kesakitan. Aku tak percaya aku tak melihat hal ini sebelumnya. Lengannya patah.

Namun saat aku menyaksikan, tulang-tulangnya seakan menyatu dengan sendiri, perlahan tapi pasti. Aku tersigap. Aku yakin makhluk Were tak bisa menyembuhkan diri sendiri sampai mereka pling tidak berumur lima tahun. Proses penyembuhan ini jelas-jelas menyakitinya sekali karena harus melalui hal ini pada usia yang masih sangat muda. Kupeluk erat dan kucium Corbin. "Maafkan aku, Sayang. Mommy benar-benar minta maaf," bisikku.

Aku rasanya ingin kembali lalu menyobek-nyobek Callie sampai jadi serpihan saja karena membuat bayiku melalui hal ini, tapi aku harus tetap melangkah maju. Aku tentu tidak ingin menoleh kembali.

Aku menggendong Corbin dan mengayunnya perlahan, sembari menangis bersamanya. Aku bersyukur bahwa paling tidak hawanya tidak dingin di dalam mobil. Caden masih terlelap dan aku bersyulur karena hal itu juga.

Akhirnya, Corbin terlelap dan aku mengikutinya tak lama kemudian.

Aku terbangun dengan kaget karena seseorang mengetuk jendela mobilku. Aku segera tersadar. Corbin yang masih dalam gendonganku merengek. Aku memeluknya erat dengan sikap melindungi dan melihat ke luar jendela.

Sepasang Were muda sedang mengintip ke arahku, bayi mereka sendiri ada di  kereta dorong. Kuturunkan jendela mobilku. Si gadis terlihat prihatin.

"Apakah kau tidur di sini semalaman?" tanyanya.

Aku membasahi bibirku dan cepat-cepat membenahi rambutku. "Mm.. Iya."

Ia tersigap dan sebelah tangannya melayang ke dadanya. "Kasihan sekali!" katanya.

"Tak apa-apa. Aku akan menemukan cara--"

"Kory, ayo kita bawa dia kembali ke pack house, Sayang."

Kory, suaminya, menggigit bibirnya. "Tapi Alpha..." katanya tak yakin.

Istrinya memutar bola matanya. "Ia tak akan kembali selama tiga tahun, _ingat_? Ia mungkin bahkan tak akan tahu."

Aku tersenyum berterimakasih. "Aku tak yakin.."

Gadis itu menekankan dengan yakin. "Aku Maya, ini suamiku, Kory, dan gafis kecil kami, Adeline. Tapi kami memanggilnya Addie," ujarnya sembari tersenyum menunduk ke bayinya.

Alpha's Babies (Indonesian Translation)Baca cerita ini secara GRATIS!