43. Hug Me

135K 18.4K 7.6K
                                    

Alooo, selamat membaca chapter yang sangat sksksksk ini yaaa, jangan diskip-skip biar enak bacanya😣💖

Bantu semangatin aku lewat vote dan komen yang banyakkkk, sebanyak usaha Amora buat deketin Gala😆

Bantu semangatin aku lewat vote dan komen yang banyakkkk, sebanyak usaha Amora buat deketin Gala😆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kalian kenapa?"

Riri menatap Gala dan Amora heran. Kenapa mereka tiba-tiba mematung dan menahan napas ketika melihatnya keluar dari kamar mandi.

"Gak kenapa-kenapa. Dia mau pulang katanya," jawab Gala melirik Amora sekilas.

Amora tampak terkejut. "Pulang? Aku bel--"

"Lo ke sini disuruh Bunda Asti buat nganter ini kan?" tunjuk Gala ke arah buah-buahan yang ada di atas nakas, membuat Amora mengangguk. "Sekarang udah lo kasih ke gue, terus lo mau ngapain lagi di sini?"

"Mau nemenin Kak Gala," jawab Amora seperti tanpa dosa.

"Lo gak lihat di sini udah ada cewek gue? Ada tunangan gue?"

"Aku--"

"Lo gak ada fungsinya di sini. Mending pulang kalo gak mau tersinggung sama kata-kata gue." Gala menjeda ucapannya lalu menghela napas panjang. Sudah mengganggu waktu berduaan-nya dengan Riri, sekarang gadis itu justru tidak mau pulang. Benar-benar definisi merepotkan yang sesungguhnya.

"Gue menghargai lo sebagai adek Dio. Adek temen gue. Tapi bukan berarti gue gak bisa tegas sama lo, Amora," lanjut Gala.

Untungnya setelah Gala mengucapkan kalimat itu, Amora benar-benar langsung pamit pulang. Entah karena sadar diri atau terpaksa, Gala tidak peduli. Yang jelas kini pengganggunya telah musnah. Namun Gala kembali menggeram marah saat tamu lain datang ke ruangannya.

"Nah gitu dong, Ri. Kasih Gala perhatian biar anteng kaya bayi," celetuk Ilham mengamati Riri yang tengah sibuk menyuapi Gala makan siang.

Sebenarnya Gala malu jika salah satu sikap manjanya ini dilihat oleh orang lain. Namun karena dari awal masuk ke ruangan, mereka sudah melihat pemandangan ini, jadilah Gala pasrah. Pasrah jika nanti Ilham dan Akbar akan mengolok-olok dirinya.

Berbeda dengan Ilham yang tampak cengengesan, sejak tadi Gala justru melayangkan tatapan peringatan pada Ilham yang tidak digubris oleh cowok itu.

Melihat kondisi Gala yang masih duduk di atas ranjang rumah sakit dengan beberapa luka di bagian perut dan kakinya, Ilham yakin, Gala tidak akan sekuat seperti biasanya untuk menghabisi dirinya sekarang.

"Kalo enggak lo perhatiin, nanti bayi lo bakal berubah jadi singa, Ri. Serem," sahut Akbar yang duduk bersebelahan dengan Alan. Akbar tergelak meski agak was-was, takut tiba-tiba Gala mempunyai niat melempar meja ke kepalanya seperti malam itu.

"Ck, mending kalian pulang kalo ke sini cuma mau ngehina gue!" usir Gala serius. "Gak guna anjing!"

"Kita kan mau jenguk lo, Gal. Ya kali lo sakit kita diem aja. Lo gak inget? Waktu lo mabuk aja kita yang--"

BUCINABLE [END | LENGKAP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang